LIJI MENCATAT HARI WAFAT NABI KONGZI

Salam Kebajikan,
Nabi bersabda, "Burung Feng–Hong tidak menampakkan diri. Peta tanda-tanda tidak muncul di sungai; perjalananKu ini pun sudah sampai akhirnya."
—Lunyu IX: 9

Pada hari ini er yue tanggal 18, 2571 Kongzili, pukul 9 pagi dilaksanakan upacara sembahyang hari wafat Nabi Kongzi. Jalannya upacara seperti pada upacara Hari Lahir Nabi—hanya saja penyelenggaraannya lebih sederhana, dan lebih ditekankan pada suasana khidmat. 

Surat doa ditulis pada kertas merah. Pada upacara sembahyang Hari Wafat Nabi dibacakan Teks Hari Wafat Nabi. Demikian MATAKIN mengatur persembahyangan dalam Tata Agama dan Tata Laksana Upacara Agama Khonghucu.

Nabi wafat dalam usia 72 tahun, tatkala Pangeran Ai dari negeri Lo memerintah 16 tahun (479 SM) dan dimakamkan dengan sederhana di kota Qufu.

Kitab Liji, Tan Gong II: 20-22 menuliskan saat-saat akhir kehidupan Nabi Kongzi selaku Genta Rohani Tian:
Suatu hari Nabi Kongzi bangun pagi-pagi dan menempatkan kedua tangannya di belakang sambil menyeret tongkatnya. Beliau perlahan-lahan hilir mudik di dekat pintu dan menyanyi, "Gunung Tai Shan runtuh; balok-balok akan patah; dan Sang Budiman pun akan layu."

Selesai menyanyi beliau masuk dan duduk di hadapan pintu.

Zi Gong yang mendengar itu berkata, "Bila Gunung Tai Shan runtuh, apakah yang dapat kulihat dengan tenang. Bila balok-balok patah, (di mana tempat aku bersandar?) Bila sang Budiman layu, kepada siapa aku dapat tenang bersuri tauladan? Aku khawatir guru nampaknya akan sakit."

Ia segera masuk ke rumah.

Nabi bersabda, "Si, mengapa engkau demikian terlambat datang? Pada zaman Dinasti Xia, jenazah diberi pakaian dan dimasukkan peti di ruang atas tangga timur di sanalah jenazah di tempatkan di tempat tangga naik (tuan rumah). Orang-orang Dinasti Yin, jenazah diberi pakaian dan dimasukkan peti di ruang antara dua pilar; maka tangga naik bagi tuan rumah ada di salah satu samping jenazah dan samping tangga yang lain untuk para tamu. Demikianlah tuan rumah dan para tamu naik lewat tangga yang berbeda. Pada zaman Dinasti Zhou jenazah diberi pakaian dan dimasukkan peti di ruang atas tangga sebelah barat dengan demikian jenazah diperlakukan sebagai tamu. Aku, Qiu adalah orang keturunan Dinasti Yin dan semalam aku bermimpi duduk di ruang tempat jenazah yang terletak di antara dua pilar. Raja yang cerah batin tidak muncul, siapakah di bawah langit ini dapat menjunjung petunjuk-petunjukKu. Kiranya sudah waktuKu akan berpulang."

Setelah itu beliau berbaring di tempat tidurnya. Tujuh hari sakit dan berpulang.

Di dalam upacara perkabungan untuk Nabi Kongzi, para murid merasa bimbang tentang pakaian apa yang harus mereka kenakan. Zi Gong berkata, "Dahulu ketika Guru berkabung untuk Yan Yuan, beliau berkabung seperti kematian seorang anak tetapi tidak mengenakan pakaian berkabung. Demikian pula atas kematian Zi Lu. Karenanya, marilah kita berkabung seperti untuk ayah tetapi tidak mengenakan pakaian berkabung.

Pada upacara perkabungan untuk Nabi Kongzi, Gongxi Chi merancang perhiasan untuk acara itu. Untuk hiasan peti mati diberi layar seperti tembok dan tirai seperti kipas, disimpulkan pada kedua ujungnya, seperti yang biasa dilakukan pada zaman Dinasti Zhou; diberi bendera yang bergerigi tepinya seperti yang biasa dilakukan pada zaman Dinasti Yin; dan digunakan tiang bendera yang dibungkus kain sutera putih, dan pita yang terjurai ke bawah seperti biasa dilakukan Dinasti Xia.

Begitu besar pengaruh Nabi Kongzi dari zaman ke zaman, generasi ke generasi. Para murid memberi kesaksian seperti tercatat dalam kitab suci:
Zai Wo berkata, "Menurut penglihatanku, Nabi melebihi Yao ataupun Shun."
Zi Gong berkata, 'Dengan melihat peri kesusilaannya dapat diketahui pemerintahannya. Dengan mendengar lagu-lagu musiknya dapat diketahui tentang kebajikannya. Sejak beratus zaman yang lalu itu dan membandingkan raja-raja sepanjang ratusan zaman kiranya tidaklah salah bahwa sejak adanya manusia hingga kini, belum ada yang seperti Guru!'
Rou You berkata, 'Apakah hanya pada manusia saja ada perbedaan tingkat? Bukankah Qilin itu yang terlebih di antara hewan, Feng Huang di antara burung, Tai Shan di antara gunung dan bukit, dan bengawan-lautan di antara selokan-selokan? Nabi dan rakyat jelata ialah umat sejenis, tetapi dia mempunyai kelebihan di antara jenisnya. Dialah yang terpilih dan terlebih mulia. Sejak ada manusia hingga kini, sungguh belum ada yang lebih sempurna dari Kongzi."
—Mengzi IIA: 2.26-2.28
"Dari Kongzi sampai sekarang, baru kira-kira seratus tahun. Kalau dilihat jarak waktu Nabi meninggalkan kita, belum terlalu jauh dan kediaman Nabi juga dekat saja, bahkan sangat dekat. Mengapa tiada yang meneruskan ajaranNya? Benarkah tiada yang meneruskan ajaranNya?
—Mengzi VIIB: 38.4

(US) 1103202

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

DUAN YANG (PEH CUN (?)) HARI SARAT MAKNA SPIRITUAL