TES KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI

Salam Kebajikan,

Beberapa hari yang lalu saya melakukan tes kesehatan, mencakup tes kolesterol, gula darah, massa otot, lemak, cairan dalam tubuh, kepadatan tulang, usia biologis (body age), BMI, BMR, dan visceral fat dengan tiga alat tes berbeda.

Tes kesehatan menunjukkan vital signs (angka-angka vital) kesehatan tubuh, sehingga saya dan Anda dapat mengetahui hal-hal apa saja yang diperlukan agar vital sign yang kurang baik dapat diperbaiki, sehingga dalam jangka panjang tidak menimbulkan penyakit. Misalnya makanan atau minuman apa yang mesti dikurangi atau ditambah, apakah kita cukup minum atau tidak, apakah kita cukup bergerak/berolahraga atau tidak, suplementasi alami dengan phytofactor apa yang diperlukan agar vitamin dan mineral tubuh terpenuhi. Dari tes ini kita juga dapat mengetahui apakah body age kita lebih tua, sesuai, atau lebih muda dari angka usia kita sebenarnya.

Hasil tes beberapa hari yang lalu menunjukkan ada beberapa vital sign tubuh saya yang masih mesti diperbaiki. Misalnya kolesterol dan lemak di perut. Yang membuat saya gembira: Body age saya lebih muda dari angka usia saya dan BMR saya bagus yang artinya stamina saya baik.

Masih ada beberapa tes kesehatan lain (lebih advance) yang perlu kita lakukan secara rutin—terutama bagi yang telah berumur di atas 30 tahun—untuk mendeteksi dini penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, stroke, kanker, diabetes, autoimune atau timbulnya pengeroposan tulang. Tes-tes perlu dilakukan karena lingkungan tempat hidup kita (udara, air, tanah) telah tercemar, makanan yang kita makan (sayur, buah, beras) telah ditanam menggunakan pupuk kimia dan insektisida, daging yang kita makan adalah daging hasil dari binatang yang disuntik hormonal, makanan yang kita konsumsi juga mengandung kadar gula dan lemak berlebihan, menggunakan pengawet dan pewarna. Semua itu menimbulkan radikal bebas yang menyebabkan penyakit degeneratif.

Betapa pentingnya kita melakukan tes-tes kesehatan untuk mengetahui vital sign tubuh kita, agar kita terhindar dari penyakit, dapat hidup sehat dan bugar dalam lingkungan yang tidak lagi sehat. Saya yakin banyak di antara Anda yang melakukannya. Itu menunjukkan kepedulian Anda terhadap tubuh karunia Tian yang merupakan warisan ayah bunda.

Kepedulian Anda terhadap tubuh dan kesehatan tubuh akan semakin nampak saat ada sesuatu yang tak wajar dalam tubuh Anda atau Anda sakit. Saat Anda sakit atau ada yang tak wajar dalam tubuh Anda, Anda tentu berupaya mencari pengobatan dari ahlinya agar dapat sembuh, kendati harus pergi ke luar kota atau ke luar negeri. Itu bagus dan sewajarnya. Sangat bagus namun sebetulnya belum cukup.

Yasheng Mengzi hampir dua ribu lima ratus tahun yang lalu mengingatkan hal lain yang sangat penting, tak kalah penting dengan kepedulian kita pada kesehatan (kewajaran) jasmani, namun sering diabaikan, yaitu kewajaran hati atau kesehatan rohani. 

 Camkan pesan Mengzi berikut ini.
"Kini kalau Ada orang yang jari manisnya bengkok tidak dapat diluruskan, biar tidak sakit dan tidak mengganggu pekerjaan, kalau ada yang bisa menyembuhkan menjadi lurus, meskipun di negeri Qin atau Chu tidaklah dipandang jauh. Demikianlah kalau seseorang jarinya tidak wajar. Orang yang jarinya tidak wajar, tahu bagaimana untuk tidak menyukainya; tetapi kalau hatinya tidak wajar sebagai manusia, mengapa tidak tahu bagaimana untuk tidak menyukainya? Inilah yang dinamai tidak dapat membeda-bedakan."

Sebagai manusia semestinya tak lalai pula melakukan 'tes-tes kesehatan' hati tempat benih-benih kebajikan watak sejati bersemayam, agar watak sejati tak tertutup alang-alang (nafsu) namun menjadi jalan lebar dan lapang yang membawa kita menjadi manusia berhati wajar, yaitu manusia yang senantiasa menjalankan kemanusiaan dan mengenal Tian.

Dalam Kitab Mengzi dikatakan bahwa manusia yang memiliki hati yang wajar adalah manusia yang mengembangkan perasaan belas kasihan, perasaan malu dan tidak suka, perasaan rendah hati dan mau mengalah, dan perasaan membenarkan dan menyalahkan. Perasaan-perasaan tersebut adalah benih cinta kasih, benih kebenaran, benih kesusilaan dan benih kebijaksanaan.

Saat kita mengerti mengenai kesehatan dan memulihkan tubuh kita dari penyakit, kita tentu akan berusaha mencapai kebugaran tubuh dan mencegah penyakit lalu membagikan pengetahuan dan pengalaman kita pada orang lain, dimulai dari keluarga, orang-orang terdekat kemudian orang yang kita kenal dan kepada semua orang.

Mengapa kita tidak melakukan hal yang sama berkenaan dengan hati kita?
Mengzi berkata, "Karena keempat benih itu ada pada kita, maka yang mengerti itu harus sekuat mungkin mengembangkannya, seperti mengobarkan api yang baru menyala atau mengalirkan sumber yang baru muncul. Siapa dapat benar-benar mengembangkan, ia akan sanggup melindungi empat penjuru lautan; tetapi yang tidak dapat mengembangkan, ia tidak mampu meskipun hanya mengabdi kepada ayah bundanya."

Kita perlu secara rutin melakukan tes kewajaran hati/kesehatan rohani seperti diajarkan Mengzi dengan menyelami hati agar dapat mengenal watak sejati dan mengenal Tian. 
Zengzi melakukan tes setiap hari dengan memeriksa/mawas diri, "Tiap hari aku memeriksa diri dalam tiga hal: sebagai manusia adakah aku berlaku tidak satya? Bergaul dengan kawan dan sahabat adakah aku berlaku tidak dapat dipercaya? Dan adakah ajaran Guru yang tak kulatih?" 

Tanpa tes rohani, bisa saja nafsu-nafsu yang datang dari luar telah menjadi 'radikal bebas' memicu nafsu yang ada dalam diri, menyebabkan 'penyakit degeneratif' dalam hati kita dan menghalangi kita menjadi orang besar.

Dengan melakukan kedua aktifitas tes (jasmani dan rohani) secara rutin, lalu melakukan upaya perbaikan atas apa-apa yang kurang baik dan kurang wajar (tidak sesuai watak sejati) dengan menata asupan makanan (plus gerak) dan menata hati (plus menambah pengetahuan) agar sehat dan mampu berpikir tepat, berarti kita berada dalam jalan yang tepat untuk menjadi manusia yang utuh, selaras dan seimbang jasmani dan rohani. (US) 18112019


Renungan: Mengzi VIA: 12, Mengzi IIA: 6.1 - 6.6, Lunyu I: 4, Mengzi IIA 6.7, Mengzi VIA: 15

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

TOUS LES JOURS