HAL GAIB

Salam Kebajikan,

Hari ini diberitakan di detik.com bahwa NASA membuka peluang masyarakat sipil untuk pergi dan tinggal di ruang angkasa selama maksimal satu bulan. Tentu saja masyarakat yang berminat perlu membayar mahal agar bisa pergi dan tinggal di ruang angkasa tersebut, yaitu sekira 50 juta US Dollar, belum termasuk biaya makan dan komunikasi yang diperkirakan 35 ribu US Dollar per malam. Kesempatan terbang dan tinggal di ruang angkasa diperkirakan akan terlaksana pada tahun 2020. Tak lama lagi. Hal yang selama ini hanya bisa disaksikan di film fiksi—seperti Star Trek dan Avengers—atau kita baca berita tentang para astronot dan kosmonot yang terbang dan tinggal di ruang angkasa mulai terwujud untuk masyarakat. Umat manusia telah melangkah jauh dan akan terus melangkah di luar bayangan manusia awam ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saya dan Anda.

Beberapa dekade yang lalu Amerika Serikat mengadakan riset untuk mengembangkan dan menciptakan pulpen yang dapat digunakan di ruang angkasa, karena pulpen biasa tak dapat digunakan di ruang angkasa yang tak ada gaya gravitasi. Konon hampir 2 miliar dollar biaya untuk menciptakan pulpen ruang angkasa. Uang yang sangat besar bila digunakan untuk membantu orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan. Rusia tidak susah payah menciptakan pulpen dan mengeluarkan uang banyak, mereka menggunakan pensil yang biasa digunakan oleh anak SD di sekolah umum.

Kadang manusia berpikiran rumit dalam memecahkan masalah, padahal masalah selesai dengan pemikiran dan solusi yang sangat sederhana seperti menggunakan pensil yang tak terpengaruh kondisi nol gravitasi di luar angkasa sana.

Dua contoh peristiwa itu mengajarkan pada kita dua pembelajaran penting, bahwa apa yang sekarang belum kita ketahui bukanlah berarti tidak ada atau tidak bisa. Mungkin kita yang belum mencapai. Kita belum cukup pengetahuan. Pembelajaran kedua adalah dalam menghadapi masalah kita perlu berpikir pada prinsip, mencari kedua ujungnya untuk dapat solusinya. Dalam hal ini seringkali kita perlu berpikir out of the box (keluar dari kotak) dan jernih dalam berpikir, kadang kesederhanaan menjadi solusi.

Bagaimana pikiran Anda saat mengetahui atau membaca ada orang yang mampu pergi ke luar negeri tanpa menggunakan alat transportasi? Dia tetap berada di tempatnya, tapi dia bisa 'berada' di luar negeri pada saat bersamaan.

Bagaimana saat Anda membaca buku Memanah Burung Rajawali dan di sana diceritakan para pendekar seperti Oey Yok Su, Ang Cit Kong, Auw Yang Hong, atau Ciu Pek Tong bisa mempunyai tenaga sakti dan dapat berlari cepat bak terbang, dengan ilmu meringankan tubuhnya? Para pendekar sakti pun mampu mengirim suara ke jarak yang jauh. Bagaimana pandangan Anda? Bagaimana dengan kesaktian Wiro Sableng dan Sinto Gendeng dengan Kapak Maut Naga Geni 212-nya? Menganggap kemampuan itu hanya dongeng atau memang (pernah dan akan) ada orang yang mampu melakukan itu?

Bagaimana pandangan Anda tentang 'wahyu' yang dalam agama Khonghucu dikenal sebagai Tian Ci, Shou Ming, atau Feng Shan? Apakah Anda yakin itu ada ataukah sekedar khayalan dan dogma agama? Bagaimana dengan 'wahyu' yang diterima oleh para Nabi? Termasuk Nabi Kongzi? Apakah Tian berbicara dengan suara seperti manusia ataukah 'berbicara' tanpa suara dan 'didengar' oleh batin kita?

Tak mudah membicarakan hal seperti ini karena saya dan Anda belum 'cukup pengetahuan'. Tapi bukan berarti manusia tak akan pernah mampu menjangkau. Atau mungkin sebetulnya hal seperti itu bukan untuk dibicarakan, tapi 'dirasakan'.

Para ilmuwan NASA, para ilmuwan Rusia, dan para ilmuwan negara-negara lain seperti Tiongkok telah menjangkau ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah demikian jauh hingga memungkinkan menjangkau ruang angkasa. Saya dan mungkin sebagian besar dari Anda belum mencapainya, belum mampu untuk memecahkan 'kode rahasia' iptek yang memungkinkan untuk melakukan itu.

Kaum bumi datar sampai sekarang tidak percaya bahwa bumi ini bulat, dan menganggap teori bumi bulat adalah konspirasi. Saya dan Anda akan 'percaya' pada para ilmuwan ataukah para kaum bumi datar? Tak ada yang bisa memaksa, karena sebagian besar umat manusia tak memahami 'kode rahasia' tersebut, yang hanya dimiliki oleh sedikit orang 'terpilih' yaitu para ilmuwan. Saya dan Anda hanya sekedar bisa belajar fisika dasarnya Newton dan fisika modernnya Einstein atau sekedar percaya saja pada para ilmuwan.

Kitab Zhong Yong berbicara begitu banyak hal yang bagi saya adalah hal 'gaib'. Dikatakan, "Kitab ini mula-mula membicarakan tentang Satu Hukum. Ajaran ini bila diuraikan akan meliputi enam penjuru, bila diringkas akan balik tersembunyi ke alam gaib. Sari ajarannya tidak pernah habis dan semuanya berisi ajaran nyata. Yang dapat baik-baik membacanya, sehingga memperoleh sarinya, akan dapat memakainya sepanjang hidup dan tidak dapat menghabiskannya."

Kalau kita membaca Bab XX tentang Iman dan sadar sampai dengan Bab XXXII tentang Maha Sempurna Tuhan yang diakhiri dengan ayat 6.
Di dalam Kitab Sanjak (Shi Jing) tertulis, "Aku berkahi Kebajikan Yang Bercahaya yang tidak besar suara dan rupa."

Nabi bersabda, "Suara dan rupa itu hanya bagian yang paling akhir untuk memperbaiki rakyat."

Di dalam Kitab Sanjak (Shi Jing) tertulis, "Kebajikan itu ringan bagai bulu, namun bulu masih ada bandingannya."

Tian YME, Yang Maha Tinggi dan Pendukung semuanya itu tiada suara dan tiada bau. Demikianlah kesempurnaannya.
Banyak hal gaib yang menggetarkan yang kita rasakan.

Saya tidak (belum?) mampu menjangkau rahasia itu, tidak seperti orang yang telah mencapai Puncak Iman dan para Nabi yang telah menjadi tritunggal dengan langit dan bumi.

Kita diajak berkelana sampai jauh, sangat jauh seperti kita diajak berkelana ke ruang angkasa oleh para ilmuwan. Tapi kitab itu mengembalikan saya dan Anda bahwa seorang pria dan wanita bodoh pun dapat memahaminya, tetapi untuk mencapai ke puncaknya, sekalipun seorang Nabi takkan dapat memahami dan menjalankan dengan sempurna. Kita juga diingatkan, untuk mengerti tanda-tanda ajaib itu tak ada jalan lain kecuali dengan berjalan setapak demi setapak.

Ajaran Khonghucu mengajarkan hal-hal yang jauh, menggetarkan batin dan gaib, mengantarkan kita pada Yang Maha Tinggi dan Pendukung Semuanya, tapi kita selalu diingatkan bahwa sebagai manusia, kesederhanaan kita sebagai manusia, dalam wujud ketulusan dan iman yang akan mengantarkan kita dapat menorehkan rahasia 'gaib' itu dengan diawali meneliti hakikat tiap perkara, mencukupkan pengetahuan, mengimankan tekad, meluruskan hati dan membina diri.

Hingga akhirnya, orang yang telah mencapai puncak iman (tulus mengikuti Firman Tian, tanpa dipikir lagi perbuatannya telah selaras dengan watak sejatinya) akan seperti malaikat, tak ada yang tak diketahuinya dan akhirnya Pei Tian.

Kita tak perlu seperti Amerika Serikat yang ingin menciptakan pulpen ruang angkasa dengan mengeluarkan biaya pengembangan yang demikian besar, kita cukup gunakan pensil seperti yang dilakukan oleh Rusia. Untuk mencapai yang jauh, kita cukup perlu berpikir pada yang pokok, yaitu banyaklah berbuat kebajikan dengan tulus penuh iman, dan akhirnya kita dapat mencatat rahasia gaib itu dalam batin kita. 'Biaya' untuk penelitian pulpen ruang angkasa kita gunakan untuk sesama kita yang membutuhkan.

Mungkin kita tak dapat mencapai yang jauh dan gaib, tapi para Nabi yang telah mencapai Puncak Iman telah menemukan 'kode rahasia' sehingga membukukan Kitab-Kitab Besar. Kita bisa mengikuti untuk menjalankan hidup bermakna. Tentu saja kita perlu menggunakan pikiran dan batin kita. Itu akan mengantarkan kita pada kebahagiaan sejati. Nabi tidak ingin berbuat mujizat untuk terkenal di kemudian hari. Maka dia ajarkan kita tentang menjadi manusia sejati.

Sebagai umatnya, saya pun lebih memilih menjadi orang biasa, sambil terus berupaya berkarya bagi kemanusiaan.

Anda berminat pergi ke luar angkasa? Bisa, kalau mau membayar harganya. (US) 09/06/2019

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU