SETIAP ORANG DAPAT MENJADI JUNZI

Salam Kebajikan, 
惟德動天,
"Jadilah umat Ru yang bersifat Junzi (luhur budi) jangan menjadi umat Ru yang Xiaoren (rendah budi)." —Lunyu VI: 13

Sebutan Junzi adalah salah satu sebutan yang direformasi oleh Nabi Kongzi. Junzi awalnya adalah sebutan yang diberikan kepada bangsawan, tapi oleh Nabi Kongzi Junzi menjadi sebutan yang berlaku bagi siapapun orang luhur budi tanpa membeda-bedakan kedudukan dan strata sosial. 

Hal ini berkaitan dengan reformasi dalam dunia pendidikan yang juga dilakukan oleh Nabi Kongzi. Pendidikan yang asalnya hanya diberikan kepada para bangsawan, oleh Nabi Kongzi dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat apapun latar belakang dan strata sosialnya.

Dalam Lunyu VII: 7 
Nabi bersabda "Siapapun yang membawa seikat dendeng (sebagai tanda mohon diterima menjadi murid) datang kepadaKu, tidak pernah aku menolak memberi pendidikan."

Begitu pentingnya Junzi dalam khazanah agama Konghucu dapat terlihat dari banyaknya ayat-ayat mengenai Junzi dalam Kitab Sishu.

Di dalam Kitab Sishu ada 167 ayat mengenai Junzi. Sebelas ayat terdapat dalam Kitab Daxue, 30 ayat dalam Kitab Zhong Yong. Tujuh puluh sembilan ayat dalam Kitab Lunyu dan 47 ayat dalam Kitab Mengzi.

Dalam era teknologi seperti sekarang ini sangat mudah menemukan ayat-ayat mengenai Junzi. Hanya dengan mendownload aplikasi Kitab Su Si atau Kitab Su Si PRO di google playstore, lalu mengetikkan kata 'Kuncu', kita akan dapat membaca ayat-ayat mengenai Kuncu/Junzi seperti saya sebutkan di atas.

Jadi siapa sebetulnya Junzi? Tinggal dibaca dan diresapi saja ayat-ayat hasil pencarian tersebut. 


Tentu saja bukan berarti saya tidak berupaya mendeskripsikan mengenai Junzi.

Bagi saya seorang Junzi adalah seorang yang dipenuhi semangat untuk membaharui dan membina diri dalam kehidupannya, sehingga dia semakin baik dari hari ke hari. Semangat ini selaras dengan sabda Nabi bahwa majunya seorang Junzi menuju ke atas, majunya seorang xiaoren menuju ke bawah.

Dengan demikian sikap Junzi bukanlah sikap yang nun jauh disana tak terjangkau karena merupakan utopia. Sikap Junzi adalah tentang semangat membaharui diri dan membina diri hari ke hari yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita.

Kata siapa menjadi Junzi itu sulit dicapai?

Junzi tetap saja manusia yang tak luput dari kekeliruan, kesalahan dan kegagalan namun Junzi belajar dari kekeliruan, kesalahan, dan kegagalannya lalu bangkit memperbaiki diri karena dipenuhi semangat untuk membaharui diri dan membina diri dari hari ke hari. Dengan semangat ini Junzi akan mampu hidup dimana saja dan di zaman apapun. 

Junzi bukanlah semata-mata tentang seperangkat aturan boleh atau tidak boleh yang harus dilakukan atau diikuti, tapi tentang semangat yang dimiliki Umat Ru untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. 

Siapapun dapat menjadi umat Ru yang bersifat Junzi. 

 Anda sepakat? (US) 06102020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN