MAKNA LIYUAN

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Kitab Liji memberi pedoman kepada kita mengenai beberapa upacara penting yang dilaksanakan dalam tahapan kehidupan manusia, misalnya upacara manyue, upacara pengenaan topi, upacara pengenaan konde, upacara perkawinan, upacara duka, dan lain-lain.

Sebagai umat Konghucu, kita mengenal upacara liyuan umat dan liyuan pernikahan. Apakah sebetulnya Liyuan itu?

Ada salah kaprah dalam memaknai liyuan di kalangan umat. Misalnya ada pandangan bahwa seseorang menjadi umat Konghucu hanya jika dia telah liyuan umat. Dengan pemahaman ini seolah-olah orang yang belum liyuan bukan seorang umat Konghucu. Kalau demikian, orang-orang yang belum liyuan umat tapi mengaku beragama Konghucu menjadi tidak jelas beragama apa dan umat Konghucu di Indonesia tentu berjumlah sangat sedikit. 

Mengapa salah kaprah terjadi?

Dalam pandangan saya, hal ini karena pengaruh agama samawi terhadap pandangan umat Konghucu yang aktif dalam kelembagaan. Dalam Islam misalnya, seseorang menjadi muslim karena sejak kecil atau terlahir sebagai muslim atau dia adalah seorang mualaf yang mengucapkan kalimat syahadat. Dalam Kekristenan kita mengenal baptis. Seorang menjadi Kristen atau Katolik karena telah dibaptis. Mereka terlahir baru. Tak heran, orang-orang Konghucu terdistorsi dengan pandangan tersebut.

Secara harfiah Li artinya tegak. Yuan mengandung arti perkataan/perbuatan.

Liyuan mengandung makna menegakkan perkataan/perbuatan. Di dalam Kitab Mengzi dikatakan satunya kata dan perbuatan, itulah dao. Di lain pihak, iman mengandung arti sempurnanya kata batin dan perbuatan.

Dari pemahaman atas ketiga hal tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa liyuan adalah prasetia seorang umat Konghucu—atau orang yang beragama lain lalu beralih menjadi penganut Konghucu—untuk menegakkan kata dan perbuatannya menjadi satu sehingga dia hidup dalam dao yang dibimbingkan oleh Nabi Kongzi dan para Nabi terdahulu, setahap demi setahap menggemilangkan iman. 

Dengan demikian dia adalah umat Konghucu yang melangkahkan kaki memasuki pintu gerbang kebajikan nabi menapaki dao (Jalan Suci). Sebagai seorang umat Konghucu yang menegakkan diri menjadi anak yang berada pada puncak bakti. 

Karena alasan inilah mengapa liyuan umat seyogianya dilaksanakan oleh orang yang telah dewasa karena telah dapat mengambil keputusan sendiri dan telah cukup memperoleh pendidikan agama sehingga dia benar-benar penuh kesadaran dan iman berupaya memenuhi dan tidak melanggar prasetianya sebagai umat Konghucu yang berjanji untuk menegakkan diri.

Dengan pemahaman ini, umat Konghucu yang belum melaksanakan liyuan umat tetap adalah seorang umat Konghucu hanya dia belum 'meresmikan' prasetianya  memasuki pintu gerbang kebajikan, menapaki dao untuk menggemilangkan iman.

Bagaimana kita memaknai liyuan pernikahan?

Liyuan pernikahan seyogianya dimaknai bahwa pengantin mengucapkan prasetia untuk membina rumah tangga di dalam bimbingan kebajikan Nabi dalam menapaki dao dan menggemilangkan iman sebagai seorang suami dan isteri. 

Juga sebagai orang tua bagi anaknya, dengan tidak melupakan peran-perannya yang lain dalam lima hubungan kemasyarakatan, untuk mewujudkan tujuan perkawinan sesuai yang diamanatkan kitab suci.

Satu hal yang tak boleh dilupakan, umat perlu melaksanakan persembahyangan pada leluhur sebelum dilaksanakannya liyuan pernikahan di altar Nabi atau para Shen dan Shenming. Atau mungkin perlu dilakukan terobosan agar upacara liyuan dapat dilaksanakan di rumah masing-masing umat, bukan hanya dilaksanakan di kelenteng atau litang.

Kapan Anda akan berprasetia dalam liyuan untuk menegakkan diri? (US) 25112020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU