BELAJARLAH AGAMA KHONGHUCU DARI TUJUAN

Salam Kebajikan,

Apakah Anda pernah menggunakan aplikasi google map atau waze? Saya sering. Saya pikir Anda pun acapkali menggunakan salah satu atau kedua aplikasi tersebut saat Anda hendak menuju ke suatu tempat yang Anda kurang familiar.

Apa yang Anda lakukan saat Anda menggunakan aplikasi tersebut yang telah terpasang dalam telepon genggam Anda? Ya betul, Anda menuliskan tempat yang hendak Anda tuju.

Mengetahui tujuan sangat penting agar Anda dapat tiba ke suatu tempat yang ingin Anda capai. Pertanyaannya: Apakah Anda mempunyai tujuan yang jelas dalam kehidupan Anda? Menurut penelitian, hanya 3% orang yang mengetahui dengan jelas tujuan hidup mereka dan menuliskan/menggambarkannya. Merekalah orang-orang paling sukses di muka bumi ini.

Bagaimana agama Khonghucu menuntun umatnya agar sukses jasmani dan rohani? Jawabannya: Anda perlu membaca, menghayati dan melaksanakan tuntunan Kitab Da Xue sebagai awal Anda mencapai kesuksesan. Kitab Da Xue Bab Utama memberi bimbingan pada kita tentang itu, sayangnya banyak orang dan literatur melompati pasal 2 dan pasal 3 dalam mengupas Kitab Da Xue dan asyik mengupas pasal 1, 4 dan 5. Padahal pasal 2 dan 3 merupakan kunci sukses dalam keseluruhan pembelajaran, pemahaman serta pelaksanaan ajaran Khonghucu yang mengantarkan manusia mencapai tujuan.
Disabdakan dalam pasal 2, "Bila sudah diketahui Tempat Hentian, akan diperoleh Ketetapan (Tujuan); setelah beroleh Ketetapan, baharulah dapat dirasakan Ketenteraman; setelah Tenteram, baharulah dapat dicapai Kesentosaan (batin); setelah Sentosa, baharulah dapat Berpikir Benar, dan dengan Berpikir Benar, baharulah dapat Berhasil."

Pasal 2 berkaitan dengan pasal 1 dalam Bab Utama. Tempat Hentian seorang manusia adalah Puncak Kebaikan dia sebagai manusia. Manusia seperti apa yang berada dalam Tempat Hentian Puncak Kebaikan? Mengenai hal ini dijelaskan dengan gamblang dalam Da Xue Bab III. Manusia berada dalam Tempat Hentian adalah manusia yang menjalankan peran/kedudukannya sebagai orang tua anak, atasan, bawahan, adik, kakak, suami, isteri, kawan, guru, karyawan, mahasiswa, olahragawan, rohaniwan, cendekiawan dan lain-lain dengan tepat dan terbaik sesuai peran/kedudukannya. Seorang umat Khonghucu selalu do the best (melakukan yang terbaik) sebagai manusia, tidak asal-asalan. Itulah Tempat Hentian Puncak Kebaikan Manusia.

Dalam perkuliahan agama Khonghucu yang saya ampu, materi 'tujuan hidup dan setelah kehidupan' adalah kuliah kedua yang saya diskusikan dengan mahasiswa, setelah di minggu pertama mahasiswa memperoleh gambaran umum tentang perkuliahan selama satu semester, deskripsi tentang pengertian agama dari berbagai agama, serta cara berpikir dan spiritualitas.

Dengan dijiwai oleh pasal 2 dan 3 Da Xue, materi 'tujuan hidup dan setelah kehidupan' ditempatkan di awal perkuliahan agar mahasiswa belajar untuk menetapkan tujuan hidup pribadi mereka dan mengetahui ke mana saat mereka berpulang. Dalam materi ini, mahasiswa berpikir, merenungkan dan menuliskan dengan serius dan mendalam ke mana kehidupan mereka akan mengarah, selangkah demi selangkah termasuk menetapkan goal IP dan IPK mereka untuk semester tersebut, sambil dijabarkan mengenai ke mana mereka menuju setelah kehidupan (afterlife) menurut kitab suci agama Khonghucu.

Tujuan materi ini agar mahasiswa terbiasa mempunyai tujuan yang jelas dalam kehidupannya agar tidak 'tersesat' dalam rimba kehidupan. Harapan dari materi ini adalah agar mahasiswa Khonghucu menjadi manusia yang relevan dan unggul baik jasmani maupun rohani, bukan menjadi manusia yang irrelevan dan di bawah rata-rata. Setidaknya, mereka mulai tersadarkan agar membangun kebiasaan untuk mempunyai tujuan, melakukan segala sesuatu dengan upaya terbaik, tidak asal-asalan. Syukur kalau mereka mengerti dan mendekap dalam iman bahwa pada waktunya nanti mereka berpulang, bukan meninggal dunia. Pulang ke Sang Pencipta, bukan pergi ke suatu tempat yang asing dan menakutkan.

Google map dan waze dapat menjalankan fungsinya saat dituliskan tempat yang akan dituju. Kehidupan dalam bimbingan agama pun begitu adanya.

Mahasiswa dan umat perlu tahu ke mana akan menuju, agar bila di tengah upaya pembinaan diri lalu dihadapkan pada persoalan hidup, mereka tidak mudah goyah, tak mudah terombang-ambing dalam ketidak pastian dan bertanya-tanya untuk apa mereka membina diri, ke mana mereka akan menuju dalam hidup dan setelah kehidupan.
Mari kita renungkan pasal 3, "Tiap benda mempunyai pangkal dan ujung, tiap perkara mempunyai awal dan akhir. Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian, ia sudah dekat dengan Jalan Suci."

Apakah Anda telah tahu dan menetapkan tujuan Anda?

Kalau belum, artinya Anda belum tahu awal dan akhir.

Belum tahu mana yang dahulu, mana yang kemudian.

Jalan Suci pun masih jauh. (US) 25092019

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU