Postingan

PERUBAHAN IKLIM

Salam Kebajikan,
Bagaimana bila seandainya manusia tidak ada lagi di dunia? Dengan sangat bernas, Alan Weisman dalam bukunya "The World Without Us" mengungkapkan fakta-fakta yang membuat miris siapa saja yang membaca buku tersebut. Saya sungguh tercengang sekaligus terenyuh dengan fakta yang dipaparkan dalam buku tersebut tentang apa yang sesungguhnya terjadi terhadap bumi, akibat ulah manusia. 
Sesungguhnya apa yang kita anggap kemajuan luar biasa yang telah dicapai manusia secara miris menunjukkan egoisme dan kebodohan manusia. 'Kemajuan' yang dicapai telah berakibat buruk pada bumi tempat tinggal manusia dan terlebih pada hewan dan tumbuhan, sesama makhluk hidup ciptaan Tian dan sekarang secara perlahan namun pasti mulai berbalik pada manusia, si pembuat ulah.
Sampah plastik telah menjadi persoalan serius. Timbunan sampah plastik yang dibuang di daratan berkumpul di Pusaran Subtropika Pasifik Utara seukuran benua kecil, terapung-apung di atas permukaan air dan ukuran…

CAP GO ME ITU MOVE ON

Salam Kebajikan,
Hari ini adalah zhengyue 15, 2570; hari terakhir saya beserta keluarga merayakan perayaan xin nian, sincia atau Tahun Baru Kongzili 2570.
Di berbagai kota di Indonesia, festival cap gome diisi dengan berbagai kegiatan budaya  yang begitu meriah dan shang yuan atau yuan xiao dimaknai dengan peribadahan agama, mengucap harapan atas berkah bumi, menutup rangkaian perayaan, pesta, silaturahmi, kontemplasi dan resolusi diri. Yuan xiao menandai dimulainya kembali karya dalam me-nyongsong hari depan yang lebih baik. Sebagai umat Khonghucu, persembahyangan yuanxiao menutup seluruh rangkaian persembahyangan tahun baru. Tak ada pesta yang tidak selesai, tak ada pula kontemplasi dan resolusi tanpa aksi nyata untuk mewujudkannya.
Tahun Baru Imlek keliru bila dikaitkan dengan harvest festival atau festival panen, karena menanam saja belum, mana mungkin sudah memanen. Dahulu kala, saat sebagian besar rakyat di Zhongguo sana masih bertani, capgome adalah awal musim tanam karena es tela…

TOUS LES JOURS

Salam Kebajikan,

Saya suka makan roti tous les jours yang lezat dan konon katanya, sehat. Sebagai orang Indonesia berlidah Sunda, saya tak bisa apalagi fasih mengucapkan kata tous les jours dan pada awalnya tak tahu apa arti kata tersebut. Kalau ditelusuri lebih jauh, ternyata perusahaan roti tersebut bukan perusahaan Perancis, tapi perusahaan Korea.
Tu-le-dzyu begitu kurang lebih dibacanya menurut teman yang telah melanglang buana ke manca negara dan fasih berbahasa Perancis. Jauh amat dengan cara saya membaca yang selama ini saya gumamkan dalam hati.
Tous les jours mempunyai arti setiap hari begitu menurut si mbah google. Saya cuma bisa menebak-nebak mengapa kata itu menjadi merek dagang sebuah perusahaan roti. Mungkin dimaksudkan roti dibuat tiap hari agar selalu fresh, lezat dan sehat? Entahlah. Perusahaan  tersebut yang tahu dan saya juga tidak hendak mempromosikan lebih lanjut mengenai roti.
"Bila suatu hari dapat membaharui diri, perbaharuilah terus setiap hari dan jagalah ag…

MENGHORMATI DAN MENGHARGAI

Gambar
Salam Kebajikan,
Dalam berbagai kesempatan, saya bertemu dengan orang-orang yang tanpa sadar memaksakan pemikiran dan keyakinan yang dianutnya terhadap orang lain yang mempunyai keyakinan dan pemikiran berbeda.
Sejak Sekolah Dasar hingga saya berkarir, bahkan sampai saya menjadi aktivis di MATAKIN, saya banyak bergaul dengan teman dan bertemu dengan orang-orang yang mencoba memaksakan pemikiran dan keyakinannya kepada saya dan menganggap saya adalah orang yang harus bertobat.
Tak mudah menyikapi situasi ini karena seringkali merupakan keyakinan agama dari kawan-kawan saya tersebut, bahwa apa yang baik bagi dirimu berikanlah pada orang lain. Waktu saya kuliah dulu, dengan pengetahuan agama saya yang sangat terbatas, karena tak tahan, saya berdebat sampai empat jam dengan kawan saya yang berusaha memaksakan keyakinannya kepada saya. Sampai akhirnya saya mengeluarkan bungkus korek api dan bertanya pada kawan saya tersebut, gambar apa yang dia lihat dari sisinya. Kata dia, gambar durian, say…

KITA MASIH PUNYA PENGHARAPAN

Hamparan hijau dedaunan diseling warna bunga dan rona buah. Bergemerisik ditiup bayu dan kera bergelayut. Mengumandangkan kidung hati tentang alam yang kaya bak surga sumringah di ujung sini. Tamparan pasir dan debu menerpa bebatuan yang nampak memerah. Menjerit ditiup bayu yang sama dan sengat laba-laba yang mengerut. Mendendangkan lagu rindu akan sejuknya air hujan dan belaian bidadari malam di ujung sana.
Kita anak manusia yang ada di ujung sini merasakan bahagia bergelimang harta berharap hidup tak kan pernah sirna. Namun mereka, anak–anak manusia berasal sama di ujung sana, yang terus berjuang memerah tenaga direnda nestapa, tak kuasa sekedar berharap hari esok akan berbeda.
Pada siapakah yang di ujung sini dan di ujung sana mencurahkan pengharapan? Apakah hamparan hijau dedaunan, pasir dan debu mempunyai takdir yang sama? Mereka hakikatnya sama tapi nyatanya dalam gambar mata kita, mereka berbeda... Yang satu dipenuhi suka, yang lain? Entahlah kita tak berani berkata-kata karena…

MEMBERI DAN MENERIMA

Salam Kebajikan,
Saya sering mendengar dan membaca tentang prinsip yang sangat populer dalam masyarakat 'take and give' dan 'give and take'. Prinsip ini seringkali dipertentangkan satu dengan lain. Banyak buku mengatakan bahwa hidup janganlah take and give, menerima baru memberi tapi seharusnya give and take, memberi untuk menerima.
Tak ada yang salah pada kedua prinsip tersebut saat diterapkan dalam dunia bisnis, tergantung tingkat kepercayaan pebisnis pada pembeli atau tingkat kepercayaan pembeli pada pedagang. Bahkan akhir-akhir ini dalam bisnis online ada online shop yang berani mengirimkan barang pada pemesan dan pemesan membayar saat barang diterima pembeli dan pembeli merasa cocok walaupun pembeli tak dikenal sebelumnya. Online shop itu 'percaya' pada semua pembeli. Tanpa kedua prinsip ini bisnis tak akan berjalan dengan baik.
Beberapa tahun yang lalu saya membeli buku berjudul 'Memberi untuk Mendapat Lebih Banyak', dan membacanya hingga tuntas, bu…

TAHUN BARU

Salam Kebajikan,

Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku tebal berjudul The Black Swan yang ditulis oleh Nassim Nicholas Taleb. Buku tersebut pada dasarnya menceritakan bagaimana Nassim menjadi kaya raya dari bisnis keuangan dan dia mempunyai strategi yang tidak lazim dalam bisnis keuangan.

Strateginya membutuhkan kesabaran yang luar biasa terhadap 'kerugian' (di atas kertas) yang ia derita hingga datangnya peristiwa luar biasa yang memang dia tunggu, dia memperoleh apa yang dia tuju yaitu memperoleh keuntungan yang besar, dia menjadi kaya raya di saat pialang lain bangkrut bahkan ada yang bunuh diri karena melakukan spekulasi yang terlalu berani karena serakah.

Saya bukan seorang ahli keuangan akan tetapi saya sudah membeli buku tersebut. Dalam kamus saya, kalau saya membeli buku, maka saya akan membaca buku yang saya beli sampai halaman terakhir. Perlu perjuangan luar biasa untuk menghabiskan membaca  buku tersebut. Tapi akhirnya saya berhasil membacanya sampai habis.

Nass…

CINTA-KASIH ITULAH KEMANUSIAAN

Salam Kebajikan,
Seandainya kita sedang berjalan-berjalan melihat seorang anak kecil menyebrang jalan sendirian dan hampir tertabrak motor, apa yang akan dilakukan? Kalau saya, karena melihat dan berada di dekatnya, dengan tanpa berpikir panjang saya akan berusaha meraihnya untuk menghindarkan dia dari kecelakaan.
Bila di tempat berbeda, saya melihat seorang anak kecil akan masuk ke dalam sumur, reaksi yang sama akan timbul seperti waktu saya melihat anak akan tertabrak motor, saya akan berusaha menyelamatkannya. 
--Saya memang orang baik.
Ketika saya tanyakan kedua pengandaian itu kepada mahasiswa pada saat mengajar Mata Kuliah Wajib Umum Agama Khonghucu di Universitas, jawabannya sama dengan apa yang saya lakukan. 
--Mahasiswa saya memang orang baik.
Saat saya tanyakan hal yang sama kepada para pendeta saat saya berbicara disuatu acara yang dilaksanakan oleh Pesekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI), ternyata jawabannya sama. 
--Para pendeta memang orang baik.
Begitupun pada acara-acar…

SELESAIKAN

Salam Kebajikan,
Sikap pantang menyerah dan mau bekerja keras banyak ditulis dalam buku-buku kepribadian. Hampir semua orang sukses menunjukkan pada saya satu etos yang sama. Dalam perjuangan mereka mencapai keberhasilan tidaklah mulus rata. Kerikil-kerikil berserakan di sepanjang jalan mereka, bahkan gunung menjulang perlu didaki, sungai-sungai berganti dengan air comberan, onak duri acap menggores tubuh dan jiwa.
Sepanjang jalan tidak sedikit hambatan dan tantangan menghadang. Orang-orang sukses selalu dihadapkan pada dua pilihan, menyerah terkapar nanar atau terus berlari, berjalan bahkan merangkak menggapai tujuan. Orang-orang sukses selalu sama, dia memilih yang kedua. 
Mereka telah mempunyai tujuan yang pasti dan mempunyai ketetapan pada tujuan tersebut. Tak goyah dengan hambatan dan tantangan apapun. Bagi mereka ancaman dan tantangan adalah peluang. Hidup pejuang memang senantiasa berada dalam krisis yang menampilkan ancaman dan peluang. Karena mereka telah mempunyai ketetapan pa…