PERILAKU TANPA CINTA

Salam Kebajikan,

Ahli psikologi mempunyai istilah untuk tingkah laku yang sering kita lihat dalam pergaulan orang-orang modern 'perilaku tanpa cinta'. Ini menggambarkan dengan sangat akurat apa yang terjadi ketika atas nama cinta, orang-orang berlaku tamak, memaksakan caranya kepada orang-orang yang sangat menyayangi mereka. Ini sering terjadi antara antara suami dengan istri, antara pasangan, antara ibu dengan anak laki-laki, antara ayah dengan anak perempuan, dengan kata lain antara orang-orang yang sangat dekat.

Seorang suami atau istri mungkin berkata kepada yang lainnya, "Lihatlah apa yang telah kuberikan demi cintaku padamu. Aku melakukan ini semua demi keluarga ini, jadi sekarang kamu harus memperlakukanku dengan istimewa."

Banyak ibu berkata kepada anaknya, "Lihatlah, setelah aku melahirkanmu, aku harus kehilangan pekerjaan, parasku menjadi jelek, kukorbankan segalanya untukmu, jadi mengapa kamu tidak berusaha lebih baik di sekolah?"

Semua ini merupakan perilaku tanpa cinta; jenis pemaksaan atas nama cinta, untuk membuat orang lain berbuat mengikuti kemauannya.

Dalam sebuah buku tentang menjadi orang tua karangan seorang ahli psikologi dari Inggris, penulis mengatakan suatu hal yang sangat bijaksana:
Cinta hampir selalu tentang membawa orang-orang menjadi lebih dekat. Tetapi hanya satu jenis cinta, hanya satu-satunya yang tujuannya adalah perpisahan; cinta para orang tua pada anak-anaknya. Cinta orang yang benar-benar sukses berarti secepat mungkin mengupayakan anak-anak menjadi pribadi yang mandiri dan dapat terpisah dari hidupnya; semakin cepat perpisahan ini, semakin sukses ia sebagai orang tua.

Makna dari semua ini adalah jarak kebebasan dan kemandirian adalah bentuk penghormatan pada martabat seorang individu, bahkan harus tetap ada di antara orang terdekat dengan kita.

Baik antara ayah dan anak laki-laki, ibu dan anak perempuan, atau pernikahan yang lama antara suami istri, ketika jarak rasa hormat dilanggar, ketika kita melampaui batas dan mencapai apa yang oleh Nabi Kongzi disebut 'mendesak', maka kita tidak lagi benar-benar mandiri, disitulah akan timbul masalah. Kerusakan tersembunyi, kerenggangan, bahkan putusnya hubungan tidak jauh lagi.

Nabi Kongzi menunjukkan pada kita bahwa kita harus menghargai semua orang sama dan secara masuk akal, pandai menjaga jarak, dan saling memberi ruang gerak.

Hubungan dengan teman-teman dan keluarga selalu seperti itu. Dengan memberi ruang, kita akan menemukan titik pandang baru terbuka di depan mata kita. (US) 22012020


Dikutip dari buku Yu Dan "1000 Hati Satu Hati", Gerbang Kebajikan Ru, 2009. Hal 67-70.

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN