Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

PRIORITAS DAN MENGASAH DIRI

Gambar
Salam Kebajikan,

Dalam kehidupan modern yang semakin kompleks dengan berbagai pilihan tersedia, sering kali kita hanyut dalam denyut nafas kehidupan yang semakin hari semakin cepat dan melelahkan.

Apa yang Anda lakukan saat Anda mulai merasa jenuh, overheat, stress dan tak lagi punya waktu untuk diri Anda dan keluarga Anda karena kesibukan yang sangat luar biasa?

Sudah waktunya Anda menata kembali kehidupan, mengetahui prioritas dan menyesuaikan aktivitas Anda dengan irama alam.

Stephen R. Covey dalam buku "7 Habits For Highly Effective People" menganjurkan pada kita untuk memilah aktivitas ke dalam 4 kuadran. Kuadran tersebut dibagi berdasarkan urgent (mendesak)–tidak urgent dan penting–tidak penting.

Kehidupan yang efektif adalah kehidupan dalam kuadran 2, yaitu saat sebagian besar waktu kita diprioritaskan untuk mengerjakan hal-hal yang penting dan tidak mendesak (important–not urgent). Dengan melakukan sebagian besar aktivitas dalam kuadran ini, hidup kita diarahka…

DIAM ADALAH EMAS

Gambar
Salam Kebajikan,

Ada pepatah yang mengatakan "diam adalah emas", silence is golden.

Pepatah sederhana yang seringkali dilanggar. 
Dalam banyak situasi, ketidakmampuan mengontrol diri dan melanggar nasihat ini berakibat buruk bagi pelanggar, setidaknya merusak hubungan yang telah terjalin.

Di lini masa sekarang ini banyak berseliweran ungkapan perasaan dan opini dari orang-orang, baik mengenai masalah pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, keagamaan, politik, dan kenegaraan. Dari hal-hal 'kecil' seperti kaki terluka sampai hal-hal 'besar' seperti ancaman terorisme. Membaca hal-hal tersebut, kita kadang tersenyum geli, sedih, prihatin, dongkol, gundah gulana, dan berbagai macam perasaan bercampur aduk.

Baru-baru ini seorang Dandim dan dua prajurit TNI dihukum karena para istri melanggar kaidah diam adalah emas. Ada dua hal yang diduga dilanggar dalam kejadian ini, yaitu pelanggaran etika dan hukum. Kita mahfum adanya disiplin militer memang lebih keras dan t…

CATATAN ATAS CURAHAN HATI PEMUDA

Gambar
Salam Kebajikan,

Setelah selesai perkuliahan agama Khonghucu yang saya ampu, seorang mahasiswa menghampiri saya dan mengajak mengobrol atau lebih tepatnya curhat. Pengalaman seperti ini bukanlah hal yang aneh karena acapkali terjadi. Karena masih ada waktu yang cukup longgar sebelum saya memenuhi janji untuk bertemu orang, maka saya menyediakan waktu untuk mendengarkan.

Saya pikir sesi curhat dan obrolan yang berulang seperti ini perlu saya beri catatan dalam blog ini.

Catatan pertama adalah ada kebutuhan nyata dari para pemuda untuk didengarkan dan diberi kesempatan untuk mengemukakan apa yang dia pikirkan atau rasakan kepada orang yang mau mendengarkan dan dia percaya dapat diajak diskusi atau didengarkan pandangannya.

Catatan kedua adalah para pemuda merasa tidak mempunyai banyak pilihan tempat dia dapat menyalurkan curahan hati atau pandangannya. Mereka jarang menemukan rohaniwan atau tokoh agama yang mau menyimak dan mampu memberi jawaban atas persoalan-persoalan yang dia ha…

TIGA LEVEL BERAGAMA

Gambar
Salam Kebajikan,

Akhir-akhir ini timbul ungkapan untuk apa beragama? Agama membuat kehidupan menjadi tidak harmonis, saling membenci, menegasi, merasa paling benar, bahkan peperangan. Tak sedikit orang menjadi agnostik yaitu orang yang percaya pada Tuhan, tidak pada agama, bahkan ateis.

Bagaimana Anda hidup beragama?

Apakah Anda mengutamakan: 
1. Sisi luar (mengikuti aturan, boleh dan tidak boleh)? 2. Pengkajian, pemahaman, (intelektualitas)? 3. Spiritualitas? 
Ketiga pertanyaan ini akan mengantarkan kita pada jawaban mengapa orang meragukan agama.

Bila kita melihat fenomena orang beragama sekarang—khususnya di Indonesia—yang menonjol adalah orang-orang menjalankan agama mengutamakan sisi luar yaitu bagaimana berpakaian, ketekunan beribadah, cara bersalam, cara berdoa yang benar, cara menancapkan dupa yang benar, dll. Hal ini disebabkan orang-orang tersebut pada umumnya membaca dan memahami kitab suci secara letterlijk, tanpa melihat konteks; kitab suci dipandang sebagai sekumpu…

MENURUT KITAB SUCI, TEPAT WAKTU ADALAH UTAMA

Gambar
Salam Kebajikan,

Saya seringkali mendapat undangan seminar, FGD, diskusi, workshop, dan kegiatan-kegiatan lain. Ada satu persamaan yang umum terjadi, yaitu acara dilaksanakan tidak tepat waktu. Hanya ada satu dua kegiatan saja yang dilaksanakan tepat waktu.

Saya juga telah banyak berkunjung atau diundang ke berbagai daerah di Indonesia untuk menghadiri acara-acara keagamaan Khonghucu, termasuk menghadiri kebaktian untuk beribadah, atau memberi uraian agama (kotbah). Fenomena yang sama seperti acara-acara lainnya terjadi.

Di Indonesia 'ngaret' seakan sudah membudaya, tak terkecuali umat Khonghucu.

Waktu seakan tidak penting.

Padahal waktu sangat penting. Coba tanyakan pada pelari 100 m, pada orang yang selamat dari kecelakaan karena selisih waktu sepersekian detik, atau pada orang yang ketinggalan pesawat.

Penyebab 'ngaret' pada umumnya karena masih menunggu pembicara yang belum lengkap atau peserta belum banyak yang hadir. Begitu pun ibadah atau kebaktian acapkali