PERNIKAHAN MELOMPATI YANG LEBIH TUA

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Berbeda dengan tradisi Barat, pernikahan secara agama dan adat istiadat Khonghucu seperti diatur dalam Liji (Catatan Kesusilaan), bukan hanya menyatukan dua individu, tapi menyatukan kasih antara dua keluarga yang berlainan marga, ke bawah untuk meneruskan generasi dan ke atas untuk pengabdian pada agama dan bio leluhur.

Bagi umat Khonghucu (tidak semua orang Tionghoa) dan orang Tionghoa pada umumnya yang masih menganut tradisi, upacara pernikahan begitu penting dan sakral, sehingga perlu dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian dan sarat akan simbol.

Persoalan pernikahan tidak urut kacang atau adik melompati kakak acap terjadi dalam masyarakat. Banyak hal yang mengganjal terjadinya pernikahan tidak berurutan ini. Seperti misalnya orang tua keberatan bila anak yang lebih muda menikah lebih dahulu dari yang lebih tua atau sang kakak keberatan bila harus dilompati oleh sang adik dengan berbagai alasan.

Dalam berbagai kesempatan saya dimintai pendapat oleh umat atau kerabat mengenai hal ini.

Kebanyakan dari kita percaya bahwa jodoh ada di tangan Tuhan (walau sebetulnya tetap saja manusia berperan dalam menemukan atau tidak menemukan jodoh).

Nah, kalau memang percaya jodoh ada di 'tangan' Tuhan, mengapa pula pernikahan harus urut kacang? Pada kenyataannya berpulangnya manusia tidak urut kacang, toh yang tua belum tentu berpulang terlebih dahulu. Ada orang yang mati muda sehingga mendahului kakaknya bahkan orang tuanya. 

Orang pasti mati itu adalah takdir, tapi kapan orang itu mati itu adalah firman. Karena mati hidup adalah firman, tak bisa dipaksa kakak harus mati belakangan Begitu pula perjodohan adalah firman, sehingga tak tentu harus berurutan.



Teringat masa kecil, saya pernah menjadi 'kura-kura' saat pernikahan kakak perempuan saya. Seingat saya menjadi kura-kura adalah pertanda dan syarat dilaksanakannya pernikahan yang tidak berurutan. Ketika itu kakak perempuan nomor dua menikah sebelum kakak perempuan nomor satu. Ada beberapa 'ritual' lain yang dilaksanakan bagi kakak perempuan nomor satu yang 'dilompati' sebagai tanda restu atas pernikahan yang dilaksanakan.

Sebetulnya kakak perempuan nomor dua melompati beberapa kakak laki-laki. Dan setelah itu beberapa kakak saya juga tidak menikah secara berurutan. Dalam keluarga saya pernikahan memang tidak 'urut kacang'.

Bagi Anda yang telah menjadi orang tua, atau Anda seorang kakak yang percaya pada takdir dan firman, lebih bijak bila Anda legawa dan rela anak Anda yang lebih muda atau adik Anda menikah terlebih dahulu sambil Anda terus mencari dan menemukan jodoh Anda. 

Tapi jangan lupakan li (kesusilaan) agar keluarga tetap rukun harmonis penuh berkah. 

Atau jangan-jangan Anda tidak percaya takdir dan firman sehingga Anda ngotot tak mengizinkan? (US) 25062020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN