SPIRITUALITAS ZHANG ZAI

 Salam Kebajikan, 

惟德動天,

Dalam kehidupan kita, adakalanya kita harus memelankan langkah bahkan berhenti sejenak agar langkah hidup kita kembali selaras dengan irama alam.

Kita perlu mengasah pikiran kita agar tetap dipenuhi kesadaran. Kita pun perlu mengasah perasaan kita agar tetap ajeg, tak mudah terhanyut dalam  peristiwa dan keadaan sekitar.

Adakalanya kita perlu merenungkan kata-kata bijak bestari, wujud pantulan spiritualitas seseorang yang telah tercerahkan agar pikiran dan rasa kita tetap selaras dengan watak sejati kita yang memungkinkan kita ajeg dalam jati diri sejati yang tak hanya peduli pada diri semata tapi peduli pada semesta tempat kita berpijak dan bernaung  dan pada sesama bahkan benda-benda. 

Di bawah ini saya kutipkan ungkapan spiritualitas Zhangzai (1027-1077) salah seorang tokoh Dao Xue Jia yang dapat  kita jadikan cermin diri dalam upaya transformasi diri menjadi diri lebih peduli dan melayani yang saya kutip dari “The Western Inscription”, A Source Book. Tu Wei Ming: 2013. Halaman 86-87. 
"Langit adalah ayahku, Bumi adalah ibuku, bahkan mahluk kecil seperti diriku menemukan tempat yang nyaman di tengah-tengah mereka. Maka, apa yang mengisi alam semesta kupandang sebagai tubuhku dan apa yang mengemudi alam semesta kupandang sebagai sifat dasarku, watak sejatiku.

Semua orang saudaraku, dan semua benda sahabatku ... Bahkan mereka yang letih, lemah, lumpuh, atau sakit; mereka yang tidak memiliki saudara atau anak, istri atau suami, semua adalah saudaraku yang sedang menderita dan tidak memiliki siapapun untuk berpaling. Ketika saatnya tiba, menjaganya dari gangguan – inilah kepedulian seorang anak. Bergembira di dalam Tian dan tak memiliki kecemasan–inilah bakti tersuci anak kepada orang tua. ...

Barang siapa mengetahui prinsip-prinsip transformasi diri; ia akan dengan terampil melakukan usaha (Langit dan Bumi); dan barang siapa menembus roh hingga ke derajat tertinggi, ia akan dengan terampil melakukan kehendak mereka.

Jangan berbuat malu di tempat peristirahatan rumahmu sehingga tidak memalukan mereka (Langit dan Bumi). Jagalah pikiranmu dan pertahankan sifat dasarmu dan karena itu layanilah (Langit dan Bumi) tanpa lelah ...

Kekayaan, kehormatan, keselamatan, dan keuntungan, dimaksudkan untuk memperkaya kehidupanku, sementara kemiskinan, lingkungan yang sederhana, dan kesedihan dimaksudkan untuk membantu kesempurnaanku.”

Dalam kehidupan, aku ikuti dan layani (Langit dan Bumi). Dalam kematian, aku akan damai." 

Apakah Anda dapat merasakan pantulan cermin batin yang disampaikan Zhang Zai tersebut? 

Batin saya selalu tergugah saat membaca inskripsi ini. 

Entah dengan Anda. (US) 28102020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN