TIGA AKTIFITAS DASAR



Salam Kebajikan,

Bagaimana agama Ru-Khonghucu membimbing umatnya hidup di dalam Dao, mengikuti Firman Tian dan mencapai tujuan tertinggi sebagai manusia baik selama hidup di dunia maupun pada saat kembali keharibaan Kebajikan Tian?

Di satu sisi ada orang mempelajari ajaran Ru-Khonghucu hanya sekedar etika, budi pekerti yang tidak ada kaitannya dengan Firman Tian, di sisi lain ada orang-orang mengaku beragama Khonghucu dengan menjalankan ibadah sembahyang di bio-bio atau di kelenteng-kelenteng tanpa mengerti maksud ibadah yang dilakukan dan sekedar melakukan tradisi yang dilakukan turun temurun oleh para leluhur dan orang tua mereka. Di lain pihak ada juga orang-orang yang mempelajari Ru-Khonghucu sebagai Filsafat dan mereka menganggap Ru-Khonghucu merupakan Filsafat yang diajarkan oleh Filsuf Confucius beserta murid-muridnya.

Tidak mengherankan orang-orang yang hanya mempelajari ajaran Ru-Khonghucu sekedar etika, budi pekerti atau filsafat tidak menganggap Ru-Khonghucu sebagai agama yang bersumber dari Tian. Tidak mengherankan pula orang-orang yang melihat orang menjalankan sembahyang semata menganggap persembahyangan yang dilakukan beserta tradisi lain yang mengikuti menganggap sebagai kepercayaan atau budaya orang-orang tionghoa yang tidak ada kaitan dengan agama tertentu.
Orang-orang yang mempelajari ajaran Ru-Khonghucu sebagai etika, budi pekerti atau filsafat biasanya tidak membaca kitab Si ShuWu Jing dan Xiao Jing secara utuh, mereka hanya membaca kitab Si Shu, khususnya Lun Yu dan tentu saja tidak melaksanakan tuntunan persembahyangan/ibadah sesuai kitab Si Shu Wu Jing, atau kalaupun ikut melaksanakan persembahyangan dan perayaan seperti Tahun Baru Imlek, Cap Go MeQing Ming, Pe CunJing He PingDong Zhi dan lain-lain tidak mengerti persembahyangan dan perayaan hari-hari raya tersebut sebetulnya merupakan hari besar keagamaan yang bersumber dari kitab Suci Si Shu Wu Jing dan menganggapnya sebagai budaya semata.Tidak mengherankan, tidak sedikit dari mereka bahkan memeluk agama lain.
Kalau kita membaca kitab Si Shu Wu Jing dan Xiao Jing secara lengkap, kita akan menyadari bahwa agama Ru-Khonghucu adalah agama yang Religius Filosofis. Di satu sisi mengajarkan ibadah persembahyangan kepada Tian, para Nabi, Shen Ming dan leluhur, disisi lain mengajarkan etika, budi pekerti dan filsafat. 

Pada kenyataannya manusia bukanlah sekedar makhluk yang rasional, tetapi juga makhluk yang irasional seperti juga kita menyadari manusia sebagai makhluk rohani dan jasmani, makhluk individu dan sosial. Agama Ru-Khonghucu yang kita imani bersumber dari Tian Yang Maha Esa mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang seutuhnya sebagai pengemban Firman Tian; manusia yang setia dan tulus mengikuti Firman Tian serta mengejawantahkan Firman Tian di dalam kehidupan sehari-hari kepada sesama dan lingkungan hidup, manusia yang Junzi. Maka dalam mempelajari agama Ru-Khonghucu secara utuh diperlukan pendekatan hati dan pikiran. Pendekatan hati dan pikiran adalah pendekatan yang sesuai dengan kodrat kita sebagai manusia yang berakal budi dan mempunyai Li (kesusilaan) yang membedakan kita dengan binatang.

Dalam Bab V Kitab Da XueCheng Zi menjelaskan hal “meneliti hakikat tiap perkara’, “Adapun yang dinamai meluaskan pengetahuan dengan meneliti hakikat tiap perkara itu ialah: Bila kita hendak meluaskan pengetahuan, kita harus meneliti Hukum (Li) sembarang hal sampai sedalam-dalamnya. Oleh karena manusia itu mempunyai kekuatan batin, sudah selayaknya tidak ada hal yang tidak dapat diketahui; selain itu juga karena tiap hal di dunia ini sudah mempunyai Hukum tertentu.Tetapi kalau kita belum dapat mengetahui Hukum itu sedalam-dalamnya, itulah karena kita belum sekuat tenaga menggunakan kecerdasan. Maka Kitab Da Xue itu mula-mula mengajarkan kita yang hendak belajar, supaya dapat menyelami dalam-dalam segala hal ikhwal di dunia ini. Seorang yang mempunyai pengetahuan Hukum itu sedalam-dalamnya, akan menjadikan ia sanggup mencapai puncak kesempurnaan. Bila kita dengan sepenuh tenaga mempelajari, niscaya pada suatu pagi walaupun mungkin lama kita akan memperoleh kesadaran batin yang menjalin dan menembusi segala-galanya. Disitu kita akan lihat semuanya luar dan dalam, halus dan kasar sehingga tiada suatupun yang tidak terjangkau. Demikianlah batin kita telah sepenuhnya digunakan sehingga tiada sesuatu yang tidak terang. Demikianlah yang dinamai mengetahui pangkal, dan demikianlah yang dinamai memperoleh pengetahuan sempurna.”

Dari ayat di atas jelaslah dalam meneliti hukum sembarang hal, disamping diperlukan kecerdasan pikiran, diperlukan pula kekuatan batin.

Si Shu, Wu Jing dan Xiao Jing sebagai Kitab Suci agama Ru-Khonghucu setidaknya mengajarkan tiga aktiftas dasar yang wajib dilakukan oleh umat Ru-Khonghucu dalam upaya memahami dan mengimani agama Ru-Khonghucu dengan pendekatan hati dan pikiran. aktivitas dasar tersebut adalah Belajar, Sembahyang dan Jing-zuo[2]

Zi Gong berkata, “Ajaran Guru tentang Kitab-kitab dapat kuperoleh dengan mendengar, ajaran Guru tentang Watak Sejati dan Tian Dao (Jalan Suci Tian) tak dapat kuperoleh (hanya) dengan mendengar.” [3]

Nabi bersabda, “Seorang Junzi meluaskan pengetahuan dengan mempelajari Kitab-kitab dan membatasi diri dengan Li (Kesusilaan). Dengan demikian ia tidak sampai melanggar Kebajikan.”[4]
Nabi bersabda, “Di dalam diam melakukan renungan; belajar dengan tidak merasa jemu, dan mengajar orang lain tidak merasa capai, adakah itu di dalam diriku?”[5]



[1] Melakukan tiga aktivitas dasar merupakan cara yang penulis anjurkan dalam mengimani dan mempraktekkan agama Ru-Khonghucu melalui pendekatan hati dan pikiran.
[2] Nabi mempraktekkan enam keterampilan: ritus, musik, memanah, menunggang kuda, kaligrafi dan matematika. Pada jaman modern, untuk menjaga kesehatan, olahraga tidak boleh dilalaikan. Musik termasuk dalam peribadahan.Peranan musik begitu besar bagi manusia, bahkan Nabi Kongzi menekankan pentingnya musik untuk menyempurnakan diri.
[3] Lun Yu V: 13
[4] Lun Yu VI: 27
[5] Lun Yu VII: 2

Dikutip dari buku Hidup Bahagia dalam Jalan Suci TIAN (Gerbang Kebajikan Ru, Jakarta 2010) dan Diktat Mata Kuliah Agama Khonghucu (DirDikti Kemendikbud RI, 2013) (US)

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU