SELAMAT ULANG TAHUN SHIFU

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

"Ayo tahan! Dada tegak! Lebih rendah! Yi, er, san, si, wu, liu, qi, ba...

Laki-laki muda berusia pertengahan dua puluh tahun berperawakan atletis seperti Bruce Lee dalam film Enter the Dragon yang legendaris itu berjalan mengelilingi ruangan, menghampiri murid-murid yang sedang berlatih, memperbaiki kuda-kuda yang kurang baik dan terus memberikan instruksi dan aba-aba dengan penuh wibawa.

Tian ming zhi wei xing, shuai xing zhi wei dao, xiu dao zhi wei jiao.
Da xue zhi dao: zai ming ming de, zai qin min, zai zhi yu zhi shan.

Tertulis dalam buku yang dibawa oleh masing-masing murid. 

"Kalian hafalkan ayat tersebut dan hari Minggu kalian harap hadir di Stasion Selatan 15 untuk mengikuti kebaktian."

Hampir setiap tahun, di era tahun 1980-an dalam kondisi politik yang mem-berangus keberadaan agama Khonghucu dan semua yang berbau Tionghoa, MAKIN Bandung mengadakan peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi di gedung Permaba Jalan Kelenteng. Di saat kondisi seperti itu pada malam kesenian yang dilangsungkan, selalu ditampilkan kesenian barongsai dan qilin serta akrobat dari Senorasi (Senam Olahraga Silat) Genta Suci MAKIN Bandung di bawah bimbingan shifu, di samping tari-tarian daerah dan kesenian lain.

Malam kesenian selalu dipadati oleh umat Khonghucu dan masyarakat Bandung yang antusias datang. Barongsai, qilin, dan akrobat menjadi magnet, bak air bening di tengah kerinduan dan kehausan umat Khonghucu dan masyarakat Bandung yang kala itu sedang berada dalam tekanan politik diskriminatif. Butuh iman, tekad dan keberanian besar untuk melaksanakan event seperti ini. Taruhannya adalah kebebasan. Bisa saja malam kesenian dibubarkan dan segenap panitia ditahan karena melanggar larangan. Berbeda kondisi dengan sekarang.

"Wei De Dong Tian, selamat pagi daoqin terkasih. Selamat datang dalam kebaktian hari minggu pagi ini. Hari ini kita akan membahas mengenai Cheng, iman..."

Dengan penuh wibawa, orang dengan perawakan tak terlalu tinggi, berambut agak gondrong dengan tato kecil huruf mandarin di antara ibu jari dan telunjuknya memberikan uraian agama, membahas mengenai ayat dalam Kitab Sishu. 

Bagi yang mendengarkan uraian agamanya, akan tahu bahwa shifu mempunyai pemahaman mendalam mengenai ajaran agama Khonghucu dan mendalami kitab berdasarkan wen yan wen, huruf kuno. Tulisan-tulisan keagamaan shifu dapat dibaca dalam media informasi dan komunikasi Genta Rohani dan hampir setiap bulan menghiasi MIDK tersebut dalam rubrik Gerbang dan Lembah Kasus (Lembaran Bahasa Kitab Ayat Susi). Rubrik Lembah Kasus mengurai ayat Sishu dari huruf. Saya pikir rubrik ini merupakan satu-satunya tulisan mandarin yang ada dalam majalah di Indonesia yang ketika jaman orba dilarang. Genta Rohani berani karena tulisan dalam Lembah Kasus adalah 'bahasa kitab'. Mau mendalami agama kok dilarang?

Seperti pengakuannya, shifu Chew Kong Giok diizinkan melatih Kungfu oleh shifu (suhu) Kho Sin Swan dengan syarat tidak lepas dari upaya mengajarkan agama Khonghucu. Suhu Kho Sin Swan adalah pendiri Khong Kauw Hwee Cirebon.

Karena tanggung jawab inilah—ketika pindah ke kota Bandung untuk kuliah—beliau mencari keberadaan MAKIN Bandung agar dapat memadukan pengajaran silat dengan pengajaran agama. Dalam upaya pencarian ini beliau berjodoh dipertemukan dengan zhanglao Lim Khin Yun di Bandung. Sejak pertemuan pertama, hingga bertahun-tahun kemudian shifu Chew Kong Giok banyak berdiskusi dengan zhanglao Lim Khin Yun mendalami agama Khonghucu.

Maka tak heran shifu Chew Kong Giok tidak hanya mengajarkan kungfu, tapi juga nilai-nilai agama Khonghucu. Shifu Chew mengemban tanggung jawab mengejawantahkan wen dan wu. Beliau mengemban tugas itu dengan segenap jiwa dan raganya tanpa pamrih hingga kini. Kini shifu Chew menjadi Guru Besar wushu Genta Suci sekaligus Ketua MAKIN Cirebon, meneruskan gurunya.

Saya selaku salah seorang muridnya selalu merasa terhormat dan bersyukur pernah belajar ilmu silat (kungfu) dari beliau sekaligus ajaran agama, walau hingga hari ini saya merasa belum pandai-pandai juga. Saya betul-betul kurang pandai dan tidak maju-maju dalam belajar 'silat'. Jurus yang dikuasai tak pernah bertambah. Dalam ilmu agama, pemahaman dan pendalaman saya pun masih jauh, walau tidak seburuk dalam latihan silat. Mungkin karena minat dan jalan hidup saya yang membedakan keduanya.

Tak terasa sudah lebih dari empat puluh tahun saat-saat tersebut telah berlalu. Shifu Kho Sin Swan dan papah Zhanglao Lim Khin Yun telah berpulang, kembali ke dalam kemuliaan kebajikan Tian. Shifu Chew Kong Giok tak lagi muda, tanggal 24 Agustus 2020 memasuki usia 68 tahun. Sebagai salah seorang muridnya, di satu pihak merasa gembira tapi di lain pihak merasa khawatir. 
子曰:『苗而不秀者,有矣夫,秀而不實者,有矣夫』。
zǐ yuē : miáo ér bù xiù zhě , yǒu yǐ fú , xiù ér bù shí zhě , yǒu yǐ fú .

Nabi bersabda : “Di antara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan di antara yang berbunga ada pula yang tidak berbuah.”
—Lunyu IX: 22
Selamat Ulang Tahun, Ko. 

Semoga Tian merahmati Ko Kong Giok dengan kesehatan dan umur panjang. 

Semoga saya menjadi salah satu murid yang  menjadi buah atas benih pengabdian yang ko Kong Giok tabur. 

Semoga para murid terus ingat apa yang menjadi harapan dan cita-cita ko Kong Giok. Shanzai.  (US) 24082020


Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN