KELUARGA HARMONIS DENGAN LIMA BAHASA KASIH

Salam Kebajikan, 

Ada banyak ragam bahasa yang dipergunakan oleh berbagai bangsa, etnis dan suku bangsa di dunia ini. Agar antar kelompok dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik, perlu adanya kesamaan bahasa atau isyarat yang digunakan. 

Sebagai seorang Indonesia seperti saya yang biasa menggunakan Bahasa Indonesia-Sunda dan sedikit Bahasa Inggris, seringkali mengalami kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi dengan Dr. Tong Yun Kai, Presiden dari Confucian Academy Hong Kong yang biasa menggunakan bahasa Mandarin-Kanton dan tidak berbahasa Inggris. Maka saat bertemu, kami hanya bisa saling memberi hormat lalu tersenyum dan selebihnya kami cuma bisa terdiam sambil sesekali saling bertatapan sambil menunggu penerjemah membantu agar kami bisa berkomunikasi. Kami benar-benar menggantungkan nasib pada penerjemah dan berharap penerjemah dapat menyampaikan pesan yang kami sampaikan dengan tepat dan benar. Memahami bahasa orang yang kita ingin berkomunikasi sangat penting agar tak terjadi kesalahpahaman. Untunglah ada kabar gembira, sekarang sedang dikembangkan artificial inteligence (AI) yang kelak akan mampu menjadi jembatan berbagai bahasa, kita bisa berkomunikasi dengan bahasa masing-masing dan bisa saling mengerti atas bantuan AI.



Komunikasi tak berjalan dengan baik bukan saja terjadi antar bangsa, etnis, dan suku bangsa yang berbeda bahasa, dapat terjadi pula pada pasangan suami istri dengan bahasa yang sama namun dengan bahasa kasih berbeda.

Kadang kita heran bagaimana bisa istri dari seorang bos lebih memilih sopirnya untuk menjadi pasangan hidupnya dan meninggalkan sang bos. Di lain pihak kita juga terkejut menyaksikan seorang laki-laki meninggalkan pasangan perempuannya (istri) yang cantik, sexy, berpendidikan, dan lebih memilih perempuan yang jauh lebih jelek, kusam, dan kurang berpendidikan sebagai pasangan hidupnya. 

Dalam buku Five Love Languages, atau Lima Bahasa KasihGary Chapman mengatakan bahwa bahasa kasih manusia tidaklah sama tapi berbeda. Kegagalan memahami bahasa kasih pasangan banyak menimbulkan konflik dalam rumah tangga dan sering berujung perceraian. 

Pada dasarnya ada lima bahasa kasih yang perlu kita pahami agar kita dapat memahami pasangan kita dengan baik dan menggunakan bahasa kasih pasangan kita agar tangki cinta pasangan kita tetap penuh dan tidak habis. Habisnya tangki cinta pasangan menyebabkan bara cinta pasangan pada kita menjadi redup bahkan padam. Hubungan kita menjadi hambar hingga akhirnya hubungan sebagai suami istri kering dan berakhir dengan perceraian, seperti istri bos yang memilih sopir atau suami yang lebih memilih pembantu dibanding istrinya yang cantik dan berpendidikan.


Lima bahasa kasih terdiri dari:

Pelayanan

Sentuhan fisik

Saat-saat mengesankan

Hadiah

Kata-kata pendukung


Seseorang dengan Bahasa Kasih Pelayanan adalah orang yang senang dilayani. Dibuatkan kopi, disediakan makan, disediakan handuk untuk mandi, dibantu saat mengerjakan sesuatu. 
Orang dengan bahasa kasih pelayanan merasa dicintai bila dia mendapat pelayanan dari pasangannya. Tangki cintanya penuh bila pasangannya menggunakan bahasa kasih pelayanan. 

Orang dengan Bahasa Kasih Sentuhan Fisik merasa dicintai bila pasangannya cukup memberinya pelukan, belaian, bergenggaman tangan. Saat dia menghadapi masalah, sedang galau, dan jenuh yang diperlukan adalah pelukan atau belaian dari pasangannya ketimbang nasihat atau disediakan secangkir kopi.

Bahasa Kasih Saat-saat Mengesankan menginginkan kebersamaan dengan pasangannya. Yang dia perlukan makan bakso bersama, jalan-jalan, mengerjakan PR bersama, candle light dinner ketimbang diberi hadiah, dilayani atau disentuh. Kita acap menyaksikan orang yang berpacaran lama, menikah lalu 2 tahun kemudian bercerai. Apa sebabnya bisa terjadi demikian? Bahasa kasih. Saat berpacaran mereka selalu bersama-sama, saat telah menikah sang suami atau istri sangat sibuk meniti karir, sehingga jarang bersama-sama padahal pasangannya memiliki bahasa kasih saat-saat mengesankan.

Bagi seorang dengan Bahasa Kasih Hadiah, tangki cintanya penuh bila pasangan memberi dia hadiah. Dia merasa dicintai saat dibawakan bunga, dibelikan oleh-oleh, dibawakan makanan, dan hadiah-hadiah lainnya oleh pasangannya. Dia tidak merasa lebih dicintai dengan diberi pelayanan, dibelai, dipuji atau diajak makan bakso bersama. 

Dukungan, pujian, pengakuan, penghargaan adalah hal utama yang diinginkan oleh seseorang dengan Bahasa Kasih Kata-kata Pendukung. Bagi dia dukungan dan pujian dari pasangannya adalah bahasa kasih yang merdu terdengar daripada pemberian hadiah atau pelayanan. Kurangnya pujian apalagi kritikan yang acap dia rasakan akan menyebabkan tangki cintanya kosong dan lama-lama kering.

Kita harus mengetahui bahasa kasih pasangan kita dan berbicara dalam bahasa kasihnya. Mengetahui, mengerti, memberi, berbicara dalam bahasa kasih pasangan dan menjaganya tetap penuh perlu diupayakan terus menerus. Saat hubungan mulai terasa hambar, saatnya introspeksi diri, apakah telah 'berbicara' dalam bahasa kasih pasangan dengan cukup? Atau jangan-jangan selama ini Anda berbicara dalam bahasa kasih Anda bukan pasangan Anda, sehingga pasangan tak memahami dan tangki cintanya perlahan menjadi kosong. 

Nabi bersabda, "Yu, Kuberitahu apa artinya 'mengerti' itu! Bila mengerti berlakulah sebagai orang yang mengerti; bila tidak mengerti berlakulah sebagai orang yang tidak mengerti. Itulah yang dinamai 'mengerti'"
—Lunyu II : 17


Saat Anda telah membaca buku Five Love Languages atau blog ini, dan Anda merasa hubungan Anda tak semesra dulu, yang perlu Anda lakukan adalah mencari apa bahasa kasih pasangan Anda. Dan setelah Anda mengerti, berikanlah bahasa kasih pasangan Anda, bukan menuntut pasangan Anda memberi terlebih dahulu. Lakukan setahap demi setahap hingga perlahan tangki pasangan Anda yang mulai kosong atau telah kosong terisi kembali dan hubungan Anda kembali harmonis.

Cara termudah mengetahui bahasa kasih pasangan Anda adalah dengan mencoba mengingat kembali saat-saat membahagiakan ketika Anda berpacaran atau kalau mau akurat dengan mengisi kuesioner yang bisa Anda dapatkan dengan mencari di google. Salah satu kuisioner bisa Anda klik di sini, https://www.5lovelanguages.com/quizzes/.

Menurut Dr. Gary Chapman, ada tiga cara tambahan untuk mengetahui bahasa kasih pasangan Anda:

1. Amati Perilaku Mereka
Bagaimana mereka memperlakukan orang lain? Kemungkinan besar mereka berbicara bahasa kasih mereka kepada orang lain. Jika Anda mendengar pasangan Anda selalu memberi orang lain kata-kata yang membesarkan hati, Anda dapat menganggap bahwa “Kata-kata Pendukung” adalah bahasa kasih mereka. Biasanya mereka melakukan kepada orang lain apa yang mereka inginkan orang lain lakukan terhadap mereka. Jika mereka mencari kesempatan untuk memberikan hadiah, Anda dapat menganggap "hadiah" adalah bahasa kasih mereka. Amati perilaku mereka.

2. Apa yang Mereka Keluhkan?
Keluhan dapat mengungkapkan bahasa kasih mereka. Jika seorang istri berkata kepada seorang suami, "Kita sama sekali tidak punya waktu untuk berdua," sesungguhnya dia mengatakan kepadanya, "Bahasa kasih saya adalah Saat-saat mengesankan." Jika Anda pulang dari perjalanan ke luar kota dan pasangan Anda mengatakan, "Kamu tidak membawakanku apa-apa," dia mengatakan kepadamu bahwa hadiah adalah bahasa kasihnya. Jika seorang istri berkata kepada suaminya, "Kamu tidak pernah menyentuh saya kalau bukan saya yang menyentuh duluan," ia mengatakan kepadanya bahwa sentuhan fisik adalah bahasa kasihnyanya. Jika dia berkata, "Aku tidak akan pernah bisa menyenangkanmu," dia memberitahumu bahwa kata-kata penegasan adalah bahasanya. Kita cenderung bersikap defensif ketika pasangan kita mengkritik kita, tetapi sesungguhnya mereka benar-benar memberi kita informasi yang berharga. Dengarkan apa yang ada di balik keluhan tersebut. Ini akan memberi tahu Anda bahasa cinta mereka.

3. Apa yang Paling Sering Mereka Minta dari Anda?
Jika mereka berkata secara berkala, “Bisakah kita berjalan-jalan setelah makan malam malam ini?” Mereka meminta Saat-saat mengesankan. Jika mereka berkata, “Tolong dong gosokan punggung?” Mereka meminta Anda untuk sentuhan fisik. Dengarkan apa yang mereka minta dari Anda karena itu adalah petunjuk.

Nabi bersabda, "Jangan khawatir orang tidak mengenal dirimu, khawatirlah kalau tidak dapat mengenal orang lain."
—Lunyu I : 16


Memang tak mudah untuk memulai dan memberi terlebih dahulu, seringkali kita menuntut orang lain melakukan terlebih dahulu. Tapi itulah yang harus dilakukan kalau Anda ingin kehidupan rumah tangga Anda rukun harmonis. Sayangnya belum ada pengembangan AI dalam bahasa kasih, jadi Anda perlu belajar bahasa kasih pasangan yang seringkali berbeda dengan bahasa kasih Anda.

Semangat untuk memberi selalu menjadi pilihan bijaksana. (US) 10082019

Catatan: Memahami bahasa kasih tidak terbatas pada pasangan, tapi juga pada anak-anak Anda.

Dimuat di Genta Rohani  11 Agustus 2019

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU