MENGATASI RASA TAKUT

Salam Kebajikan,

Secara kodrati manusia dianugerahi Tian benih-benih kebajikan ren yi li zhi 仁义礼智 (cinta kasih, kebenaran, kesusilaan dan kebijaksanaan) dan nafsu xi nu ai le 喜怒哀乐 (gembira, marah, sedih, senang/suka).

Tujuh qing 情 atau tujuh emosi/perasaan xi 喜, nu 怒, ai 哀, Ju 惧, ai , e 恶, dan yu 欲. Gembira, marah, sedih, takut, cinta, jahat/sifat dengki dan keinginan terbentuk oleh manusia dalam merespon xi nu ai le. Kombinasi dari 7 qing atau bo ini membentuk pribadi yang unik.

Respon manusia terhadap nafsu kodrati, seperti juga respon manusia terhadap benih-benih kebajikan berbeda-beda tergantung cara pandang dan pendidikan orang tua, guru, rohaniwan dan orang-orang berpengaruh lainnya, kebiasaan masyarakat, pengalaman pribadi, pengetahuan serta melalui belajar dan berlatih.

Adalah tak mudah untuk mengatasi rasa takut yang telah mengakar dalam diri seseorang selama bertahun-tahun, mungkin telah tertanam sejak masa kecil bahkan sejak di dalam kandungan karena pengaruh hal-hal tersebut di atas.

Beberapa kawan saya takut bepergian menggunakan pesawat terbang, kawan yang lain takut akan ketinggian, ada juga yang takut kegelapan, kawan yang lain lagi ada yang takut kucing, anjing, kecoa, tikus, ada juga yang takut mengendarai motor atau mobil bahkan ada rasa takut pada kancing.. Ya kancing... dan banyak ketakutan lainnya yang dirasakan oleh manusia yang nampak tidak logis.

Sekarang ini, pesawat terbang adalah moda transportasi yang paling aman di dunia. Kecelakaan mobil yang menyebabkan kematian jauh lebih sering terjadi daripada terjadinya pesawat jatuh. Apa bahaya mengelus seekor kucing angora kecil atau anjing puddle? Apa pula yang bisa dilakukan oleh kancing pada manusia sehingga patut ditakuti?

Beberapa hari yang lalu Agnes berhasil mengatasi sebagian rasa takut pada anjing yang telah tertanam begitu dalam, tanpa dia sendiri tahu apa penyebabnya. Pada awal akan menyentuh anjing, keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya, hingga akhirnya pada satu moment yang diciptakan oleh pelatih anjing, Agnes akhirnya menyentuh buntut anjing yang begitu lembut. Dari situ Agnes mulai lebih berani untuk mengelus tubuh belakang, lalu tengah dan kemudian moncong anjing, dan setelah itu secara bertahap dia berani memeluk anjing. Tembok Psikologis berhasil diruntuhkan dan Agnes menangis gembira. Dia heran mengapa anjing yang begitu cantik dan lucu selama ini begitu dia takuti. Percaya atau tidak, pada kesempatan lain Agnes dengan entengnya menangkap atau menendang kecoak yang bagi banyak orang begitu menjijikkan, bahkan memegang dan mengelus ular yang bagi kebanyakan orang menyeramkan.

Berdasarkan penelitian, 95% ketakutan manusia tidak akan terjadi atau tidak menjadi kenyataan. Dalam bahasa psikologi ketakutan ada dalam alam bawah sadar manusia sehingga nampak irrasional. Ketakutan memang irrasional. Tidak berkaitan dengan rasio (otak) manusia, tapi dengan perasaan (hati) manusia. Kita tak bisa menghakimi orang yang takut terhadap sesuatu adalah seorang pecundang atau cemen. Mungkin saja dalam aspek yang lain dia melebihi keberanian Anda dan saya. Memang nampak 'tidak wajar' atau aneh bagi kita yang tidak mengalami ketakutan yang sama.
Toh setiap orang mempunyai rasa takut, hanya rasa takut yang dirasakan berbeda-beda. Saya pikir Anda pun punya rasa takut. Kalau tak punya rasa takut, Anda perlu introspeksi diri dan waspada.

Bagaimana mengatasi perasaan takut? Para ahli mengatakan, untuk mengatasi rasa takut adalah melalui tindakan. Tindakan mengalahkan ketakutan. Persoalannya adalah orang yang mengalami rasa takut, takut untuk mulai melakukan tindakan. Maka ada beberapa terapi bertahap yang dapat dilakukan melalui hipnoterapi, NLP, framing, chunking, dan terapi-terapi lainnya. 

Agama pun menyediakan metode tertentu untuk pengobatan seperti praktek buang sial, sembahyang dan doa, jingzuo atau mawas diri. Dapat juga kombinasi antara agama dan ilmu pengetahuan. Keseluruhannya adalah untuk mengubah mindset dan mengatasi mental blok yang merupakan sumber ketakutan, sehingga orang mau bertindak dan ketakutan akan sirna atau minimal berkurang.

Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah kesadaran orang yang mengalami ketakutan bahwa dirinya takut dan keinginan orang yang mengalami ketakutan tersebut untuk keluar dari ketakutan sehingga tak lagi takut. 

Kesadaran dan keinginan ini membawa setengah kesembuhan, karena langkah selanjutnya adalah tinggal mencari cara yang mendorong orang tersebut berkenalan dan berinteraksi dengan sumber rasa takut lalu bertindak mengatasi rasa takut dan memperoleh cara pandang baru pada apa yang tadinya dia takut. (US) 16092019


Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

MEJA ABU LELUHUR

TAHUN BARU