SELESAIKAN

Salam Kebajikan,

Sikap pantang menyerah dan mau bekerja keras banyak ditulis dalam buku-buku kepribadian. Hampir semua orang sukses menunjukkan pada saya satu etos yang sama. Dalam perjuangan mereka mencapai keberhasilan tidaklah mulus rata. Kerikil-kerikil berserakan di sepanjang jalan mereka, bahkan gunung menjulang perlu didaki, sungai-sungai berganti dengan air comberan, onak duri acap menggores tubuh dan jiwa.

Sepanjang jalan tidak sedikit hambatan dan tantangan menghadang. Orang-orang sukses selalu dihadapkan pada dua pilihan, menyerah terkapar nanar atau terus berlari, berjalan bahkan merangkak menggapai tujuan. Orang-orang sukses selalu sama, dia memilih yang kedua. 

Mereka telah mempunyai tujuan yang pasti dan mempunyai ketetapan pada tujuan tersebut. Tak goyah dengan hambatan dan tantangan apapun. Bagi mereka ancaman dan tantangan adalah peluang. Hidup pejuang memang senantiasa berada dalam krisis yang menampilkan ancaman dan peluang. Karena mereka telah mempunyai ketetapan pada tujuan, perjalanan selanjutnya adalah seni yang diaplikasikan dalam  strategi dan aksi untuk mencapai tujuan.  'Mengimankan tekad' adalah unsur kunci, bahan bakar untuk mau bekerja keras melebihi orang-orang pada umumnya, orang lain melakukan 10 kali, maka orang sukses melakukan 1000 kali. Walau kadang apa yang menjadi tujuan yang hendak dicapai tidak tercapai dengan penuh sepanjang hidupnya, semangat mereka akan memberi inspirasi. 

Zhisheng Kongzi berkelana selama 13 tahun dari negeri ke negeri  menggemilangkan kebajikan karunia Tian sehingga cahayanya memenuhi ruang dan waktu, mengembalikan dunia ke dalam dao. Perjalanan 13 tahun adalah proses kulminasi atas upayanya bertahun-tahun sejak beliau muda usia, fokus pada tujuan karena Beliau yakin bahwa apa yang Beliau lakukan adalah Tianming.

Ketetapan pada tujuan, pantang menyerah, bekerja keras dan pada prosesnya ada campur tangan ilahi menjadikan Beliau menjadi Nabi Agung Sepanjang Masa.

Cerita-cerita seperti ini terus berulang dari masa ke masa, dari bangsa ke bangsa, dari pribadi ke pribadi menembus ruang dan waktu. Sebut saja Shun, Yu, Wen, Wu, Zhou Gong, George Washington, Abraham Lincoln, Winston Churchil,  Mahatma Gandhi, Mandela, Che Guevara, Lech Walessa,  Mao, Deng, Bung Karno, Jack Ma, Thomas Alfa Edison, Galileo, Mozart, Picasso, Valentino Rossi, Muhammad Ali, Tan Yoe Hok, Rudy Hartono, Martina Navratilova, Federer, dan banyak tokoh-tokoh besar lainnya serta tokoh-tokoh agak besar atau kurang besar seperti anda dan saya yang menapaki jalan yang sama dengan semangat yang sama walau mungkin hanya dalam salah satu momen kehidupan kita.

Mereka, Anda, dan saya sama. Dengan ketetapan pada tujuan, pantang menyerah, bekerja keras, dan pada prosesnya ada campur tangan ilahi  akan menjadikan kita berhasil.

Kalau saya renungkan, dalam kehidupan saya berkali-kali saya mengalami hal yang sama. Saya sering merasa putus asa dan ingin menyerah, tapi saya tak kuasa menyerah dan putus asa karena rasa malu saya bila melakukan itu. Kalau saya lakukan itu saya tak sanggup menanggung malu saat menengadah kehadapan Tian, Nabi, para leluhur, dan orang tua dan tak kuasa merah muka saat melihat pada sesama manusia, pada  keluarga, anak-anak, kawan-kawan, dan generasi muda.  Kalau saya putus asa dan menyerah, saya malu menjadi umat Khonghucu. Perasaan itulah yang menjadikan saya selesai menyelesaikan tugas dan proyek-proyek saya, salah satunya meraih gelar Magister Agama ditengah kesibukan saya sebagai Ketua Umum Matakin dan menyelesaikan tugas sebagai Ketua Umum Matakin. 

Padahal saya cuma seorang Uung, manusia biasa yang tak istimewa-istimewa amat. Bahkan mungkin memang sebetulnya biasa-biasa saja, suka makan sayur asem pakai ikan asin, nasi goreng dipinggir jalan, nasi lengko, dan nasi campur. Punya darah dan daging, banyak  kekurangan dan banyak melakukan kesalahan.

Dengan ketetapan pada tujuan, pantang menyerah, bekerja keras, dan pada prosesnya ada campur tangan ilahi saya berhasil.

Benar adanya apa yang dikatakan dalam kitab Mengzi bahwa Bila Tian Yang Maha Esa akan menjadikan seseorang besar akan dipayahkan urat dan tulangnya sehingga tak punya apa-apa, dan seterusnya... 

Saya tidak hafal ayat dan sok-sok-an ngutip ayat... Saya cari dulu ayatnya ya...
Nah ini dia ayatnya: Mengzi VIB: 15, ketemu juga.

Saya pengikut Guru Agung Sepanjang Masa, jauh banget buat jadi Agung dan ogah juga ganti nama jadi Agung. Minimal momen itu mudah-mudahan jadi contoh dan kebanggaan anak-anak saya serta almarhum mama papa, syukur-syukur generasi muda yang kebetulan baca blog ini mau juga mengikuti jalan yang sama buat berhasil. 

Yang tua juga boleh sih kalau mau ikutan... (US)

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU