MENULIS BUKU PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU

Salam Kebajikan,

Beberapa hari terakhir, saya bersama beberapa kawan penulis sedang berada di Icon Hotel Bogor memenuhi undangan Universitas Terbuka untuk membuat modul Pendidikan Agama Khonghucu yang menurut informasi bukan hanya akan digunakan oleh Universitas Terbuka, tetapi juga Perguruan Tinggi lain di seantero tanah air. Di samping modul, akan dibuat pula GBPP, kisi-kisi soal, soal, power point, video dan materi-materi lain yang dapat mendukung pembelajaran mahasiswa. Js. Gunadi, Js. Hartono H, Gunadi H, Novianti, dan saya berkolaborasi mengerjakan ini semua.

Sebelum ini, pada tahun 2011, saya bersama Js. Hartono Hutomo dan Js. Gunadi juga menjadi penulis/pengembang modul Pendidikan Agama Khonghucu Universitas Terbuka yang terdiri atas 9 modul. Penulisan modul kali ini pun rencananya akan terdiri atas 9 modul, saya mendapat tugas menulis 3 modul.

Demikian pula pada tahun 2016 saya menjadi salah seorang penulis buku Pendidikan Agama Khonghucu untuk Perguruan Tinggi, yang diterbitkan Belmawa Kemenristek DIKTI RI bekerja sama dengan Ditjen pajak, menyempurnakan buku sebelumnya yang diterbitkan oleh Belmawa Kemenristek DIKTI pada tahun 2014. Dalam penulisan buku tahun 2014, saya menjadi salah seorang penulis bersama Dr. Adji Djojo dan Kristan. Saya menulis 3 Bab. Pada saat inklusi pajak di tahun 2016, saya mengerjakan sendiri.

Modul dan buku-buku yang kami tulis mencakup berbagai topik, dari Tuhan dan Ketuhanan, Agama, Tujuan Hidup dan Afterlife, Spiritualitas, Hakikat Manusia hingga masalah Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Hukum, Kerukunan umat beragama, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan lain-lain. Modul dan buku memang harus terus diperbaharui agar dapat mengikuti perkembangan jaman yang demikian cepat. Pengetahuan penulis pun turut berkembang dan bisa saja penulisan tentang suatu istilah atau topik tidak lagi sama dengan beberapa tahun yang lalu.

Bagi kebanyakan orang, menulis bukanlah ketrampilan yang mudah, seperti juga berbicara di depan umum. Pada kenyataannya setiap orang mempunyai kegemaran dan keahlian masing-masing. Orang yang kurang bisa menulis atau berbicara di depan umum, mungkin menguasai bidang lain yang tidak dimiliki oleh para penulis dan public speaker. Saya selalu beranggapan, setiap orang mempunyai keahlian dan talenta masing-masing. Setiap orang unik dan berguna bagi dirinya dan sesamanya. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hanya tinggal masalah kemauan untuk menggali potensi diri dan kemauan belajar untuk mengembangkan. Syukur-syukur memiliki semangat untuk berbagi dengan sesama, karena salah satu kunci sukses yang utama adalah kemauan membantu orang lain sukses. Tian menciptakan kita sebagai manusia tentu ada manfaatnya bagi orang lain dan alam semesta.

Saya bukan seorang ahli dalam menulis, apalagi menulis buku-buku keagamaan Khonghucu yang membutuhkan pemikiran mendalam. Kalaupun sekarang saya menjadi penulis dan editor beberapa buku, itu terjadi secara kebetulan dan mengalir begitu saja seiring berjalannya waktu dan aktifitas saya dalam organisasi keagamaan dan buletin keagamaan. Kadang saya menjadi penulis buku karena orang lain tidak ada yang bersedia menulis, ini terjadi saat saya menjadi salah seorang penulis buku yang diterbitkan oleh Komisi Yudisial.

Seiring perjalanan waktu, saya mulai banyak diundang dan menghadiri berbagai workshop dan seminar dengan berbagai topik yang berbeda-beda, baik sebagai peserta maupun sebagai nara sumber. Maka saya mau tak mau harus menuangkan pemikiran saya dalam bentuk makalah dengan topik yang berbeda-beda.

Begitulah, akhirnya saya menjadi seorang 'penulis'.

Sekarang, saya mempunyai blog sendiri, tempat saya mengekspresikan pemikiran saya dan berlatih menulis tulisan-tulisan pendek. Lama kelamaan menulis itu cukup mengasyikkan dan memberi tantangan tersendiri. Saya perlu terus menambah pengetahuan dan memperluas cara berpikir saya dengan membaca buku-buku agar tulisan-tulisan yang dibuat tidak membosankan dan kekinian. Mungkin ada yang gemar membaca tulisan-tulisan saya, ada pula yang terpaksa membaca karena tak banyak tulisan-tulisan mengenai kehidupan dari perspektif seorang umat Khonghucu, ada pula yang tak berminat membaca. Apapun tanggapannya, saya akan terus menulis, siapa tahu ada tulisan saya yang berguna dan memberi inspirasi pada pembaca.

Menurut salah satu buku yang saya baca, tulisan yang kita buat tidak dibatasi oleh tembok kelas sehingga siapa saja bisa membacanya, dan dapat menembus ruang dan waktu, berbeda dengan pelajaran yang diberikan oleh seorang guru di kelas dan tidak sempat ditulis, yang hanya terbatas didengar oleh murid-murid dalam kelas tempat dia mengajar.

Anda tertarik untuk menulis? Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai.

Selamat membaca dan merenung!

Ditulis di sela-sela kegiatan workshop penulisan modul Universitas Terbuka Icon Hotel tanggal 10–13 April 2019 dan dalam perjalanan pulang naik commuter line. (US)

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU