UANG DAN AGAMA

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Nabi bersabda, "Dengan makan nasi kasar, minum air tawar dan tangan dilipat sebagai bantal, orang masih dapat merasakan kebahagiaan di dalamnya. Maka harta dan kemuliaan yang tidak berdasarkan kebenaran, bagiku laksana awan yang berlalu saja."
—Lunyu VII: 16

"Cinta kasih itulah Rumah Sentosa dan Kebenaran itulah Jalan Lurus."
—Mengzi IVA: 10.2

Bagaimana pendapat Anda mengenai uang? 

Apakah uang penting bagi kehidupan? 

Ada ungkapan yang mengatakan uang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya butuh uang. 

Tidak percaya? 

Coba Anda pergi ke pasar dengan tidak membawa uang. Hampir dapat dipastikan Anda tidak akan dapat membeli kebutuhan Anda apalagi keinginan Anda. Mungkin saja Anda dipercaya untuk berhutang, tapi toh utang tersebut harus dibayar. Dan bayarnya pakai uang. Betul kan? 

Bahkan untuk berbakti atau berbuat kebajikan pada sesama pun butuh uang. Minimal buat beli air, teh atau hio atau ongkos atau pulsa kuota untuk beribadah dan melakukan sesuatu. Ada joke yang mengatakan, untuk masuk surga pun butuh uang. 

Uang telah menjadi aspek penting dalam kehidupan kita. Walaupun sifat uang itu netral, tidak baik atau jahat. Uang bisa digunakan untuk berbuat baik atau berbuat jahat. Untuk menolong atau menghancurkan. Tergantung dari orang yang memilikinya. 

Anda sepakat ya, uang itu sangat penting? 

Sekarang, bagaimana pendapat Anda mengenai agama? 

Apakah agama penting bagi kehidupan? Apakah bisa kalau dikatakan agama bukan segala-galanya tapi segala-galanya butuh agama. Sulit mencapai kata sepakat mengenai pertanyaan dan pernyataan ini. 

Bagi sebagian kelompok, semua aspek kehidupan termasuk kehidupan bernegara seharusnya berdasarkan agama. Bagi kelompok yang lain, agama tidak seharusnya merambah kehidupan bernegara, bahkan bagi kelompok tertentu agama adalah racun. Bagi mereka agama membuat manusia terkotak-kotak. 

Begitulah, banyak pandangan mengenai agama. Maka ada orang yang memilih beragama dan ada orang yang memilih tidak beragama. 

Apakah dengan demikian uang lebih penting dari agama? 


Sekali lagi jawabannya akan beragam, tergantung sudut pandang yang digunakan. Lagipula, untuk apa dibuat dikotomi antara uang dengan agama. Kita acapkali melihat segala sesuatu hitam-putih, kalau tidak ini ya itu. Padahal kehidupan tidak seperti itu. Kehidupan tidaklah hitam putih, tapi yin yang

Sejarah dunia mencatat, agama (tepatnya orang-orang dalam lembaga agama) telah menjadi alat politik untuk menindas orang-orang yang berbeda pemikiran atau keyakinan di luar pemikiran dan keyakinan mainstream. Dan bahkan menjerumuskan umat manusia dalam peperangan panjang dengan dalih Tuhan dan agama. 

Dalam buku yang pernah saya baca, konon Karl Marx, mengatakan agama adalah racun karena dia kecewa pada ayahnya—seorang Yahudi taat yang berpindah agama menjadi Kristen—saat mereka pindah rumah di lingkungan mayoritas Kristen karena alasan bisnis. Dua peristiwa inilah yang melahirkan negara sekuler dan negara komunis. Agama kehilangan pijakan yang kokoh karena ulah manusia. Seperti uang, agama pun tergantung orang yang meyakini dan mengimani. 

Dalam pandangan agama Khonghucu, agama sejatinya adalah bimbingan untuk menempuh dao. Menempuh dao berkaitan erat dengan bagaimana manusia berperilaku, berkaitan erat dengan bimbingan manusia untuk berbuat kebajikan sambil mengingatkan manusia agar mengendalikan nafsu dalam batas tengah tepat. 

Agama bukan sekedar label atau fanatisme buta dalam menyembah Tuhan. Agama bukan pula sekedar berkaitan dengan kehidupan nanti setelah mati, agama adalah tentang kehidupan kini. Agama membimbing manusia untuk memanusiakan manusia dan memanusiakan dirinya.  

Dalam perspektif ini, agama begitu penting bagi manusia. Dengan bimbingan agama akan tercipta keharmonisan, pemeliharaan segenap makhluk dan benda hingga kesejahteraan meliputi langit dan bumi. Namun demikian, tetap manusialah yang mempunyai peran menentukan dalam 'memfungsikan' agama. 

Dengan manusia-manusia yang mengembangkan kemanusiaannya, uang akan digunakan untuk kebaikan dan memberi manfaat bagi umat manusia bukan untuk menghancurkan. 
Nabi bersabda, "Manusia yang harus mengembangkan dao, bukan dao yang mengembangkan manusia."
—Lunyu XV: 29

Saya sih butuh uang dan butuh agama karena dua-duanya penting. 

Entah Anda. (US) 17072020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN