Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

ORANG-ORANG BAIK

Gambar
Salam Kebajikan,  惟德動天, S aya masih ingin menulis seputar pernikahan yang mudah-mudahan dapat memberi ide dan inspirasi pada Anda yang membaca blog ini. Sudah bertahun-tahun banyak orang menanyakan kapan saya dan Agnes akan menikah. Tidak sedikit yang berspekulasi menebak tahun dan bulan pernikahan kami. Namun semua spekulasi itu tidak kunjung menjadi kenyataan. Kami mempunyai berbagai alasan sehingga tak kunjung melangsungkan pernikahan seperti telah saya tulis dalam tulisan Pernikahan Kami. Karena pandemi tidak dapat diperkirakan kapan akan teratasi dan dorongan orang tua Agnes serta kakak-kakak saya, akhirnya diputuskan pernikahan akan dilaksanakan pada tanggal 21 November 2020 M (07-10-2571 Kongzili). Setelah keputusan dibuat, mulailah dilakukan persiapan agar upacara pernikahan dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Atas rahmat Tian , dalam persiapan yang berlangsung sangat singkat, banyak sekali bantuan yang kami terima dari saudara, kerabat, sahabat, dan relasi. Baik mat

DISIPLIN DAN SABAR DALAM KEHIDUPAN NEW NORMAL

Gambar
Salam Kebajikan,  惟德動天, S etelah berbulan-bulan tidak melakukan aktivitas keluar rumah kecuali saat jalan kaki untuk berolahraga atau membeli kebutuhan sehari-hari, tiga bulan belakangan ini saya harus pergi keluar rumah bahkan ke luar kota untuk persiapan pernikahan. Dalam aktivitas di luar rumah dan keluar kota ada beberapa hal yang saya amati dilakukan oleh masyarakat umum. Nampak ada perubahan dalam penampilan orang-orang yang beraktivitas. Sebagian besar orang menggunakan masker, ada juga yang tidak menggunakan masker atau menggunakan masker tapi saat berbicara membuka masker. Sebagian orang menganggap COVID-19 sebagai ancaman serius sehingga sangat disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebagian orang waspada pada COVID-19 namun tidak terlalu disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebagian lagi memandang COVID-19 hanya isu dan menganggap tidak ada. Kami termasuk tipe pertama.  Kami sangat disiplin mematuhi protokol kesehatan. Tak mengherankan kami tak pernah membuka masker, saat

MAKNA LIYUAN

Gambar
Salam Kebajikan,  惟德動天, K itab Liji memberi pedoman kepada kita mengenai beberapa upacara penting yang dilaksanakan dalam tahapan kehidupan manusia, misalnya upacara manyue , upacara pengenaan topi, upacara pengenaan konde, upacara perkawinan, upacara duka, dan lain-lain. Sebagai umat Konghucu, kita mengenal upacara liyuan umat dan liyuan pernikahan. Apakah sebetulnya Liyuan itu? Ada salah kaprah dalam memaknai liyuan di kalangan umat. Misalnya ada pandangan bahwa seseorang menjadi umat Konghucu hanya jika dia telah liyuan umat. Dengan pemahaman ini seolah-olah orang yang belum liyuan bukan seorang umat Konghucu. Kalau demikian, orang-orang yang belum liyuan umat tapi mengaku beragama Konghucu menjadi tidak jelas beragama apa dan umat Konghucu di Indonesia tentu berjumlah sangat sedikit.  Mengapa salah kaprah terjadi? Dalam pandangan saya, hal ini karena pengaruh agama samawi terhadap pandangan umat Konghucu yang aktif dalam kelembagaan. Dalam Islam misalnya, seseorang menj

PERNIKAHAN KAMI

Gambar
Salam Kebajikan,  惟德動天, Di tengah situasi pandemi COVID-19, tanggal 21 November 2020 yang lalu saya melangsungkan pernikahan dengan Agnes di Tasikmalaya. Sebetulnya sudah cukup lama kami berencana untuk melangsungkan pernikahan. Ada beberapa hal yang perlu kami persiapkan, ada beberapa hambatan dan tantangan yang perlu kami atasi terlebih dahulu. Bagi kami pernikahan adalah sesuatu yang suci dan sakral, hanya maut yang akan memisahkan, tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan dan terburu-buru. Sebagai orang tua tunggal dengan tiga orang anak, keputusan untuk menikah lagi tentu saja perlu melibatkan ketiga anak. Tak elok bila pernikahan menyebabkan keluarga tidak rukun. Memalukan kalau antara anak-anak dengan istri yang menjadi ibu sambung anak-anak tidak saling menerima. Diperlukan proses saling mengenal dan memahami di antara anak dan calon istri. Tentu saja proses ini tidak mudah dan perlu dilakukan setahap demi setahap dengan banyak diskusi dan pertemuan untuk saling mengenal dan

MENDENGAR DAO SEDINI MUNGKIN?

