LINGKUNGAN YANG KITA PILIH DAN PERBAIKI


Salam Kebajikan, 

Sering tidak kita sadari, sebetulnya kita mempunyai banyak pengetahuan yang baik dari berbagai sumber, diantaranya dari buku yang kita baca, pengalaman orang lain, cerita yang kita dengar, gambar yang kita lihat, film yang kita tonton, diskusi dengan kawan, whatsapp yang kita dapat, youtube yang kita streaming, status facebook, meme (dibaca: mim) dan banyak lagi sumber lainnya baik didapat dengan sengaja maupun kebetulan.

Pengetahuan yang baik bila diaplikasikan dalam kehidupan seyogianya akan berdampak baik bagi kehidupan. Sayangnya pengetahuan baik tersebut seringkali berhenti hanya menjadi pengetahuan. Kita sering abai dengan berbagai alasan sehingga kita tak mendapat manfaat besar dari pengetahuan tersebut, mungkin paling-paling kita menjadi pintar berkotbah, pengajar, pendongeng, atau pemberi nasihat dan tanpa sadar sebetulnya kita tidak mempraktekkannya.

Salah satu cerita yang sangat populer dan telah berusia ribuan tahun, serta telah diceritakan dari generasi ke generasi adalah cerita mengenai ibu Mengzi yang bijaksana. Cerita ibu Mengzi yang bijaksana merupakan pengetahuan yang luar biasa dan telah teruji ribuan tahun. Cerita ini memberi inspirasi pada banyak orang di berbagai jaman.

Bagaimana tidak? Dari kejadian keseharian dan keputusan seorang ibu, dapat mengubah seorang anak yang 'malas' menjadi orang yang pada saat dewasanya menjadi seorang yang sangat bijaksana dan berpengaruh pada suatu etnis bahkan meluas pada orang-orang di berbagai penjuru dunia, lintas etnis dan lintas jaman. Sejarah mencatat, Mengzi sang penegak adalah ya sheng, orang suci, dan bijaksana kedua setelah Kongzi, yang mempunyai pengaruh luar biasa bagi kehidupan banyak orang dari berbagai strata sosial dari berbagai jaman.

Sebagai orang tua tunggal, ibu Mengzi perlu berpindah tiga kali untuk mendapatkan lingkungan yang tepat bagi putra tercintanya. Dia berpindah dari tempat tinggal dekat pemakaman, ke dekat pasar, dan akhirnya ke dekat sekolah. Di dua tempat tinggal pertama Mengzi meniru kebiasaan yang kurang baik bagi pertumbuhan karakter dan perilakunya. Barulah setelah bertempat tinggal dekat sekolah, ibu Mengzi melihat perkembangan positif putranya.

Di tempat itu ia belajar membaca. Setelah dapat membaca, ia mulai rajin membaca buku. Banyak buku kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan dipelajarinya dengan tekun. Ia juga berdiskusi dengan murid-murid yang ada di sekolah itu. Hari demi hari, tahun demi tahun, Ibu Mengzi gembira melihat anaknya begitu suka pada belajar-mengajar.  Karena kesukaanya belajar, berdiskusi, dan membaca buku, Mengzi berkembang menjadi orang yang sangat dikagumi kepintaran dan hikmahnya.

Pertanyaan yang tersisa pada kita adalah apakah pengetahuan yang terkandung dari cerita ini telah menginspirasi kita untuk kita praktekkan dalam kehidupan kita?

Apakah kita telah memilih lingkungan yang baik bagi putra-putri kita? 

Mungkin kita telah memilih lingkungan yang baik bagi putra-putri kita, mungkin kita pun telah menyekolahkan putra-putri kita, orang yang begitu kita kasihi di sekolah terbaik.

Pertanyaan berikutnya yang mungkin tak terpikirkan adalah apakah kita juga telah memilih lingkungan yang baik bagi diri kita sendiri? Lingkungan pekerjaan seperti apa yang kita miliki? Pekerjaan yang dipenuhi integritas ataukah tipu daya, pekerjaan yang dipenuhi kompetisi sehat ataukah saling sikut? Lingkungan teman seperti apa yang kita miliki? Teman-teman seperti apa yang kita miliki? Apakah yang berpikir positif, penuh gairah dan harapan ataukah yang berpikir negatif, penuh keluh gerutu dan sesal penyalahan?

Dalam organisasi seperti apa Anda terlibat? Apakah organisasi penuh intrik dan gosip atau organisasi tempat dimana Anda dapat belajar mengembangkan diri dan saling mendukung?

Lingkungan tempat ibadah seperti apa yang kita miliki? Apakah tempat ibadah yang beraura positif, dipenuhi suasana saling mendukung ataukah tempat ibadah beraura negatif yang dipenuhi gosip? Kalau negatif dan penuh gosip saya dan Anda tentu tak kerasan disana. Jangan heran bila orang-orang yang ingin maju tak kerasan dan menghilang tanpa permisi.

Coba Anda  pikirkan lagi lingkungan lain, tempat Anda menjalankan keseharian Anda, apakah positif atau negatif? Jangan lupa cek grup-grup whatsapp dan Line Anda. Cek juga berita yang Anda baca dan bacaan yang Anda baca. Saya juga sedang melakukan hal yang sama.

Tak kalah pentingnya, suasana  keluarga/rumah tangga seperti apa yang kita bangun sehingga memberi tempat terbaik bagi kita dan orang-orang yang kita cintai? Lingkungan dalam rumah dapat kita ciptakan. Kita tak boleh lalai belajar untuk ini karena sangat berharga.

Cerita ibu Mengzi bukanlah hanya tentang lingkungan yang dipilih untuk anak Anda dan saya, tapi juga tentang lingkungan yang Anda dan saya pilih. Pengaruh lingkungan sangat besar bagi kita, untuk kualitas hidup kita, keberhasilan kita, karakter kita dan terlebih lagi untuk ketenangan dan kebahagiaan kita. Saya sedang berusaha memilih dan memperbaiki lingkungan tempat saya berada. Entah dengan Anda. (US)

Renungan: Lunyu IV: 1,  Mengzi IIA: 7

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU