TIAN ITU TUHAN ATAU LANGIT?

Salam Kebajikan,



Dalam sidang tesis saya untuk memperoleh gelar S2 di Fakultas Ushuluddin Jurusan Studi Agama-Agama, Konsentrasi Agama Khonghucu, ada pernyataan menarik dari salah seorang penguji, bahwa memangnya kenapa kalau Tian itu ditafsirkan sebagai langit, kan langit itu seringkali menjadi ungkapan kekuasaan yang berada di atas. Selintas pernyataan ini tidak mengandung masalah, namun sebetulnya mengandung konsekuensi serius dalam keseluruhan cara orang memandang suatu ajaran seperti ajaran Khonghucu. Betapa tidak? Bagi orang awam, langit adalah langit yang berada di angkasa. Langit adalah alam, tidak menunjukkan suatu kekuasaan supranatural. Dalam teks-teks kitab sishu ada 84 huruf Tian yang tertulis secara mandiri, tidak diikuti atau didahului huruf lain seperti misalnya tiandi yang memiliki arti langit dan bumi dan tianxia yang memiliki arti kolong langit atau dunia.

Kalau kita membaca kitab sishu dengan teliti, maka akan kita dapati perbedaan yang nyata antara pengertian tian dalam tiandi dan tianxia dengan tian yang ditulis mandiri. Tian yang ditulis mandiri kurang tepat bila diterjemahkan sebagai langit, karena tian bisa menentukan jatuh dan bangunnya suatu dinasti, diangkatnya seorang raja, menentukan mati hidup,  menentukan kaya dan mulia, dsb.

Kembali kepernyataan penguji tersebut, dengan menafsirkan atau menerjemahkan tian sebagai langit, orang awam akan menangkap bahwa dalam kitab sishu tidak dikenal Tuhan artinya apa yang diajarkan oleh zhisheng Kongzi bukan bersumber dari  Tuhan YME dan kita mendapati penerjemahan kitab sishu ke dalam berbagai bahasa menjadi berbeda dan ajaran Khonghucu adalah hasil pemikiran filsuf  Confucius.

Disitulah salah satu persoalan yang timbul sehingga saya tertarik untuk meneliti dan menuliskan tesis "Tian dan Sheng dalam Penafsiran Cendekiawan dan Rohaniwan Matakin serta Pengamat Budaya Tionghoa di Indonesia". (US)





Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU