KETELADANAN KEBAJIKAN GUAN GONG



Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Esok harinya, mereka sudah berkumpul di taman buah Tao. Mereka berdiri di depan sebuah meja sembahyang, tepat di bawah pohon Tao yang sedang berbunga dan harum baunya itu. 
"Kami Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei, walaupun berlainan she (marga), kami mau mengangkat saudara. Dengan bersatu hati dan tenaga, kami ingin menyingkirkan kesulitan dan bencana, kami ingin membalas budi negara, menenteramkan rakyat. Kami ingin sehidup semati dalam suka dan duka. Sekalipun kami dilahirkan pada hari dan tempat yang berbeda-beda, kami bersumpah dan bersedia mati bersama-sama dalam satu hari yang sama pula. Jika kami ingkar janji, kami siap dikutuk Tian."

Demikian mereka bersumpah bersama. Sesuai umur mereka, maka Liu Bei menjadi kakak tertua, Guan Yu yang kedua, Zhang Fei sebagai adik terkecil. 

Malam harinya Zhang Fei mengundang tetangganya mengadakan pesta makan. Disediakan arak dan daging.  Jumlah mereka tak kurang dari 400 jiwa banyaknya. Mereka juga bersedia mendaftarkan diri menjadi tentara sukarela. 

Cerita di atas ada di bagian awal kisah peperangan tiga negara (San Guo Zhi Yan Yi) karya Luo Guan Zhung. Guan Yu alias Xiu Chang mengganti nama menjadi Yun Chang berasal dari  Kabupaten Jie di He Dong. Guan Yu bertemu dengan Liu Bei dan Zhang Fei di rumah makan dan akhirnya mengangkat saudara di taman buah Tao.

Selebihnya bukan hanya cerita roman sejarah kepahlawanan yang begitu menarik dan mengagumkan, tetapi bagaimana kesetiaan seorang manusia terhadap janji yang diucapkan dan sikap menjunjung tinggi kebenaran yang begitu melegenda dalam upaya mewujudkan cita-cita walaupun nyawa sebagai taruhan. 

Apakah ketiga bersaudara ini akhirnya memenangkan peperangan? 

Tidak. Ketiganya gugur. 

Guan Yu gugur dengan kepala terpenggal. Namun Guan Gong menjadi begitu dipuja dan diteladani sebagai shenming melintasi ruang dan waktu. 

Mengapa orang yang kalah berperang begitu dipuja? 

Karena Guan Yu begitu memegang teguh kesetiaan dan kebenaran. Tak dapat dibujuk rayu dan diiming-imingi harta benda, ataupun ketika dia melindungi kedua kakak iparnya dijebak untuk berbuat melanggar kebenaran.


Guan Gong yang seringkali digambarkan sebagai panglima gagah, tinggi, berwibawa bermuka merah, dan membawa senjata Guan Dao—atau sedang membaca Chunqiu Jing yang ditulis oleh Nabi Kongzi. Banyak disembahyangi dan dipuja sebagai shenming oleh umat Khonghucu karena sikapnya yang Zhong Yi (Setia dan memegang teguh Kebenaran), bukan sebagai dewa perang. 

Guan Gong bercermin pada teladan kebajikan yang tertulis dalam Kitab Chunqiu yang dibawa dan dibacanya. Aneh jadinya bila disembahyangi sebagai dewa perang, karena pada akhirnya dia kalah berperang. 

Umat Khonghucu menyembahyangi shenming Guan Gong untuk menghormati dan meneladani kebajikan (Zhong Yi) yang paripurna. 

Seperti kebanyakan orang-orang besar yang dilahirkan pada zaman berbeda-beda, seputar kelahiran dan kehidupannya seringkali dipenuhi cerita-cerita legenda dan mitos, begitu pula Guan Gong. Banyak legenda dan mitos mengiringi kelahiran dan kehidupan Guan Gong, bahkan hingga kematiannya pun beredar legenda di kalangan masyarakat dengan berbagai kepercayaan yang memerlukan kehadiran Guan Gong untuk mengusung misi agama. 

Tak heran  muncul cerita legenda atau mitos bertemu 'pendeta' setelah kematiannya dari versi agama lain yang dapat membuat kita mengernyitkan alis. Mengenai kebenaran dan pertanggungjawaban cerita tersebut kita kembalikan pada yang membuat dan meyakini. Yang jelas, bagi umat Khonghucu, Guan Gong disembahyangi sebagai shenming. 

Seperti tertulis dalam Liji (Catatan Kesusilaan):
夫聖王之制祭祀也
fu sheng wang zhi ji si ye

施於民則祀之
fa shi yu min ze si zhi

以死勤事則祀之
yi si qin shi ze si zhi

以勞定國則祀之
yi lao ding guo ze si zhi

能捍大患則祀之
neng han da huan ze si zhi

“Berdasarkan peraturan para raja suci tentang upacara sembahyang, sembahyang dilakukan kepada orang yang menegakkan hukum bagi rakyat, kepada orang yang gugur menunaikan tugas, kepada orang yang telah berjerih payah membangun kemantapan dan kejayaan Negara, kepada orang yang dengan gagah berhasil menghadapi serta mengatasi bencana besar dan kepada yang mampu mencegah terjadinya kejahatan/penyesalan besar." 
—Liji, Ji Da, XX: 9

Dalam Kitab Lunyu, Nabi Kongzi bersabda, 
孔子曰君子有三畏畏天命畏大人畏聖人之言
kong zi yue, jun zi you san wei, wei tian ming, wei da ren, wei sheng ren zhi yan.

“Seorang junzi memuliakan tiga hal, memuliakan Firman Tian, memuliakan orang-orang besar, dan memuliakan sabda para nabi”.
—Lunyu XVI: 8

Selamat beribadah untuk memperingati kelahiran Guan Yu pada tanggal 24 bulan 6 penanggalan Kongzi Li 2571/13 Agustus 2020 M. Semoga teladan kebajikannya senantiasa kita ikuti dan menjadi pelindung kita yang percaya. (US) 13082020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN