Postingan

CATATAN TERBARU

CHUN QIU JING BUKU I-V: CERMIN DIRI

Gambar
Salam Kebajikan,

Saya dan Anda sepatutnya bersyukur dilahirkan pada zaman sekarang di negara bernama Indonesia. Betapa tidak? Banyak fasilitas dan kenyamanan yang dapat kita nikmati di negara yang relatif aman, tentram, dan menawarkan banyak pilihan serta kesempatan untuk hidup lebih baik asal kita mau berupaya dan bekerja dengan sebaik-baiknya. Satu lagi: Indonesia sekarang ini damai, jauh dari peperangan, walau kadang ada riak di sana-sini.

Rasa syukur semakin menyeruak dalam diri saya setelah selesai membaca terjemahan Buku I-V Chun Qiu Jing dalam bahasa Indonesia buah karya Da Xueshi Tjhie Tjay Ing yang dimuat dalam SGSK 40 Nomor Sincia 2565/2014.

Betapa tidak? Dari Buku I-V yang meliputi tahun 722 s.M - 627 s.M dalam pemerintahan Lu Yin Gong (722 s.M - 711 s.M), Lu Huan Gong (711 s.M - 693 s.M), Lu Zhuang Gong (693 s.M - 661 s.M), Lu Min Gong (661 s.M - 660 s.M), Lu Xi Gong (659 s.M - 627 s.M), kita akan mendapatkan gambaran bahwa pada periode musim semi dan musim gugur…

12 BULAN, 120 TULISAN

Gambar
Salam Kebajikan,

Hari ini, tanggal 2 Januari, tepat satu tahun sejak saya membuat tulisan pertama dalam blog www.uungsendana.com.

Cukup banyak topik yang telah saya coba tulis dengan gaya bahasa sehari-hari, diselingi beberapa topik berisi kutipan atau pembahasan dari buku maupun kitab suci dengan bahasa yang lebih serius. Tanpa terasa, tulisan ini merupakan tulisan ke-120, jadi rata-rata 10 topik saya tulis dalam sebulan, melebihi target pribadi saya untuk menulis 8 tulisan dalam sebulan.

Dalam perjalanan satu tahun kadang timbul pertanyaan dalam diri saya, apakah ada gunanya saya menulis blog? Apakah orang-orang berminat membaca topik-topik yang ditulis, terlebih menurut survei dari lembaga yang kredibel minat baca orang Indonesia sangat rendah. Dan banyak lagi pertanyaan berkecamuk dalam pikiran saya. Tapi bagaimanapun, saya akan berusaha terus menulis semampu saya, toh ada juga pembaca-pembaca setia di beberapa kota.

Di samping itu, blog dapat saya manfaatkan untuk menjaw…

DAO DUNIA

Gambar
Salam Kebajikan,

Selamat menyambut dan memasuki tahun 2020 Masehi, semoga rahmat Tian senantiasa menyertai Anda dan saya di tahun yang baru.

Dalam menyambut dan mengawali tahun baru, mari kita renungkan kembali apa yang diajarkan oleh Nabi Kongzi agar Anda dan saya dapat bertindak tepat di dalam dao seperti saya kutipkan dari buku 1000 Hati Satu Hati:

Nabi Kongzi memberikan kita banyak kaidah tentang bagaimana berperilaku dalam masyarakat dan menjadi orang yang pantas. Kaidah ini pada mulanya mungkin kelihatan sangat sederhana, bahkan kaku, tetapi pada kenyataannya mengandung fleksibilitas yang mengejutkan.

Secara sederhana, Beliau memberi kita prinsip-prinsip yang dapat menuntun tindakan-tindakan kita dan saat kita harus mengikuti prinsip-prinsip tersebut.

Kita sering bertanya kepada diri kita sendiri apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang seharusnya tidak kita lakukan; apa yang baik dan apa yang buruk.

Kenyataannya ketika sampai pada pertanyaan ini, sangat seri…

SEMBAHYANG DONG ZHI: PENGARUSUTAMAAN KEBAJIKAN

Gambar
Salam Kebajikan,

Selamat beribadat Dong Zhi, sembahyang sujud kehadirat Shang Di, Tuhan Yang Maha Kuasa dalam kesiapan diri jasmani rohani menghadap Sang Khalik dengan kesucian lahir batin.

Pada saat Dong Zhi kita bersembahyang Zheng 烝 mengucap syukur dan harapan sesuai tuntunan kitab suci, beriringan dengan kehangatan jiwa kita menerima suara gema Genta Rohani, penyedar hidup, karena pada hari ini, Zhisheng Kongzi mulai melakukan perjalanan menunaikan tugasnya sebagai Tianzhi Muduo, Genta Rohani Tian, mengembalikan dunia ke dalam dao, menanggalkan jabatan, meninggalkan gemerlap kedudukan untuk manunggal dengan langit dan bumi.

Dan ternyata citaNya ditegakkan oleh Yasheng Mengzi, yang begitu luar biasa kepiawaiannya berdiplomasi, beradu argumen, menasihati para raja sekalipun, tanpa ada rasa jerih, minder atau pun gagap, beliau berprinsip semua orang sama, Yao dan Shun adalah manusia, kita pun manusia. Yasheng Mengzi berpulang pada hari ini meninggalkan nama harum dan terlebih l…

BETAPA PENTING KESUSILAAN

Gambar
Salam Kebajikan,

Betapa penting Kesusilaan dan Tata Susila dalam kehidupan manusia dijelaskan secara mendetail dalam Li Ji (Catatan Kesusilaan). 
Disabdakan dalam Li Ji XXIII, Jing Jie (Membedah Makna Kitab Suci): 1 dan 2: Nabi Kongzi bersabda, "Memasuki suatu negara, akan dapat diketahui pendidikan apa yang telah diberikan...  ...Bila orang-orangnya berperilaku hormat, cermat, berwibawa, dan penuh kesungguhan, mereka telah menerima pendidikan Li Jing (Kitab Kesusilaan)... ...Orang yang perilakunya hormat cermat, berwibawa, dan penuh kesungguhan, dan tidak rewel atau mudah kesal tentu karena dalam pemahamannya tentang Li Jing (Kitab Kesusilaan)..."

Pada kesempatan ini saya kutipkan ayat-ayat dalam Li Ji (Catatan Kesusilaan) VIII Li Qi I Bagian I. Ayat 1, 2, 3, 4, 5, 21, 22 yang mudah-mudahan akan membangkitkan minat Anda untuk membaca dan mendalami Li Ji.
Tata Susila adalah sarana yang memberi kesiapan besar mengembangsuburkan Kebajikan. Makna mulia Kesusilaan: melepaska…

PERKAWINAN BEDA AGAMA, 'PERKAWINAN' SEJENIS, DAN PERKAWINAN SEMARGA APAKAH DIMUNGKINKAN?

Gambar
Salam Kebajikan,

Pada jaman modern ini, berbagai bangsa, ras, suku bangsa, etnis, budaya, golongan, agama dan berbagai nilai saling berjumpa, berinteraksi, dan berkelindan tanpa dapat dicegah.

Salah satu fenomena yang semakin sering terjadi adalah perkawinan antar budaya dan agama bahkan akhir-akhir ini mulai menyeruak 'perkawinan' antar sesama jenis.

Bagaimana pandangan kitab suci agama Khonghucu mengenai perkawinan?

Apa syarat perkawinan yang dapat dan tidak dapat dilakukan? 
Hal-hal pokok apa yang wajib dipenuhi agar perkawinan antar agama dapat dilangsungkan? 
Apakah perkawinan sesama jenis bisa dilangsungkan secara agama Khonghucu?


Kita resapi apa yang disabdakan dalam Liji XLI Hun Yi: 1 mengenai upacara pernikahan:  Upacara pernikahan bermaksud akan menyatu-padukan kebaikan/kasih antara dua keluarga yang berlain marga; ke atas mewujudkan pengabdian kepada agama dan kuil leluhur (Zong Miao), dan ke bawah meneruskan generasi. Maka seorang Junzi sangat menaruh perhatia…

HUKUMAN MATI LAYAKKAH TETAP ADA?

Gambar
Salam Kebajikan,

Perdebatan mengenai hukuman mati apakah masih layak diterapkan atau tidak telah menyedot perhatian berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Tidak sedikit negara yang telah mencabut hukuman mati dari perundangannya, tapi tidak sedikit pula negara yang masih mencantumkan hukuman mati dalam perundangannya.

Berbagai argumen dikemukakan oleh para ahli hukum, tokoh agama, pemerintah, anggota legislatif dan yudikatif, dan pihak terkait lainnya hingga masyarakat, baik mendukung maupun menolak hukuman mati.

Perdebatan yang berlangsung terkait dengan efek jera, kemungkinan mengulang perbuatannya, kerugian pada masyarakat dan negara beserta resiko terjadi kembali, hak untuk hidup (mengenai aspek religius-etis-teologis), kesalahan yang mungkin terjadi dalam penerapan hukuman mati (sejarah agama dan negara tertentu menunjukkan), HAM, dan sebagainya.

Bagaimana kitab suci agama Khonghucu memandang hukuman mati? Apakah layak diterapkan? Dalam kasus seperti apa diterapkan? Apakah …

DAO HATI DAN JIWA

Gambar
Salam Kebajikan,

Teknik dan kemampuan bukanlah hal yang paling penting. Untuk memahami secara penuh hal-hal yang melebihi sekedar kemampuan, kita perlu menggunakan hati dan jiwa kita. Standar perilaku yang Nabi Kongzi tetapkan bagi kita bukan semata-mata kritik keras pada dunia sekeliling kita; namun tentang menempatkan waktu dan energi kita yang terbatas untuk digunakan dengan baik dan mengarahkan kritik dari dalam batin kita untuk hati dan pikiran kita sendiri.

Kita seharusnya lebih keras pada diri kita sendiri, lebih jujur dan toleran pada orang lain. Saat ini kita selalu mengatakan seseorang yang baik seharusnya jujur dan terbuka, walau bukan berarti naif dan mudah dimanipulasi; namun sebaliknya toleransi untuk memaafkan kesalahan orang lain, memperlakukan dengan cinta-kasih, dan melihat berbagai hal dari sudut pandang orang lain juga tak kalah pentingnya.

Karena alasan ini, hanya Junzi sejati yang mampu 'tidak keluh gerutu pada Tian, sesal penyalahan pada sesama manusia'…

TAHU BATAS AGAR TAK POST POWER SYNDROME

Gambar
Salam Kebajikan,

Perasaan dibuang muncul saat kita masih 'menginginkan' berada di posisi tertentu dan kita merasa telah berjasa sehingga berhak atas posisi tersebut. Seringkali orang yang merasa dibuang menudingkan telunjuk pada para penggantinya dan menuduh tidak menghormati dirinya yang telah berjasa, dan menyingkirkan dari posisi terhormat yang seharusnya melekat padanya selamanya.

Perasaan inilah yang acapkali menjadi biang ketidakpuasan dan keretakan hubungan yang pada akhirnya menimbulkan konflik. Apakah perbuatan membuang memang dilakukan oleh para penggantinya? Belum tentu.

Perasaan dibuang menunjukkan rasa kesepian dan perasaan ketakutan yang akut pada dirinya karena tak lagi menjadi pusat perhatian dan tak punya lagi 'kekuasaan'. Banyak hal yang dilakukan oleh orang-orang seperti ini, orang-orang yang pernah menjadi pusat perhatian dan memiliki 'kekuasaan' yang justru menyebabkan dia kehilangan rasa hormat dari orang-orang yang sebetulnya tetap men…