JING-ZUO 靜坐 (2)

Salam Kebajikan,

Praktik jing-zuo

Jing-zuo Terarah

Latihan jing-zuo berikut ini mengembangkan keterampilan mental. Bereksperimenlah dengan jing-zuo sesering mungkin. Beberapa menit setiap haripun dapat memberikan manfaat.

Carilah sedikit waktu senggang di mana tidak ada tanggung jawab yang harus dipikul. Pergilah ke suatu ruangan yang sepi di rumah, sebuah taman yang menyenangkan, atau tempat apapun yang dapat membuat merasa nyaman.

Duduklah. Tidak ada aturan yang pasti mengenai cara duduk. Jika suka duduk di lantai, silakan saja. Tetapi, harap diketahui bahwa kita tetap dapat sama suksesnya jika jing-zuo di kursi yang nyaman. Bereksperimenlah. Carilah sesuatu yang paling cocok.

Pejamkan mata. Duduklah selama beberapa menit. Biarkan tubuh menjadi tenang, pernapasan menjadi teratur dan pikiran menjadi sedikit lebih terkendali. Pertahankan agar pikiran tetap terpusat pada saat yang hening ini. Cobalah untuk membuat pikiran tetap terbebas dari gagasan yang tidak diperlukan atau simpang siur. Kalau mendapati betapa pikiran berkeliaran, kita harus dengan lembut mengembalikan kesadaran pada momen hening ini. Bilamana waktu duduk telah selesai, kembalilah ke kegiatan sehari-hari. Apakah ketenangan batin itu telah dapat dipertahankan?

Jing-zuo adalah kesempatan bagi pikiran kita untuk menjadi lebih terfokus, tidak terpecah-pecah ke sejuta arah. Karena itu, perhatian dapat kita arahkan kemanapun kita inginkan. Kita dapat mengembangkan kemampuan ini lebih jauh lagi dengan sungguh-sungguh berfokus pada satu topik.

Berbeda dengan sejumlah meditasi yoga yang hanya memusatkan perhatian pada satu hal, umat Ru-Khonghucu memilih untuk menggunakan area fokus yang lebih luas untuk mendapatkan disiplin yang luwes.

Pilihlah suatu topik yang akan dipikirkan, lalu duduk hening sebagaimana dilakukan dalam latihan sebelumnya. Ketika merasa bahwa kita relatif tenang, beralihlah pada topik yang telah kita pilih. Pikirkan hal ini baik-baik dan jangan memikirkan hal lainnya. Jika pikiran mulai berkeliaran, bawalah kembali perhatian ke topik pilihan tadi. Cobalah membuat pikiran tetap jernih dan terarah pada topiknya. Jika pikiran tetap saja berkelana, atau merasa buntu, berhentilah dan pilihlah waktu yang lain. Jika pikiran tetap terarah, lanjutkan sampai waktu yang disisihkan untuk jing-zuo.

Cheng Hao percaya bahwa, “Alam tetap tenang ketika sedang melakukan kegiatan maupun ketika sedang diam.” Sifat alami kita yang asli dapat tetap tenang, bahkan ketika berada di tengah kegiatan. Begitu kita menjadi nyaman di dalam jing-zuo, kita dapat membawa kenyamanan itu ke dalam kehidupan sehari-hari untuk membimbing pikiran kembali ke pusat ketenangan sepanjang hari.


Jing-zuo di Tengah Kegiatan

Luangkan waktu di tengah kegiatan untuk berhenti bekerja beberapa saat dan jing-zuo. Boleh jadi kita merasa cara ini paling mudah sebagai permulaan jika kita mencobanya di rumah, saat kita melaksanakan tugas rumah tangga yang sederhana. Hentikan kegiatan, duduklah selama satu atau dua menit, dan biarkan pikiran terkumpul seperti halnya yang dilakukan dalam latihan jing-zuo terarah.

Mungkin dapat membantu kalau kita ingat pengalaman latihan pertama itu. Ketika waktu telah habis, kembalilah ke kegiatan yang sedang dilaksanakan. Dengan melakukan ini diharapkan dapat menghadapi tugas dengan ketenangan dan kesadaran yang baru saja diperbaharui.

Setelah merasa nyaman dengan latihan ini, cobalah untuk melakukan di tengah kegiatan yang lebih rumit.


Jing-zuo Aktif

Umat Ru-Khonghucu dibimbing agar dapat memfokuskan pikiran pada kegiatan apapun yang sedang dikerjakan. Baik ketika aktif atau beristirahat, berbicara atau diam, perhatian harus terfokus pada kegiatan itu. Jing-zuo dimaksudkan untuk menerapkan fokus agar dapat secara sadar menjalani kehidupan sehingga mampu hidup sepenuh hidup.

Berjalan-jalanlah 5-15 menit. Pertahankan agar pikiran tetap berfokus pada jalan-jalan itu. Perhatikan tanah yang menjadi tempat menapakkan kaki ketika melangkah, suhu udara yang terasa di kulit, dan pengindraan lain apapun yang sedang dialami. Tengoklah ke sekeliling ketika sedang berjalan. Simaklah hal-hal yang dilihat dan dengarkan di sepanjang jalan. Ijinkan dan ikuti pikiran yang relevan, barangkali renungan tentang berada di alam atau pengamatan atas seekor burung atau sebatang pohon. Pertahankan pikiran agar semata terpusat pada pengalaman ini. Jangan membiarkan perhatian terpecah pada pikiran yang tidak berkaitan. Jika kita menyadari bahwa kita terganggu, bawalah kembali perhatian kita.

Kemudian, kita dapat mencoba latihan ini dengan kegiatan lainnya. Kita harus selalu berusaha membuat perhatian tetap terfokus pada sesuatu yang sedang dilakukan. Biarkan masuknya pikiran dan asosiasi yang berkaitan, tetapi jangan melanjutkan pikiran yang tidak berkaitan atau tidak relevan.

Kita semua sanggup mengenali standar yang ada di dalam batin kita sendiri. Jalur untuk mengikutinya diperlihatkan dengan penyesuaian yang peka. Kita semua makan dan minum, tetapi hanya sedikit dari kita yang dapat membedakan cita-rasa. Kita dapat menguatkan persepsi dengan latihan, yakni dengan jing-zuo.


Sumber: Matakin, Tata Agama dan Tata Laksana Upacara Agama Khonghucu, dan C. Alexander Simpkins and Annellen Simpkins, Simple Confucianism, Tuttle Publishing, Boston.

Zhu Xi (1130–1200M), Wang Yang Ming (1472–1529 M) dan Cheng Hao (1032–1085 M) adalah tokoh-tokoh Dao Xue Jia 道學家 atau lebih dikenal oleh orang Barat sebagai Neo Confucianism.

Dikutip dari buku Hidup Bahagia dalam Jalan Suci Tian (2010) (US)

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU