SAYA PERCAYA MING DAN TIAN MING

Salam Kebajikan,

Beberapa waktu yang lalu saya menulis dalam status FB saya "Hidup ini sering kali tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita mau". Ada beragam komentar mengenai status ini. Rata-rata memberi penghiburan, menguatkan, dan kepasrahan.

Status tersebut sebetulnya saya kutip dari sebuah seminar bisnis di Jakarta. Pembicara pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya terkena dampak krismon di tahun 1997-1998. Dia mengalami titik terendah dalam kehidupannya.

Semua yang telah direncanakan tak berjalan dengan baik, hutang bertumpuk dan tak punya uang bahkan sekedar untuk makan, hingga akhirnya dia mampu bangkit dan mencapai kesuksesan. Sekarang dia menikmati kebebasan keuangan dan kebebasan waktu.

Cerita singkatnya begitu. Perjuangan mencapainya tak mudah. Ada faktor ming berperan yang membuat pembicara tersebut mengubah arah dan mencapai kesuksesan.

Tapi status FB saya bukan tentang pembicara tersebut semata. Banyak di antara Anda dan saya yang mungkin mengalami kejadian yang mirip, hanya akhir ceritanya mungkin berbeda. Ada yang berhasil bangkit seperti pembicara tersebut. Ada pula yang tersungkur dan tak mampu bangkit lagi. Hanya bisa meratapi nasib, mengeluh atas ketidakadilan, menggerutu atas apa yang terjadi, menyalahkan keadaan, menyesali kebodohan dan banyak lagi. 

Atau mungkin sekarang Anda sedang berjuang untuk bangkit, tak mau menyerah dengan keadaan. Melakukan apapun yang perlu agar dapat berlari, berjalan bahkan merangkak, menggapai secercah sinar di ujung lorong sana, walau keraguan sering muncul dan rasa lelah kerap menyapa. Saat Anda telah mencapai titik terendah kehidupan Anda dan Anda tetap mempunyai pengharapan serta terus berjuang, Anda takkan terkapar dan jatuh lebih dalam lagi, tapi akan laksana benda yang memantul ke tanah, akan menuju ke atas.
Dalam Zhong Yong Bab XVI: 3 disabdakan, "Demikianlah Tuhan YME menjadikan segenap wujud, masing-masing dibantu sesuai sifatnya; kepada pohon yang bersemi dibantu tumbuh, sementara kepada yang condong dibantu roboh."
Bila Anda tetap laksana pohon yang bersemi, tak putus harapan dan terus berjuang, Tuhan YME akan membantu Anda. Saat Anda seperti pohon yang condong, tak punya pengharapan dipenuhi dengan keluh gerutu dan sesal penyalahan, berhenti untuk berjuang, Tuhan YME akan membantu Anda juga ke arah sebaliknya.

Dalam kitab Sishu Wujing kita bisa membaca, bagaimana "hidup berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita mau" terjadi pada orang-orang besar, pada sheng huang, sheng wang, sheng ren, dan zhi sheng.

Dalam kitab Mengzi diceritakan mengapa Nabi Kongzi tidak menjadi seorang raja besar padahal paling lengkap enam keterampilan. Jawabannya karena Ming. Kongzi pada kenyataannya seorang raja tanpa mahkota, guru para raja yang dihormati oleh para raja dan kaisar dari generasi ke generasi hingga di zaman modern ini dihargai dan dipilih oleh para pemenang nobel sebagai tokoh pembawa damai. Nabi Kongzi, bukan yang lain.

Begitu pula kenapa Yi Yin dan Zhou Gong tidak menjadi raja adalah hal yang 'mengherankan' tetapi dikenang sebagai orang besar yang melegenda. Mereka para Nabi yang sangat dihormati. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena Ming.

Apakah Shun menjadi raja karena diangkat oleh Yao? Terlihat kasat mata seperti itu, tapi disabdakan bahwa Shun menjadi raja karena Tian Ming. Begitu pula Yu menjadi raja kelihatannya seperti diangkat oleh Shun, namun dalam kitab Mengzi disabdakan sebagai Tian Ming.

Shun dan Yu saat diambil sebagai calon pengganti raja adalah rakyat biasa, bukan keturunan raja. Namun mereka adalah orang-orang yang Besar Kebajikan dan pekerja keras. Mereka pun bukanlah orang yang serakah ingin berkuasa dan tergesa-gesa. Mereka mengabdi berpuluh tahun dengan rasa hormat dan tulus. Ketika raja Yao wafat dan raja Shun wafat, mereka tetap bersabar dan melaksanakan Li sehingga mereka menjadi raja-raja besar, para raja suci yang sangat dihormati Nabi Kongzi dan dikenang sepanjang masa.

Saya sangat percaya pada ming dan Tian ming, namun bukan berarti saya pasif, berdiam diri hanya menunggu datangnya ming. Saya terus bergerak, bekerja dengan tulus, berjuang, berlari, berjalan, bahkan merangkak agar terus maju, tidak mudah menyerah pada nasib, tidak berkeluh gerutu, tidak berkeluh kesah, dan tidak sesal penyalahan. 

Karena saya yakin apa yang disabdakan dalam Zhong Yong Bab XVI: 3, hingga ming dan Tian ming akan datang cepat atau lambat, mengangkat kehidupan pada taraf yang mungkin tak terpikirkan.

Hidup ini sering kali tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita mau dan kehidupan seperti itu bukanlah kehidupan buruk atau lebih buruk. Kehidupan seperti itu adalah kehidupan yang penuh keberkahan. Selalu ada harapan tinggal kita terus berjuang. Anda percaya? Kisah-kisah di atas bisa menjadi cermin dan bahan acuan. 

Waktu yang akan membuktikan. (US) 20082019

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU