VAKSIN DAN OBAT BAGI VIRUS HATI DAN JIWA

Salam Kebajikan,

Setelah setengah bulan lebih, hari ini kami pergi berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan perut yang tidak bisa ditunda lagi. Setelah pulang ke rumah, kami mencuci tangan, melakukan pencucian plastik belanja dan mensterilkan permukaan apapun yang kami pegang dan permukaan yang digunakan untuk menaruh plastik belanja. Backpack yang kami bawa, kami letakkan di luar dan akan kami masukkan ke rumah setelah tiga hari. Masker yang telah kami gunakan dua kali, kami buang. Lalu kami mandi dan keramas. 

Alasan kami baru berbelanja lagi setelah dua hari Jumat yang lalu—tepatnya tanggal 27 Maret—adalah karena pada hari Jumat tanggal 10 April, DKI Jakarta telah mulai ditetapkan PSBB. Jadi hari ini memasuki hari keempat setelah PSBB ditetapkan.

Harapan kami setelah 72 jam akan hanya ada sedikit virus corona di luar sana, terutama di pasar tradisional tempat kami berbelanja, dengan asumsi masyarakat disiplin menggunakan masker.

Rasa khawatir terpapar dan menularkan virus pada orang lain begitu besar pada diri kami sehingga kami ekstra waspada. Mungkin efek pemberitaan dan medsos yang menyebabkan kami cermat berhitung, khawatir, waspada dan disiplin. Ya mau bagaimana lagi virus ini tak terlihat namun berbahaya.

Saya pikir Anda pun melakukan hal yang sama atau mirip dengan kami.


Begitulah, kita sebagai manusia seringkali lebih peduli terhadap apa yang terjadi atau mungkin terjadi pada tubuh kita, jasmani kita. Mengzi mengatakan kalau jari kita bengkok, kemungkinan besar kita menyadari lalu berusaha mencari tabib yang dapat meluruskan jari kita agar 'normal'.

Sepanjang hidup kita sebetulnya sadar tidak sadar bisa saja terpapar dan menularkan banyak virus jiwa tak kelihatan yang sangat memengaruhi perasaan, pikiran dan cara pandang kita pada kehidupan dan sesama kita. Virus ekstremisme berbalut materialisme, utilitarianisme, kapitalisme, liberalisme, komunisme, radikalisme, rasisme, egoisme dan isme-isme lain yang kebablasan dan melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Atau virus-virus jenis lain yang tak kalah berbahayanya dari COVID-19, seperti kesukaan kita bergosip, menghakimi, menuduh, mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati, merendahkan orang, cemburu membabi buta, keakuan, sombong, tinggi hati, iri dan benci, keluh gerutu, sesal penyalahan, menyebarkan hoax, tidak melakukan saring sebelum sharing, tidak mau memeriksa serta meneliti dan masih banyak lagi pikiran dan tindakan negatif yang menyebabkan keretakan hubungan, permusuhan, kesakitan, kebencian, penderitaan, pertengkaran, perceraian, pembunuhan fisik dan karakter dan luka hati yang dalam. 

Sayangnya Mengzi kembali mengingatkan pada kita bahwa kebanyakan dari kita tidak menyadari saat hati kita bengkok.

Perlakuan kita pada virus hati dan jiwa seringkali berbeda dengan apa yang kita lakukan pada virus yang dapat menyebabkan sakit pada tubuh jasmani kita. Kita seringkali abai untuk mencuci jiwa kita, mendisinfektan hati kita, membersihkan pikiran kita, menutup mata, telinga dan mulut kita dengan masker yang memadai agar kita tak terpapar dan memaparkan.

Mencuci hati dengan bacaan-bacaan dan audio visual positif, mendinginkan dan menjaga hati dengan bersembahyang dan jingzuo, menyiapkan multivitamin kebajikan bagi perasaan kita dengan membaca kitab suci dan beribadah, berjemur di bawah terik cahaya kebajikan Tian yang menyehatkan dan menguatkan antibodi hati dan jiwa kita dengan terus menyelami hati merawat watak sejati agar kita kebal dan tak menularkan virus-virus hati dan jiwa tersebut.

BACA JUGA: JINGZUO

Bagus bila kita lakukan itu terus menerus setiap dua minggu, setiap minggu, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik dengan belajar dan berlatih, mengasah hati dan jiwa agar mampu memperbaiki kesalahan dan menempatkan hati kita pada posisi tengah tepat. Kita mestinya sadar virus berbahaya itu ada dimana-mana, bahkan mampu hidup lebih lama dari COVID-19 yang dapat bertahan 72 jam pada permukaan tertentu.

Kita mestinya cermat berhitung, khawatir, waspada dan disiplin pada virus-virus ini.  Kita beruntung karena kita sudah mempunyai vaksin dan obat yang dapat menghindarkan kita dari virus-virus hati dan jiwa tersebut yang akan membuat kita hidup dengan hati dan jiwa yang sehat, dipenuhi kepuasan dan kebahagiaan. Vaksin bagi hati dan jiwa itu adalah agama, untuk kita agama Ru-Khonghucu, yang akan membuat hidup kita sehat, hidup dalam dao, sesuai kehendakNya. Kalau kita mampu mengembangkan spiritualitas kita. 

Tinggal kita mau atau tidak memvaksin dan mengobati diri kita. (US) 13042020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

KELENTENG DAN SHEN MING