Gambar
Salam Kebajikan,  惟德動天, Pagi mendengar akan Jalan Suci, sore hari mati pun ikhlas. Ayat dari  Lunyu IV: 8 ini mengandung beberapa penafsiran: Kita perlu mempersiapkan diri saat pagi/sedini mungkin (usia muda) untuk membina diri, belajar dan menghayati dao (jalan suci) hingga pada saat sore hari (usia tua) siap dan ikhlas untuk pulang kepada Yang Empunya kehidupan. Setelah sepanjang hidup tidak mengenal dao , suatu hari mendapat kesempatan mendengar dao lalu tersadar atas kekeliruan dan kesalahan yang dilakukan dalam kehidupannya, maka dia ikhlas bila tak lama kemudian dipanggil pulang oleh Yang Empunya kehidupan. Pengertian harfiah. Pada pagi hari mendengar dao maka bila sore hari memang sudah waktunya harus pulang kepada Yang Empunya kehidupan, dia ikhlas. Ayat di atas jelas berkaitan dengan keikhlasan kepulangan seseorang pada Yang Empunya kehidupan. Mari kita kaji. Seperti kita ketahui, manusia terlahir kedunia ini memperoleh anugerah 4 + 4 + 4 yang pernah saya tulis dalam

BELAJAR DARI KAWAN

Gambar
 Salam Kebajikan,  惟德動天, Beberapa waktu yang lalu teman-teman SMA saya mengadakan sharing dalam zoom meeting mengenai apa saja yang dilakukan saat pandemi. Berdasarkan info yang dibagikan dalam grup WA, sharing akan menampilkan beberapa teman seangkatan dari berbagai profesi sebagai pembicara. Tapi pada akhirnya semua peserta diminta untuk berbicara setelah para 'narasumber' membagikan pengalamannya. Teman-teman yang berdomisili di berbagai daerah dan manca negara mempunyai profesi berbeda. Ada dosen, dokter, dokter gigi, pendeta, pengusaha kuliner, guru musik, pemilik sekolah, agen asuransi, pengusaha tekstil, kontraktor, karyawan, konsultan manajemen, perancang mode, dan lain-lain. Ketika ditanya apa profesi saya sekarang, seperti biasa, saya agak bingung menjawabnya. Saat saya diminta untuk sharing pengalaman saya, dalam benak saya bertanya-tanya apa yang bisa saya sharing?  Apakah saya layak untuk sharing dan apakah cukup bermanfaat bagi teman-teman bila saya sha

JANGAN MENYIMPULKAN TERLALU DINI

Gambar
 Salam Kebajikan,  惟德動天, Entah mengapa minggu ini otak saya sedang mengingat cerita-cerita yang pernah saya dengar bertahun-tahun yang lalu. Mungkin tema cerita ini yang sekarang keluar sebagai ide saya ketika memikirkan komitmen saya untuk menulis 8 tulisan dalam satu bulan. Cerita yang pernah saya dengar dan mungkin telah Anda dengar adalah cerita mengenai perlombaan lari antara kelinci dengan kura-kura. Begini ceritanya: Alkisah di sebuah hutan hiduplah sekumpulan binatang yang rukun dan damai. Ada harimau, gajah, burung hantu, monyet, ular, kelinci, kura-kura, dan lain-lain. Dalam hubungan antar binatang ada saja dinamika yang terjadi karena berbagai sifat dan karakter yang dimiliki binatang. Kadang kala sifat dan karakter berbeda para binatang menimbulkan persaingan bahkan konflik. Kelinci adalah pelari tercepat diantara binatang yang lain. Dia sangat bangga dengan kemampuannya. Rasa bangganya kadang kala terlalu berlebih dan merendahkan binatang lain. "Hai kura-kura!

SELALU LAKUKAN YANG TERBAIK!

Gambar
 Salam Kebajikan,  惟德動天, Ada satu cerita yang pernah saya dengar dan begitu berkesan. Saya pikir bagus untuk pembelajaran bagi kita dalam menjalankan kehidupan kita. Alkisah, ada seorang pria setengah baya bekerja di suatu perusahaan kontraktor. Selama 35 tahun dia bekerja dengan baik dan loyal pada bos yang sama. Pemilik perusahaan tersebut memperlakukan dia dengan baik dan adil, bahkan karena loyalitasnya sang karyawan menjadi orang kepercayaan sang bos. Sebagai seorang karyawan yang telah bekerja lebih dari separuh hidupnya, boleh dikatakan dia hidup cukup layak. Kompensasi yang diberikan perusahaan tempat dia bekerja cukup baik. Dia dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi dan mempunyai rumah tinggal sendiri, tidak besar namun cukup layak untuk ditinggali. Setelah sekian lama bekerja, dia merasa sudah waktunya untuk menikmati masa tua dengan istri yang dia sayangi namun selama ini seringkali ditinggal karena kesibukan pekerjaan. Beberapa tahun belakangan, dia be