GUAN YIN = AVALOKITESVARA?

Salam Kebajikan,

Siapakah shenming yang sangat populer dan banyak disembahyangi di kalangan masyarakat Tionghoa? Walau ada beberapa shenming seperti Guan Gong, Xuan Tian Shang Di, Tian Shang Sheng Mu, dan Fu De Zheng Shen sangat populer di kalangan rakyat dan menjadi 'tuan rumah' di banyak kelenteng, saya pikir yang paling populer dan banyak disembahyangi oleh masyarakat umum di seluruh dunia adalah Guan Yin Niang Niang. Guan Yin Niang Niang adalah shenming yang selalu mendengarkan suara doa umat yang percaya, sesuai nama/gelar yang melekat padanya 'Guan Yin' yang bermakna mendengarkan suara (doa).

Seperti dalam banyak agama dan kepercayaan lain yang tidak hanya mencatat sejarah tapi juga legenda atau mitologi, beriringan dengan kepercayaan terhadap tokoh-tokoh sucinya yang berkembang dari masa ke masa di kalangan masyarakat yang mempercayai, banyak cerita dan legenda mengenai Guan Yin.

Salah satu cerita dan legenda yang sekarang populer adalah Guan Yin dalam versi agama Buddha yang dapat dibaca di buku-buku, wikipedia maupun sumber lain yang bisa ditelusuri di google atau kepustakaan. Dalam cerita dan legenda mengenai Guan Yin tersebut bercampur antara latar belakang sejarah dan mitologi yang mengiringi dari masa ke masa. Dalam pemahaman ini Guan Yin adalah tokoh yang sama dengan Avalokitesvara

Menurut versi ini, pengertian Avalokitesvara dalam bahasa Sansekerta adalah:
Valokita (Kwan/Guan/Kwan Si/ Guan Shi) bermakna “Melihat ke bawah atau Mendengarkan ke bawah”. 

Bawah di sini bermakna ke dunia, yang merupakan suatu alam (lokita). Svara (Im/Yin) berarti suara. Yang dimaksud adalah suara dari makhluk-makhluk yang menjerit atas penderitaan yang dialaminya. Oleh sebab itu dikatakan Kwan Im adalah Bodhisatva yang melambangkan kewelasasihan dan penyayang.

Sebagai umat Khonghucu, saya mempunyai pendapat yang berbeda mengenai Guan Yin.

Bagi saya Guan Yin seperti juga Xuan Tian Shang Di adalah shenming langit. Kedua shenming ini sejak awal berwujud spirit (roh), bukan berwujud manusia. She atau Fu De Zheng Shen adalah shen ming bumi yang juga berwujud spirit (roh). Shenming langit dan shen ming bumi berwujud spirit/roh kalau menggunakan terminologi agama lain adalah malaikat yang sejak awal diciptakan oleh Tian dalam wujud roh. Fu De Zheng Shen (She) misalnya, dalam kitab Liji dikatakan awalnya berwujud gundukan tanah. Lalu dikaitkan dengan tokoh Zhang Fu De. Shenming Guan Yin pun demikian adanya, awalnya berwujud spirit, lalu dikaitkan dengan puteri Miao Shan dan belakangan seiring masuknya agama Buddha dengan Avalokitesvara.

Shenming langit dan shenming bumi dipersonifikasikan dalam wujud 'manusia' (Miao Shan dan Zhang Fu De) yang wujudnya memberi perlambang tertentu beserta legenda, ritus dan kultus yang mengiringi. Shenming langit dan shenming bumi melengkapi tiga entitas (San Cai) Tian Di Ren dalam kosmologi dan spiritualitas keyakinan agama Khonghucu bersama dengan shenming manusia seperti Guan Gong yang awalnya memang adalah manusia yang kemudian disembahyangi karena keteladanan kebajikannya (zhong yi, setia dan memegang teguh kebenaran) atau Tian Shang Sheng Mu yang disembahyangi karena baktinya yang besar.

Berkaitan dengan Avalokitesvara apakah sama dengan Guan Yin, beberapa tahun yang lalu, saya mengikuti kegiatan lintas agama di Hotel Bidakara Jakarta. Pada kesempatan itu saya sempat bertanya kepada seorang tokoh Hindu yang menguasai bahasa Pali dan Sansekerta mengenai pengertian Avalokitesvara.

Menurut sang tokoh, Avalokitesvara adalah nama dewa/dewi dalam agama Buddha di India Utara yang merupakan dewa/dewi pelindung dan pemberi kemakmuran. 

Avalokitesvara merupakan rangkaian empat kata
Ava + loka + hita + iswara.
Ava = bawah, turun di bumi
Loka = dunia
Hita = sejahtera
Iswara = penguasa

Dewa pelindung dan pemberi kemakmuran ini dilambangkan dengan wujud cantik, bisa berwujud dewi (perempuan cantik) atau berwujud dewa ('cantik' seperti arjuna) laki-laki (dewa). Kecantikan artinya unsur positif (+) = sakti. Kecantikan melambangkan kesaktian. 

Maka Avalokitesvara bermakna kekuatan Tuhan yang diturunkan ke dunia (ava) untuk mengatur kehidupan (perlindungan dan kesejahteraan). Tafsir yang berbeda dengan apa yang populer sekarang ini. Menurut sang tokoh, kurang tepat bila kata akhir svara diartikan suara karena svara disini adalah isvara yang artinya penguasa. Dalam pemahaman ini, Avalokitesvara tidak memiliki arti mendengarkan suara doa seperti Guan Yin.

Perbedaan pemahaman inilah mungkin yang menyebabkan jinshen Guan Yin di kelenteng-kelenteng zaman dulu berbeda dengan jinshen Guan Yin (avalokitesvara) di kelenteng-kelenteng sekarang yang telah menjadi vihara atau TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma). Ada pergeseran. Entahlah.

Saat kanak-kanak saya diajarkan oleh papa untuk membaca jing, khususnya Guan Yin Jing (Kwan Im Keng) saat sedang galau, untuk memperoleh ketenangan atau untuk melindungi diri dari gangguan
makhluk halus atau ilmu gaib yang dapat memberi pengaruh buruk pada saya.

Ada rasa tenang saat membaca jing, merasa terlindungi dan yakin bahwa suara doa saya akan didengar oleh Guan Yin Niang Niang, penguasa alam rohani. 

Percakapan saya dengan tokoh Hindu menjawab keheranan dan rasa penasaran saya tentang apakah Guan Yin Niang Niang sama dengan Avalokitesvara.

Anda boleh setuju atau tidak setuju dengan cerita dan pemahaman yang saya tulis atau cerita lain yang ada dan bisa Anda baca. Keyakinan saya adalah apa yang saya tuliskan disini. Beragama tidaklah harus sama. Kita jalankan saja keyakinan kita masing-masing. Saya menghormati keyakinan Anda, saya harap Anda juga menghormati keyakinan saya. (US) 18052019

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU