PROFETIK

Salam Kebajikan,

Pada suatu hari, sebuah tim pendaki gunung mendapat sponsor untuk mendaki gunung tertinggi di dunia. Tim pendaki gunung dan sponsor ingin ekspedisi itu berhasil dengan baik dan dapat kembali dengan selamat. Untuk mencapai tujuan sesuai yang diharapkan, mereka melakukan persiapan yang sangat serius. Berbulan-bulan mereka melatih kebugaran, memperdalam kemampuan dan teknik mendaki, mempelajari literatur-literatur terpercaya mengenai keadaan gunung tersebut, mempelajari jalan yang harus ditempuh, menyiapkan perbekalan yang mesti mereka bawa, memilih pemandu yang baik, dan sebagainya. Kurang lebih begitulah ilustrasi mengenai profetik. Profetik merujuk pada prophet yang artinya nabi dan prophetic yang berarti bernubuat atau meramalkan.

Dalam ilustrasi di atas, profetik berarti keinginan agar ekspedisi berhasil dengan baik dan dapat kembali dengan selamat. Itu berarti sesuatu yang terjadi pada masa depan. Sponsor mengilustrasikan kebajikan Tian, literatur-literatur bisa dianalogikan sebagai kitab suci, pemandu adalah ajaran dan keteladanan jalan suci para raja suci dan nabi purba serta tokoh-tokoh suci yang telah mendahulu. Mereka akan membekali dan membimbing manusia agar dapat hidup dalam dao (jalan suci). Namun keberhasilan ekspedisi tersebut tetap saja ditentukan oleh manusia sendiri, apakah mau belajar dan berlatih serta melakukan perjalanan sesuai dengan petunjuk dan bimbingan yang telah diterima.

Dalam agama Ru-Khonghucu, fungsi profetik menduduki peranan penting. Melalui raja suci, nabi purba, dan tokoh-tokoh suci yang disempurnakan oleh Nabi Kongzi, agama Ru-Khonghucu diajarkan untuk membimbing manusia menempuh jalan suci sehingga manusia dapat memperoleh keselarasan dan keharmonisan gui shen. Pada akhir kehidupannya, dapat kembali bersatu dengan kebajikan Tian.

Untuk menggambarkan fungsi profetik Nabi Kongzi dan ajaran agama yang dibawakannya, Anda bisa meresapi kisah perjalanan hidupnya untuk mengembalikan umat manusia ke jalan suci yang telah difirmankan Tian. Nabi Kongzi diturunkan oleh Tian untuk menyampaikan dan mengumandangkan gema genta rohani bagi umat manusia. Tidak hanya di Tiongkok, tetapi di seluruh muka bumi. Bukan hanya pada etnis tertentu, tapi pada seluruh umat manusia.

Melalui agama Ru-Khonghucu yang berasal dari kebajikan Tian, yang diteruskan dan disempurnakan oleh Nabi Kongzi dari para nabi pendahulu dan dapat kita baca dalam Sishu, Wujing dan Xiaojing, umat manusia mendapat kesempatan yang luas untuk memperoleh petunjuk bagaimana hidup dalam jalan suci. Dengan menjalankan ajaran agama yang dibimbingkan dalam Sishu, Wujing dan Xiaojing, manusia berusaha menyempurnakan diri dan pribadinya. Hal ini selaras dengan kodratnya sebagai makhluk termulia.

Kesempurnaan diri dan pribadi manusia sesuai dengan kodratnya adalah kemampuan untuk hidup dalam keselarasan dan keseimbangan jasmani dan rohani, mampu mengendalikan nafsu-nafsu, serta mengembangkan benih-benih kebajikan dalam dirinya.



Sishu, Wujing dan Xiaojing memberi tuntunan agar manusia hidup beriman. (Zhong Yong XX) 

Agama memberi tuntunan dan bimbingan agar manusia berkembang dan hidup beriman. Namun manusialah yang harus menjalankan dan menyempurnakannya. (Zhong Yong XXIV: 1) 

Kitab suci membimbing manusia untuk menempuh jalan suci. Akan tetapi, manusia pula yang menentukan apakah akan mengikuti atau tidak ajaran-ajarannya. (Da Xue I: 4)

Agama Ru-Khonghucu adalah agama yang mengajarkan hubungan vertikal dan horisontal antara manusia dengan Tian, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan hidupnya.

Para nabi, raja suci dan tokoh suci mengajarkan ajaran-ajarannya bukan sekadar dengan perkataan, tetapi mengajarkannya dengan keteladanan. Para nabi adalah orang-orang yang senantiasa hidup selaras dengan kebajikan Tian sehingga dapat membantu langit dan bumi untuk menyelenggarakan peleburan dan pengembangan serta dikatakan telah menjadi tritunggal dengan langit dan bumi. (Zhong Yong XXI, XXV, Shujing IV.2) (US) 05112019


Sumber: Modul 6 Pendidikan Agama Khonghucu Universitas Terbuka, 2011.

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN