NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

Salam Kebajikan,

Bila kita membaca dengan teliti kitab-kitab suci agama Ru-Khonghucu, jelas terlihat, Kongzi disebut sebagai seorang Sheng 聖, seperti misalnya apa yang diucapkan Zi Gong子貢, salah seorang murid Beliau, “… Tian zong zhi jiang sheng 天縱之將聖 …(Memang Tian telah mengutusnya sebagai Sheng)”.

Di dalam Zhong Yong Bab XXX dan XXXI, Kongzi dinyatakan sebagai seorang Zhi Sheng 至聖 (Sheng Sempurna, Sheng Agung), seorang yang telah mencapai Zhi Cheng 至誠 (Puncak Iman), seorang Da Sheng 大聖 (Sheng Besar/Agung).

Mengzi yang hidup lebih kurang seratus tahun setelah Kongfuzi mengatakan, “…Kong Zi Sheng Zhi Shi Zhe Ye 孔子,聖之時者也 (Kongzi Sheng Segala Jaman), Kong Zi Zhi Wei Ji Da Cheng 孔子之謂集大成 (Kongzi Yang Lengkap, Besar, Sempurna)” .

Apakah Sheng 聖 tepat diterjemahkan sebagai Filsuf, Sage (orang Bijaksana), orang pintar atau Cendekiawan?

Dalam Hua Yu padanan kata seorang Filsuf adalah Zhe Ren 哲人 atau Zhe Xue Jia.

Orang Bijaksana (sage) mempunyai padanan kata Xian Ren 賢人.

Padanan kata cendekiawan, orang pintar atau sarjana adalah Shi 士.

Orang-orang sering mengatakan bahwa Kongzi adalah orang Bijaksana dan tidak tepat dikatakan sebagai Nabi. Sayangnya dalam kitab suci agama Khonghucu, Xian 賢 atau orang Bijaksana (sage) tidak sama dengan Sheng 聖 atau orang suci/nabi.

Apa yang membedakannya? 

Sheng (orang suci/nabi) mengajarkan tentang Tian Dao, orang Bijaksana tidak. Seorang Sheng pastilah orang Bijaksana, tapi seorang Bijaksana (Xian) belum tentu Sheng.

Hal ini dapat kita simak dalam Mengzi VII B: 24.2
仁之於 (于) 父 子 也,
Rénzhī yú (yú) fù zi yě

義 (义) 之 於 (于) 君 臣 也,
Yì (yì) zhī yú (yú) jūnchén yě

禮 (礼) 之 於 (于) 賓 (宾) 主 也,
Lǐ (lǐ) zhī yú (yú) bīn (bīn) zhǔ yě,

智 之 於 (于) 賢 (贤) 者 也,
Zhìzhī yú (yú) xián (xián) zhě yě,

聖 (圣) 人之 於 (于) 天 道 也,
Shèng (shèng) rén zhī yú (yú) tiāndào yě,

命 也,有 性 焉,君 子不 謂 (谓) 命也 
Mìng yě, yǒu xìng yān, jūn zi bù wèi (wèi) mìng yě.

“Hendaknya terdapat Cinta Kasih antara ayah dan anak; terdapat Kebenaran antara pemimpin dan pembantu; terdapat Kesusilaan antara tamu dan tuan rumah; terdapat Kebijaksanaan untuk mengenal para Bijaksana dan mengikuti Tian Dao yang dibawakan oleh para Sheng. Semuanya ini ialah Ming. Manusia mempunyai Xing, maka seorang Junzi tidak menamakan itu sekedar Ming.”

Orang-orang seringpula mengatakan bahwa Kongzi adalah filsuf. Ini juga kurang tepat karena filsuf tidak mengajarkan Tian Dao, dia seorang pencinta kebijaksanaan.

Seorang filsuf (zhe ren atau zhe xue jia) adalah orang yang sedang mencari kebijaksanaan, bukan memiliki kebijaksanaan.

Seorang filsuf tidak perlu terhubung dengan apapun atau siapapun, dan dia juga bukan orang yang baik secara moral (seperti orang suci) atau membuktikan dirinya sebagai anggota masyarakat yang layak (seperti yang dilakukan oleh orang Bijak). Bukan karakter filsuf atau karakter moral yang diidolakan filsuf; manfaatnya semata-mata didasarkan pada hal baru dan tantangan dari argumen yang dia hadirkan.


Jadi apa sebetulnya Sheng 聖?

Pemahaman 聖 - sheng ; secara tradisional dari karakter hurufnya.

(Sheng) terdiri dari tiga karakter ;

耳 - er ; telinga

口 - kou ; mulut

王 - wang ; raja


Catatan :

王 - wang (raja) adalah orang yang menghubungkan tiga hakikat (三 才 - san cai)


Orang yang terpilih

(unsur 天 Tian, ilahi)


Memiliki daerah kekuasaan

(unsur 地 di, bumi)


Mempunyai rakyat yang dipimpin

(unsur 人 ren, manusia)

聖 - sheng ; 'nabi' 

menerima wahyu Tian, disimbolkan dengan telinga (menerima wahyu Tian melalui telinga batin)

sabdanya (mengajarkan), disimbolkan dengan mulut

Ajarannya merangkai (meliputi), San Cai (Tian Di Ren)

Maka Sheng 聖 secara harfiah dapat pula diartikan sebagai seorang manusia yang memiliki kemampuan batin mendengar firman Tian dan memberitakan/menyampaikan kepada manusia, karena telah manunggal dengan Tian Di.


Dalam

儒 教 經 書 ;
Ru Jiao jing shu,

Kitab Suci agama Ru

Dikenal beberapa sebutan terkait

聖 - sheng 'kenabian'

Meski sangat sulit untuk menggolongkan ‘tokoh-tokohnya’, Matakin akhirnya menyimpulkan Ke-Nabi-an dalam Agama Ru-Khonghucu dikategorikan menjadi Sheng Huang 聖皇 (Nabi Purba), Sheng Wang 聖王 (Raja Suci), Sheng Ren 聖 人(Nabi), dan Da Cheng Zhi Sheng 大 成 至 聖 atau Tian Zhi Mu Duo 天 之 木 鐸.

Ada dua versi yang bisa digunakan sebagai acuan dalam menggolongkan ‘tokoh-tokoh’ sesuai kategori ke ‘Nabi’an yang dimaksud:


Acuan 1 adalah Li Ji Bab Nei Ze II:2.3 dan Yue Ji I:1.27 yang menggolongkan menjadi

WU DI 五帝: Fu Xi 伏羲, Shen Nong 神農, Huang Di 黃帝, Tang Yao 唐堯, Yu Shun 虞舜

dan

SAN WANG 三王: Da Yu 大禹, Cheng Tang 成湯, Wu Wang 武王.


Acuan 2 adalah Kong Zi Da Zi Dian 孔子大字典 yang menggolongkan menjadi

SAN HUANG 三皇: Fu Xi 伏羲, Shen Nong 神農 dan Huang Di 黃帝

dan

WU DI: Tang Yao 唐堯, Yu Shun 虞舜, Da Yu 大禹, Cheng Tang 成湯 , Wu Wang 武王.

Disebut pula sebagai San Huang Wu Di 三 皇 五 帝.


Dari acuan tersebut dapat disimpulkan yang termasuk:

Sheng Huang (Nabi Purba) antara lain Fu Xi, Shen Nong, Huang Di.

Yang termasuk Sheng Wang (Raja Suci) antara lain Tang Yao, Yu Shun, Da Yu, Cheng Tang, Wu Wang.

Sedangkan yang termasuk Sheng Ren, acuannya adalah Mengzi Bab Wanzhang (B): 

Bo Yi Sheng Zhi Qing Zhe Ye 伯夷聖之凊者也 (Bo Yi Nabi kesucian), 

Yi Yin Sheng Zhi Ren Zhe Ye 伊尹聖之任者也 (Yi Yin Nabi Kewajiban),

Liu Xia Hui Sheng Zhi He Zhe Ye 柳下惠聖之和者也 (Liu Xia Hui Nabi keharmonisan),

Kong Zi Sheng Zhi Shi Zhe Ye 孔子聖之時者也 (Kongzi Nabi Segala Jaman), Zhi Wei Ji Da Cheng 之謂集大成 (Yang Lengkap, Besar, Sempurna).


Kriteria lain Sheng Ren antara lain adalah menerima TIAN Xi (Wahyu TIAN):

Fu Xi menerima Wahyu He Tu, Da Yu menerima Wahyu Luo Shu,

Cheng Tang menerima Wahyu Gui Zang 歸藏, Wen Wang menerima Wahyu Dan Shu 丹书, Kongzi menerima Wahyu Yu Shu 玉书 (Batu Kumala),


Khusus sebutan untuk Nabi Kongzi yang memperoleh Gan Sheng (Tanda-tanda gaib kelahiran), Shou Ming (Menerima Firman Tian), dan Feng Shan (Penyempurnaan Tugas/mandat Tian).

Sebagai ;

素 王
Su wang

Raja tanpa Mahkota

('Raja' yang tidak dibatasi oleh 'mahkota')

'Raja' sepanjang masa, melampaui batas waktu serta geografis


Kaitan fungsi Kenabian ;

大 成 至 聖
da cheng zhi sheng

Yang besar, Sempurna dan mencapai Puncak Kenabian


Kaitan fungsi Guru / Pendidik

萬 世 師 表
wan shi shi biao

Guru Agung Sepanjang Masa


Kaitan Pembimbing / Penyelamat umat manusia

天 之 木 鐸
tian zhi mu duo

Genta Rohani Utusan Tian


Tertulis di batu nisan nya

大 成 至 聖 文 宣 王
Da cheng zhi sheng wen xuan wang

Yang besar, sempurna dan menjapai puncak kenabian, raja pemberita firman.

Catatan :

Genta Rohani = simbol sebagai pemberita, penuntun, pembimbing (penyelamat)

Setelah era Nabi Kongzi, dikenal sebutan 四 配 - si pei Empat Pendamping (yang telah manunggal)


復 聖 - fu sheng Yanyuan; duplicate

Yang kembali pada ajaran nabi


宗 聖 - zong sheng Zengzi; model

Yang menjunjung ajaran nabi


述 聖 - shu sheng Zisi; relate

Yang meneruskan ajaran nabi


亞 聖 - ya sheng Mengzi; second, 'nabi kedua'

Yang menegakkan ajaran nabi


Dalam Kong Zi Shi Jia, Shi Ji 孔子世家,史记 - Si Ma Qian 司馬遷 menulis: 
自天子王候中國言六藝者折中于夫子可謂至聖矣.
Zi Tian Zi Wang Hou Zhong Guo Yan Liu Yi Zhe Zhe Zhong Yu Fu Zi Ke Wei Zhi Sheng Yi

Para Kaisar dan Raja Muda membicarakan ‘Enam Keterampilan’, namun yang mampu menguraikan hanyalah Kongzi, Beliaulah yang boleh disebut mencapai ‘Puncak Ke-Nabian’.

Pengertian Sheng sulit digantikan dengan istilah-istilah dari bahasa lain karena kendala bahasa yang signifikan, termasuk dalam bahasa Indonesia, terutama dalam aspek Tian Di Ren. Maka setelah mengkaji istilah Sheng berdasarkan ayat-ayat dalam Si Shu Wu Jing, kajian huruf, wahyu, maupun membandingkan dengan istilah-istilah umum mengenai filsuf, orang suci, orang bijaksana, orang besar, cendekiawan dan sebagainya, dapat disimpulkan, sebutan Nabi walaupun tidak persis sama menjadi padanan kata yang paling sesuai untuk Sheng.

Idealnya istilah Sheng tetap dipertahankan seperti adanya dalam kitab Sishu Wujing, namun perlu disadari tanpa adanya padanan kata yang digunakan secara umum dalam khazanah keagamaan yang sesuai dalam bahasa Indonesia, umat akan sulit memahami makna kata Sheng tersebut.

Hal seperti ini adalah hal yang umum dilakukan dalam penerjemahan istilah keagamaan semua agama. 

Faktanya, istilah Nabi di Tiongkok disepadankan dengan Sheng.  Seperti dapat kita baca pada inkripsi monumen Masjid Besar Huajue–Dongda, Xi An berangka tahun 742 M, "Dari berbagai penjuru dunia, para shengren bermunculan tetapi iman dan kebenaran itu satu, sehingga mereka dapat saling menerima dengan mudah tanpa menyisakan satu noktah pun keraguan. Muhammad adalah shengren dari Barat hidup di negeri Arab sedang Kong Fuzi adalah shengren dari Timur hidup di negeri Tiongkok. Kendati keduanya terpisah ribuan li dan ratusan tahun tetapi Ajaran mereka berhampiran. Mengapa? Karena iman dan kebenaran itu satu adanya”. (US) 18032020


Catatan: Kajian yang cukup komprehensif mengenai Sheng dapat dibaca dalam buku berjudul, "Tian dan Sheng dalam Penafsiran Rohaniwan dan Cendekiawan Matakin serta Pengamat Budaya Tionghoa di Indonesia" yang merupakan Penelitian Tesis Penulis di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Postingan populer dari blog ini

KELENTENG DAN SHEN MING

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

DUAN YANG (PEH CUN (?)) HARI SARAT MAKNA SPIRITUAL