KEINDAHAN ISTANA NABI

Salam Kebajikan,
Yan Yuan dengan menarik nafas berkata, "Bila kupandang, terasa bertambah tinggi; semakin kugali, terasa bertambah dalam. Kadang-kadang kupandang nampak berdiri dimuka sekonyong-konyong ternyata ada di belakang.

Demikianlah Guru selalu dengan baik meluaskan pengetahuanku dengan kitab-kitab dan melatih diriku dengan Li, sehingga walaupun kadang-kadang ingin menghentikan belajar, ternyata tidak dapat.

Aku sudah menggunakan segenap kepandaianku, sehingga terasa teguh dan nampak jelas di mukaku; tetapi untuk mencapainya ternyata masih belum dapat juga." 

—Lunyu IX: 11
Sungguh beruntung Yan Yuan mendapat bimbingan langsung dari Zhisheng Kongzi, maha guru terbaik yang pernah lahir ke dunia untuk membimbing manusia kembali ke dalam dao.

Ayat ini menunjukkan pada kita bahwa Nabi Kongzi mengajarkan dan melatih dua hal pokok yang diajarkan dalam agama: pengetahuan kitab dan Li (kesusilaan yang tercakup di dalamnya peribadatan).

Nabi Kongzi tidak hanya mengajarkan pengetahuan tapi juga mendidik muridnya untuk berlatih dengan mempraktikkan. Nabi tidak hanya mendidik olah pikir (otak) pada muridnya tapi juga olah rasa (hati/batin).

Dari ayat ini kita dapat merasakan betapa Beliau telah dengan sangat piawai menumbuhkan potensi murid terkasihnya untuk mencari sendiri sudut-sudut yang lain setelah diberi tahu satu sudut. Kita dapat menyaksikan bagaimana Beliau menumbuhkan gairah belajar dan berlatih pada muridnya.

Kepiawaian seorang guru sangat penting dalam menumbuhkan gairah murid untuk belajar dan berlatih menapaki luasnya pengetahuan dan merengkuh kedalaman makna yang pada akhirnya menjadikan sang murid terus berkembang mencapai yang jauh dan tinggi.

Bagaimanapun juga, pada awalnya keinginan murid untuk belajar sangat diperlukan. Untuk menunjukkan keinginan murid untuk belajar, 'seikat dendeng' yang dibawa oleh seorang murid pada gurunya diperlukan. Seikat dendeng adalah pertanda murid mempunyai keinginan belajar.

Yan Yuan begitu bergairah dalam belajar dan berlatih. Dia menggunakan segenap kepandaian dan upaya. Tak banyak orang seperti Yan Yuan.



Dalam level yang tak dapat dibandingkan, Anda yang punya keinginan belajar dan berlatih akan merasakan apa yang dirasakan oleh Yan Yuan saat belajar dan berlatih mempraktekkan ajaran Nabi melalui kitab suci dan buku-buku penunjang yang Anda baca melalui bimbingan para guru dan rohaniwan.

Saya merasakan hal yang sama. Sejak saya berusia dua puluhan mulai mempunyai keinginan membaca kitab suci dan buku-buku penunjang dengan bimbingan guru dan berdiskusi dengan teman-teman, para cendekiawan dan rohaniwan hingga sekarang telah berusia setengah abad lebih, saya merasakan banyak hal yang yang saya tidak tahu dan belum mampu saya jangkau.

Ketika saya menonton youtube, membaca makalah, berdiskusi atau membaca artikel, saya semakin merasakan bahwa banyak hal yang ditulis dan dibahas oleh orang lain yang saya belum tahu. Saya merasakan begitu luas dan dalam ajaran Nabi.

Betapa luar biasa ajaran dan li yang telah Nabi Kongzi wariskan dalam Ru Jiao (agama Ru-Khonghucu), diakui atau tidak telah berpengaruh pada nilai-nilai kehidupan manusia di berbagai negara dan bangsa baik sebagai etika, filsafat, way of life, kepercayaan, tradisi, budaya ataupun ajaran.

Tak heran bila ada orang-orang dan kelompok tertentu yang mengambil atau bahkan sebetulnya menjadikan ajaran dan peribadatan Ru-Khonghucu (diakui atau tidak) sebagai pusat ajaran agamanya. 

Mereka memodifikasi dan menyelipkan ajaran atau keyakinan tertentu yang mereka yakini dalam keluasan dan kedalaman ajaran Ru-Khonghucu yang diwariskan Nabi, seperti menambahkan paria dan kencur ke dalam gado-gado yang sebetulnya tidak penting-penting amat dan tidak semua orang suka.

Hal ini menandakan ajaran dan li yang diajarkan Nabi Kongzi mereka perlukan untuk 'menyempurnakan' keyakinan yang mereka anut dan misi yang mereka usung, bukan sebaliknya, karena bila kita gali dan pelajari secara meluas dan mendalam, ajaran dan li yang diwariskan Nabi Kongzi tak perlu disempurnakan atau dilengkapi dengan keyakinan apapun yang lain yang sebetulnya justru merusak keindahan gerbang istana Nabi.

Sikap mereka tak mengherankan karena Yan Yuan, murid yang kecerdasan dan spiritualitasnya begitu dikagumi oleh Nabi merasa belum mampu mencapai dengan sempurna kendati telah mengerahkan segenap upaya, apalagi mereka yang tak mau belajar secara meluas dan mendalam sehingga hanya melihat gerbang istana nabi dari kejauhan, boro-boro masuk ke dalam gerbang dan melihat keindahan istana di dalamnya.
Nabi bersabda, "Seorang Junzi meluaskan pengetahuannya dengan mempelajari kitab-kitab dan membatasi diri dengan Li. Dengan demikian ia tidak sampai melanggar Kebajikan." 
—Lunyu VI: 27

Agama sejati membimbing manusia menjalankan Ren Dao (Jalan Suci Manusia) yang selaras dengan Tian Dao (Jalan Suci Tian), dan Tian Li (Hukum Tian). 

Dinding istana Nabi  Bertombak-tombak tingginya,  bukan hanya setinggi bahu begitu yang kita rasakan seperti dirasakan Zi Gong.

Mari terus belajar dan berlatih sepanjang hayat,  agar dapat masuk melalui gerbang dan menikmati keindahan istana di dalamnya.  (US) 05062020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN