BELAJAR ESENSI BERAGAMA DI KAMPUS

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

"Mari kita evaluasi tugas minggu lalu kalian, yaitu mempraktikkan jingzuo selama 3 hari berturut-turut dan menceritakan dalam selembar kertas apa yang kalian rasakan. Dari saat kalian mulai jingzuo, apa yang ada dalam pikiran, serta apa tantangan yang kalian hadapi? Bagaimana kalian mengatasinya serta perkembangan apa yang kalian rasakan setelah kalian praktikkan tiga hari berturut-turut? Kita evaluasi agar kalian mengerti esensinya."

Hari ini perkuliahan memasuki minggu keempat.

Setelah mahasiswa menceritakan pengalamannya, dosen memberi penjelasan.

"Jingzuo yang kita pelajari adalah upaya kita untuk belajar fokus dan memperoleh kesadaran dengan menempatkan hati pada tempatnya. Sehingga dalam kehidupan modern yang serba instan dan sibuk ini kalian dapat melakukan sesuatu dengan fokus dan penuh kesadaran. Dengan kemampuan kalian fokus, kalian akan menjadi manusia unggul, tidak mudah terganggu oleh persoalan hidup yang datang silih berganti. Dengan jingzuo kalian berlatih hidup penuh kesadaran. Hidup sepenuh hidup."

"Sekarang saya bertanya pada kalian." 

Sang dosen terdiam sesaat lalu melanjutkan, "Apakah sekarang kalian dalam keadaan sadar?"

Mahasiswa menjawab, "Sadar, Pak!"

Dosen bertanya lebih lanjut, "Kalian sekarang sedang mengikuti perkuliahan mata kuliah wajib umum Agama Khonghucu, apakah pikiran kalian ada di sini? Ataukah kalian memikirkan tugas-tugas yang belum selesai? Memikirkan kejadian malam minggu kemarin saat wakuncar? Memikirkan instagram kalian yang belum update?"

"Saya tak bisa konsentrasi karena banyak tugas yang mesti saya kerjakan, Pak."

"Minggu lalu saya berselisih dengan kawan, Pak. Dan itu yang ada dalam pikiran saya."

Mahasiswa yang lain mengemukakan apa yang ada berkecamuk dalam pikiran mereka.

"Berarti kalian sebetulnya dalam keadaan tidak 'sadar'. Kesadaran bukan sekedar kalian ada disini, tidak pingsan. Kesadaran adalah kondisi di mana fisik kalian ada di sini, pikiran kalian ada di sini, dan hati kalian juga ada di sini," lanjut sang dosen.

"Praktik jingzuo akan melatih kalian dan saya untuk fokus dan sadar. Dimulai dengan memfokuskan pada pernafasan kalian dan meningkat pada keadaan di mana kalian sadar sedang menghembuskan dan menarik nafas. Selama ini kalian dan saya bernafas dengan tidak sadar.

Di zaman modern ini banyak orang tua yang tetap mengerjakan pekerjaannya, padahal dia sedang bermain dengan anaknya. Pasangan tetap memainkan gadget-nya padahal sedang candle light dinner dengan pasangannya. Seseorang tetap memainkan gadget-nya padahal sedang bertemu dengan kawan dan sahabatnya.

Kalau kita bisa menjalani kehidupan ini dengan fokus dan penuh kesadaran saat melakukan sesuatu—apapun itu—baik sedang kuliah, sedang bekerja atau pun sedang bermain, maka kita akan menjalankan kehidupan sesuai potensi terbaik kita yang telah dianugerahkan Tian pada kita. 

Saat belajar, belajarlah! 

Saat bekerja, bekerjalah! 

Saat bermain, bermainlah! 

Jangan campur aduk. Hiduplah sepenuh hidup. Jingzuo akan membantu kita agar dapat melakukan itu.

Hidup ini tidak selalu mulus. Banyak tantangan, banyak gangguan, banyak kesulitan yang datang silih berganti. Dengan kalian terbiasa jingzuo, kalian akan dapat menempatkan hati pada tempatnya.

Mengzi mengatakan tugas hati untuk berpikir. Kalau hati tidak pada tempatnya, bagaimana kalian bisa berpikir? Kalau kalian sedang dipenuhi amarah apakah kalian bisa berpikir dengan baik? Kalau hati dipenuhi kebencian, kecemburuan, kesedihan, kesukaan apakah kalian dapat berpikir dengan baik?

Jadikanlah jingzuo sebagai kebiasaan hidupmu. Sisihkan waktu 5–15 menit di pagi hari, di siang hari, atau di malam hari untuk mempraktikkan jingzuo, supaya kalian dapat menjalankan hidup sepenuh hidup. Dengan berlatih dan mempraktikkan jingzuo sebagai kebiasaan, kalian akan dapat tetap fokus dan penuh kesadaran saat kalian menghadapi cobaan, tantangan, gangguan, kesulitan. Kalian akan mampu mengembalikan hati berada pada tempatnya saat kalian marah, benci, sedih, gembira ataupun suka.

Harapan saya, lakukan dan jadikan jingzuo sebagai kebiasaan. Terus belajar dan berlatih, kalian akan memperoleh manfaat besar dalam kehidupan kalian. 

Dalam tahap selanjutnya jingzuo akan membantu kalian mampu melakukan aktivitas dalam kondisi 'flow',  yaitu kalian terhanyut sepenuhnya dalam suatu aktivitas.  Kalian berada dalam kondisi in the zone (dalam zona itu).  Kondisi seperti inilah yang banyak menelurkan penemuan-penemuan dan gagasan-gagasan besar.  Saat nanti kalian menulis tugas akhir atau skripsi atau kalian menghadapi masalah dalam bisnis,   kalian akan merasakan manfaat perkuliahan kita hari ini.  

Seperti saya sampaikan di minggu pertama perkuliahan, tujuan kita belajar mata kuliah Agama Khonghucu bukan untuk menjadikan kalian ahli agama yang hafal ayat, sejarah, atau keimanan. Tapi agar kalian terinspirasi dan memahami esensi nilai-nilai agama yang hakiki serta mengaplikasikan karakter mulia (junzi) dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan demikian kalian diharapkan akan mampu menjalankan kehidupan dalam dao, tidak terombang ambing dalam pilihan atas banyaknya nilai-nilai berbeda dan kadang bertentangan yang kalian temui sepanjang kehidupan kalian. Semua ini telah saya sampaikan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Coba kalian baca kembali buku Hidup Bahagia dalam Jalan Suci Tian halaman 168–195 mengenai Belajar, Sembahyang, dan Jingzuo."


Dosen melanjutkan perkuliahan minggu ke-4 mengenai Penciptaan Alam Semesta dan Manusia, Hakikat Kehidupan, dan Penderitaan, Cobaan dan Bencana.

Sebelum menutup perkuliahan dengan doa, dosen mengingatkan kembali pada para mahasiswa agar:

1. Praktikkan sembahyang sekurang-kurangnya tiga kali dalam minggu ini. Tuliskan pengalaman kalian sebelum, saat dan setelah bersembahyang. Apa tantangan yang dihadapi, apa yang kalian rasakan, apa yang kalian ungkapkan saat berdoa dan hal-hal lain berkenaan dengan sembahyang yang kalian lakukan.

2. Untuk tugas mengenai rasa syukur atas hakikat kehidupan sebagai anugerah dan aplikasi atas prinsip memberi karena telah banyak menerima, selama seminggu ke depan coba kalian beri senyuman, bantu orang tua, layani pelanggan dengan baik, memuji teman, dan lain-lain. Tuliskan apa yang kalian rasakan setelah melakukan itu beberapa hari.


Tugas ditampilkan pada layar gadget karena perkuliahan dilaksanakan secara daring, akan didiskusikan pada pembelajaran minggu berikutnya. (US) 22092020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN