BALASLAH KEJAHATAN DENGAN KELURUSAN

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Zhisheng Kongzi memberikan kita banyak kaidah tentang bagaimana berperilaku dalam masyarakat dan menjadi orang yang pantas. Kaidah ini pada mulanya mungkin kelihatan sangat sederhana, bahkan kaku, tetapi pada kenyataannya mengandung fleksibilitas yang mengejutkan. 

Secara sederhana, beliau memberi kita prinsip-prinsip yang dapat menuntun tindakan-tindakan kita dan saat kita harus mengikuti prinsip-prinsip itu. 

Kita sering bertanya kepada diri kita sendiri apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang seharusnya tidak kita lakukan; apa yang baik dan apa yang buruk. 

Kenyataannya, ketika sampai pada pertanyaan ini, sangat sering terjadi sesuatu itu tidak dapat dibagi secara sederhana menjadi ide benar atau salah, baik atau buruk, ya atau tidak. 

Ketika kita mengerjakan sesuatu dan akan sampai sejauh mana kita mengerjakannya, akan memiliki pengaruh langsung pada bagaimana kita akan bertindak. 

Zhisheng Kongzi sangat menekankan pentingnya ketepatan dalam mengerjakan segala hal. Melakukan sesuatu berlebihan atau tidak melakukan sesuatu dengan cukup, keduanya sedapat mungkin dihindari. 

Jadi walaupun Zhisheng Kongzi menganjurkan cinta kasih dan kemurahan hati, Beliau tidak percaya kita akan memaafkan kesalahan setiap orang yang kita temui dengan cinta kasih yang sama. 

Seseorang bertanya kepada Beliau, "Apa pendapat Guru tentang pernyataan, 'Balaslah kejahatan dengan kebajikan?'"

Zhisheng Kongzi menjawab, "Balaslah kejahatan dengan kelurusan dan balaslah kebajikan dengan kebajikan." 

Ini mungkin tidak kita duga akan kita dengar, tetapi kesadaran akan batas-batas yang dapat diterima dari orang lain adalah satu kunci penting dari seorang Junzi sejati. 

Apa yang Zhisheng Kongzi anjurkan disini adalah penghargaan pada martabat manusia. 



Tentu saja Beliau tidak menganjurkan membalas kejahatan dengan kejahatan. Jika kita terus menerus membalas kesalahan yang pernah dilakukan pada kita dengan dendam dan sakit hati, kita akan terjebak dalam lingkaran setan yang tidak akan pernah berhenti. Kita akan mengorbankan bukan saja kebahagiaan kita, tetapi anak cucu kita juga. 

Membalas kejahatan dengan kebajikan juga bukan sesuatu yang dapat dipraktekkan. Jika kita terlalu murah dengan kebajikan dan kemurahan hati, membalas seseorang yang telah memperlakukan kita dengan tidak adil dengan kemurahan hati yang tidak perlu, ini juga merupakan kesia-siaan. 

Ada sikap ketiga. Membalas kejahatan dengan kelurusan. Menghadapi ini semua dengan tenang, tanpa prasangka, adil, terbuka dan tulus, atau dapat dikatakan menghadapinya dengan sikap moral yang mulia. 

Bagaimana dengan Anda? (US) 11062020


Dikutip dari buku Ya Dan "1000 Hati Satu Hati" halaman 62-63

Lunyu XIV: 34
Liji XXIX: 12

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN