AGAMA DAN KESEHATAN JASMANI

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

"Sudah berapa sekarang?" 

"5267."

"Oh, hari ini kita mau berapa? Sepuluh ribu atau sudah cukup?"

"Kita 10 ribu saja ya, kan 10 ribu target minimal kita per hari?"

"Kalau begitu kita lewati sekolah itu ya? Supaya sampai 10 ribu."

"Iya."

Maka kami pun melanjutkan jalan kaki sore yang sempat terhenti pada saat PSBB diberlakukan. Bedanya sekarang—sesuai anjuran pemerintah—kami selalu menggunakan masker dan mencari jalan-jalan yang sepi agar tidak berpapasan dengan banyak orang. Hanya sesekali—dalam jarak aman—kami menyapa satpam yang berjaga. Bila dulu kami membawa air minum dalam botol, sekarang kami tidak membawanya karena dalam suasana pandemi seperti ini kami khawatir juga membuka masker kami untuk sekedar minum air yang kami bawa. 

Lebih kurang telah dua bulan terakhir ini kami melanjutkan olahraga ringan berjalan kaki untuk menjaga kesehatan jasmani dan melapangkan pikiran. 

Menurut catatan dalam ponsel kami, hari ini kami berjalan kaki 10.207 langkah atau sejauh 6.8 km. Kami tempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam 42 menit. Lebih dari 500 kilo kalori telah digunakan oleh tubuh kami untuk melakukan olahraga ringan ini. Jumlah langkah yang kami ayunkan masih lebih sedikit bila dibandingkan saat kami tidak menggunakan masker. Ketika kondisi normal walaupun target kami berjalan 10 ribu langkah, kami biasa berjalan kaki di atas 12 ribu langkah. Rekor langkah terbanyak yang pernah kami capai adalah 22.396 langkah atau sejauh 15 km.  

Mengapa kami lakukan hal sederhana ini dan menjadikan sebagai kebiasaan? Karena kami ingin sehat dan mencapai berat badan ideal. 

Banyak teman kami yang mempunyai semangat menggebu-gebu di awal, menjadi anggota gym atau membeli peralatan gym seperti sepeda statis atau treadmill tapi tidak berlanjut karena jenuh melakukan rutinitas olahraga membosankan di rumah atau tempat gym. Kami memilih melakukan hal sederhana yang tidak memerlukan persiapan atau peralatan khusus sambil bisa mengobrol sepanjang jalan dan melihat pohon-pohonan, orang-orang, bertegur sapa, dan menikmati suasana di luar rumah. 

Sederhana tapi kena.

Setelah beberapa bulan berjalan kaki, lingkar perut saya sekarang kurang dari 90 cm. Aman. Menurut penelitian, lingkar perut 90 cm adalah batas maksimal agar seorang laki-laki tidak beresiko terkena penyakit kardiovaskular. Sedangkan 80 cm adalah batas maksimal lingkar perut seorang perempuan. 

Indeks Massa Tubuh (IMT) saya sekarang adalah 24, cukup ideal. Padahal selama bertahun-tahun IMT saya lebih dari 25. Dua puluh lima adalah batas maksimal IMT seorang laki-laki bukan olahragawan. Sebetulnya hal utama yang hendak saya capai dengan berjalan kaki adalah kesehatan, khususnya jantung. Mengenai bentuk tubuh yang proporsional adalah bonus. 

Membentuk suatu kebiasaan perlu dimulai dengan hal-hal sederhana yang mudah dilakukan dan konsisten. Penting untuk dilakukan setiap hari atau sesuai jadwal yang telah kita tentukan walau mungkin udara tidak mendukung, mood sedang kurang enak, badan kurang baik atau hambatan lainnya. Misalnya dalam hal berjalan kaki sore hari seperti kami, dalam kondisi tidak mendukung, tetap keluar rumah dan langkahkan kaki walau mungkin cuma 500 langkah. 

Dalam hal membaca buku, bila sedang malas, tetap buka buku dan baca 1–2 halaman, tidak perlu 25–30 halaman seperti biasanya. Demikian pula dalam hal-hal lain. Ini akan membentuk kebiasaan. Pada saatnya, akan merasa ada yang kurang bila tidak melakukannya. 

Orang acap salah persepsi dalam menjalankan ajaran agama. Agama sering kali diartikan sebagai hal 'nanti' setelah kehidupan di dunia berakhir. Orang sering pula mengartikan agama adalah untuk membimbing kesehatan rohani manusia dan tidak berkaitan dengan kesehatan jasmani sehingga orang yang religius atau spiritual tak memperhatikan bahkan cenderung mengabaikan kesehatan jasmani. 

Agama Ru-Khonghucu tidak seperti itu. Agama membimbing umatnya untuk memperhatikan kesehatan rohani dan jasmani, karena manusia adalah makhluk jasmani dan rohani. Agama Ru-Khonghucu senantiasa mengajarkan umat untuk bersikap tengah tepat, tidak ekstrim. Pas pada proporsinya. 

'Kesempurnaan' manusia adalah saat manusia hidup selaras dengan kodrat kemanusiaannya. Kodrat kemanusiaan berkaitan dengan jasmani dan rohani. 

Sebagai seorang umat Ru-Khonghucu, tentu saja saya ingin terus berusaha menjalankan spirit yang terkandung dalam ajaran agama yang saya anut. Semua upaya yang saya lakukan adalah karena rasa tanggung jawab dan rasa syukur saya atas anugerah kehidupan ini yang berasal dari Tian melalui kedua orang tua saya. 

Entah dengan Anda. (US) 27082020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN