KERUSUHAN RASIAL DI AMERIKA SERIKAT: PELAJARAN BERHARGA BAGI INDONESIA

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Sebagai salah seorang anggota Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM), tanggal 11 Juni 2020 yang lalu saya diundang menjadi salah seorang pemantik Sarasehan Kebangsaan PIM ke-21 dengan tema "Kerusuhan Rasial di Amerika Serikat: Pelajaran Berharga bagi Indonesia" yang diselenggarakan secara daring melalui zoom.

Dalam kesempatan tersebut saya sampaikan:
  1. AS yang telah merdeka lebih dari dua ratus tahun belum dapat menyelesaikan persoalan rasial.
  2. Masih adanya perasaan supremasi ras.
  3. Kurang baiknya seorang pemimpin dalam memberi komentar dan menangani persoalan yang terjadi di AS.
  4. Persoalan yang terjadi berkaitan dengan adanya politisasi ras dan agama yang digunakan saat kampanye pemilihan presiden empat tahun yang lalu.
  5. Petugas keamanan tidak berpegang pada Standar Operating Procedure (SOP).

Pelajaran yang dapat diambil oleh Indonesia:
  1. Kendati Indonesia mempunyai dasar negara dan falsafah Pancasila, Indonesia masih mempunyai persoalan SARA seperti terlihat dari beberapa kasus: Sampit, Ambon, Papua, Tionghua, dll.
  2. Masih adanya politisasi SARA.
  3. Etnis Tionghoa tetap belum diterima sepenuhnya dan dijadikan komoditas politik. Kendati memang ada sebagian kecil etnis Tionghoa kaya raya, tapi sebagian besar yang lain hidup seperti rakyat kecil pada umumnya.
  4. Masih adanya politisasi SARA.

Saran:
  1. Pelajari lagi sejarah terbentuknya NKRI yang merupakan hasil kerja bersama berbagai komponen bangsa bukan satu kelompok atau golongan.
  2. Perlu dilakukan pembumian Pancasila.
  3. Tidak melakukan politisasi SARA karena dalam jangka panjang akan merugikan seperti yang terjadi di Amerika Serikat.
  4. Semestinya etnis Tionghoa diterima sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika untuk bahu membahu membangun negara.
  5. Petugas keamanan perlu berpegang dan melaksanakan SOP. (US) 16062020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN