ORANG-ORANG BAIK

Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Saya masih ingin menulis seputar pernikahan yang mudah-mudahan dapat memberi ide dan inspirasi pada Anda yang membaca blog ini.

Sudah bertahun-tahun banyak orang menanyakan kapan saya dan Agnes akan menikah. Tidak sedikit yang berspekulasi menebak tahun dan bulan pernikahan kami. Namun semua spekulasi itu tidak kunjung menjadi kenyataan. Kami mempunyai berbagai alasan sehingga tak kunjung melangsungkan pernikahan seperti telah saya tulis dalam tulisan Pernikahan Kami.

Karena pandemi tidak dapat diperkirakan kapan akan teratasi dan dorongan orang tua Agnes serta kakak-kakak saya, akhirnya diputuskan pernikahan akan dilaksanakan pada tanggal 21 November 2020 M (07-10-2571 Kongzili).

Setelah keputusan dibuat, mulailah dilakukan persiapan agar upacara pernikahan dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Atas rahmat Tian, dalam persiapan yang berlangsung sangat singkat, banyak sekali bantuan yang kami terima dari saudara, kerabat, sahabat, dan relasi. Baik materi, tenaga, maupun keahlian. Mengenang semua ini, saya menjadi teringat sabda Nabi, agar sebagai umat Konghucu tidak perlu bimbang dan ragu karena Tian selalu beserta.

Untuk mempersiapkan lamaran, sangjit, dan upacara pernikahan, kakak-kakak saya mendukung penuh. Mereka secara intens membantu persiapan pernikahan kami.

Karena hubungan baik kakak saya dengan perancang mode Jimmy Fei Fei di Bandung, baju pengantin perempuan menggunakan rancangannya. Anda bisa cek IGnya, siapa tahu berminat menggunakan jasanya.

Rias pengantin dilakukan oleh aiLie make up studio, istri cantik dan penuh talenta dari Budi Wangsa Tedy. Mereka adalah keponakan kami yang baik hati. Eva dengan tulus ikhlas membantu kami tanpa mau dibayar. Padahal kalau harus membayar, dia bukanlah MUA ecek-ecek, tarifnya tentu tidaklah murah dan tidak murahan. 

AiLie atau Eva Harjadinata adalah MUA papan atas di kota Bandung. Anda bisa melihat beberapa hasil karyanya yang keren di instagram @aiLie_makeup. Eva sekarang sangat selektif dalam melakukan pekerjaannya sebagai make up artist, hanya untuk orang-orang keren seperti kami saja dia mau. Hahaha. Orang keren-nya bercanda, selektif-nya betul. 

Ngomong-ngomong Eva juga loh yang membuatkan bunga tangan pengantin.

Pak Daniel Chairunas dan ibu, serta Panji dan Desy adalah orang-orang di belakang layar atas pelayanan terbaik yang diberikan oleh Hotel Grand Metro. Hotel Bintang 4 satu-satunya di kota Tasikmalaya. Mereka pula yang membantu pengadaan mobil pengantin sesuai dengan yang kami mau, setelah kami gagal mencarinya hingga H-2. 

Kami sebetulnya tidak akan menggunakan Wedding Organizer karena pernikahan kami bukanlah pesta, tapi pernikahan agama dan makan siang bersama. Tapi Irawati Chandra sahabat kami mengulurkan tangan membantu sebagai WO dadakan sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan melebihi ekspektasi kami. Irawati Chandra adalah istri dari Erick S Kartanegara, putera dari Ibu Lindasari pemilik Tape Uli di Cisalak. Ira membantu kami dengan tulus ikhlas.

Saat kami kebingungan mencari fotografer dan videografer—karena pada hari yang sama ada beberapa pesta pernikahan di Tasikmalaya—Agnes tiba-tiba ingat pada Agung, kawan SMA-nya dulu, maka Agnes mengontak Agung untuk menjadi fotografer dan videografer sangjit dan pernikahan kami.

Kami merasa puas dengan cara dan hasil kerja Agung bersama timnya yang begitu profesional dan penuh persahabatan.

Ngomong-ngomong, kami adalah pengantin Tionghoa pertama yang ditangani Agung. Begitulah, sejatinya profesionalitas pekerjaan tidak pada tempatnya dikotak-kotakkan berdasarkan stereotype tertentu, apalagi berdasarkan SARA.

Untuk foto pre-wedding—atas bantuan kakak dan keponakan saya yang mempunyai relasi fotografer di Bandung—kami dapat mempunyai foto pre-wed kekinian yang bagus dengan harga terjangkau. Kalau Anda datang ke Bandung jangan lupa datang ya ke kafe keponakan saya Hi Brew Coffee & Eatery di Jalan Boscha No. 43 Bandung. Tengok dulu akun instagramnya. Sedikit promosi untuk bisnis keponakan. Namanya juga paman. Hahaha.

Walau hanya makan siang, ruang makan tentu perlu dihias, agar agak berbeda dan foto-foto dapat menunjukkan bahwa makan siang bersama ini adalah dalam rangka pernikahan. Maka foto ruang pernikahan dan sangjit dihias oleh Yona, kenalan lama Agnes.

Satu hal lagi, walau ide souvenir merupakan ide original saya, souvenir dirancang atas kebaikan Budi Wangsa Tedy dan dikerjakan oleh dua keponakan saya yang lain, Wenas dan Eko melalui perusahaan mereka, Mascot Jaya Print. 

Yang tak tak kalah pentingnya adalah upacara liyuan di Kong Miao Litang Genta Kebajikan MAKIN Tasikmalaya. Upacara dapat terlaksana dengan lancar atas dukungan dari Bu Hanida Harry, Ketua MAKIN Tasikmalaya yang pertama kali saya telpon sehubungan rencana pernikahan kami. Bu Neneng dan Pak Harry adalah orang-orang baik yang sudah lama kami kenal.

Upacara liyuan pernikahan dapat berjalan dengan singkat dan cepat tanpa meninggalkan nilai-nilai pokok peribadatan berkat dukungan dari Xs. Eka dan Ws. Wiechandra yang merupakan kawan lama. Saat saya telpon memohon perkenan mereka, dengan tulus tanpa ba bi bu be bo mereka mengiyakan dan bersedia menyesuaikan dengan kondisi yang ada. 

Suhu Chew Kong Giok sangat berjasa memilihkan hari baik pernikahan kami. Hari baik adalah modal awal langkah kami membina rumah tangga yang rukun harmonis dalam rahmat Tian dan penyertaan para leluhur. 

Yuho dan Fuhauw, sahabat sejak kecil pun banyak membantu dalam persiapan dan pelaksanaan pernikahan kami. Ketika saya minta menjadi saksi pernikahan, Yuho serta merta bersedia. 

Bagaimana agar orang-orang yang tidak dapat kami undang hadir ke Tasikmalaya dapat hadir secara virtual? Kami perlu orang yang dapat menyiarkan langsung upacara pernikahan kami. Ada orang baik lain yang datang memberi bantuan tanpa kami duga. Robby Soenarlie dan Fanny Susiani dari PAKIN Tasikmalaya menyiarkan secara langsung liyuan pernikahan kami melalui zoom dan youtube.

Saya menuliskan semua ini hanya ingin mengatakan, bahwa saudara dan sahabat adalah orang-orang penting dalam kehidupan kita yang akan membantu saat kita membutuhkan. Beberapa kawan dan relasi yang lama tak jumpa seringkali hadir dengan tak terduga membantu kita.

Tapi kehadiran mereka membantu tentu saja berkaitan dengan apa yang kita lakukan dan reputasi kita pada masa lalu. Itulah yang terjadi.

Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para saudara, sahabat, kawan dan relasi memberi bantuan pada kami sehingga acara dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses, bahkan beberapa hal melebihi ekspektasi kami. 

Orang-orang baik telah hadir dalam kehidupan kami.

Apakah mereka begitu baik pada kami karena kebaikan dan reputasi kami? 

Ataukah  rasa sayang mereka pada kami karena hubungan darah dan hubungan baik yang selama ini terjalin? 

Biarlah mereka yang menjawab, bukan kami. 

Pesannya jelas, banyaklah bergaul dan bina persahabatan. Antara adik dan kakak senantiasalah rukun harmonis, saling menghormati dan menyayangi. 

Semua itu berharga. (US) 27112020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN