ANGKA KEBERUNTUNGAN?


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Saya ingin menutup tulisan dalam blog saya tahun 2020 dengan tulisan ke 217, walau sebetulnya sasaran saya untuk menulis delapan tulisan per bulan atau 96 tulisan per tahun sudah tercapai. Uniknya, dengan saya menulis ini, maka tahun 2020 ada 97 tulisan. Ada angka 7 dalam 217 dan 97.

Saya suka sekali angka 7, padahal yang saya tahu, kebanyakan orang Tionghoa suka angka 8 atau angka 9. Angka 7 bagi saya adalah angka keberuntungan.

Keberuntungan yang didapat dari kerja keras, kerja pintar, dan kerja benar. 

Kerja yang tidak semata-mata mengharapkan hasil tapi menikmati prosesnya. Kerja yang didasari ketulusan dan kesungguhan sambil mengenai hasilnya berserah diri pada Tian. Jadi kerja yang berorientasi pada tujuan tanpa melupakan keberadaan ming

Dengan sikap mental demikian memampukan saya bertahan, tak mudah menyerah dan yakin Tian akan merahmati apa yang saya lakukan dengan keras, pintar, dan benar? Saya lebih suka mempunyai keyakinan seperti ini ketimbang menggantungkan diri pada nasib baik tanpa usaha dan tanpa kemampuan melihat peluang.

Angka 7 berbentuk seperti cangkul. Cangkul adalah alat untuk menggali, tapi tidak dapat bekerja tanpa manusia. Cangkul akan menggali karena manusia mengeluarkan tenaga dan punya tujuan. Tapi dalam mencangkul kadang kita menemukan hal-hal tak terduga baik itu dalam konotasi baik maupun buruk. Kemudahan maupun kesulitan. 

Saat menggunakan cangkul kadang perlu pula penyesuaian-penyesuaian. Kalau tidak dilakukan penyesuaian-penyesuaian jangan heran kalau cangkul tak mampu meneruskan kerja dan tak mencapai apa yang menjadi tujuan mengapa aktivitas mencangkul dilakukan karena kerja tidak berada lagi dalam jalur yang benar.

Sebetulnya angka 7 (七 qī) memiliki konotasi positif dan negatif dalam budaya Tionghoa. Untuk sisi positif, 七 terdengar seperti 起 (qǐ), yang berarti “mulai” atau “naik”, dan juga 气 (qì), yang berarti “energi vital”. 

Tujuh juga dilihat sebagai angka keberuntungan untuk hubungan. Festival Qixi (七夕節), juga dikenal sebagai Hari Valentine, jatuh pada hari ke 7 bulan ke 7 dalam kalender Kongzili. Tujuh juga dapat dianggap tidak baik apalagi beruntung karena 七 terdengar seperti 欺 (qī), yang berarti “menipu”.

Dalam tradisi agama-agama di dunia, angka 7 memiliki makna yang istimewa berkaitan dengan alam semesta dan spiritualitas. Dalam fengshui angka 7 merupakan hitungan jatuh yang baik. Tentu saja bagi mereka yang percaya. Bagi yang tidak percaya semua angka sama saja.

Coba Anda baca Kitab Sishu dalam bahasa Indonesia dan buka Bagian 7 atau Bab 7 baik Kitab Daxue, Zhongyong, Lunyu, maupun Mengzi, kalau menurut saya ayat-ayatnya keren banget, menggambarkan hal-hal inti dari keseluruhan kitab.

Entah mengapa, saat saya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung bersamaan dengan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung nomor induk mahasiswa saya adalah 184127 dan A1084217, mengandung angka 7 kesukaan saya. Atau mungkin karena nomor induk mahasiswa mengandung angka 7 maka saya suka angka 7, entahlah. Yang jelas saya diterima di Perguruan Tinggi tersebut bukan hasil menipu tapi karena hasil belajar dan sedikit keberuntungan.

Percayakah Anda? Pada musyawarah nasional ke-17 Matakin, saya diangkat menjadi Ketua Umum Matakin. Kalau ini entah keberuntungan atau bukan karena tugas dan tanggung jawabnya sangat berat.

Ngomong-ngomong saya lahir di bulan 7 penanggalan Kongzili dan istri saya terlahir pada tanggal dan bulan yang persis sama, hanya berbeda tahun. Satu keberuntungan yang perlu terus diupayakan dijaga agar tetap sebagai suatu keberuntungan sehingga kehidupan kami terus 'naik' karena kami terus memancarkan qi positif bukan dengan hidup penuh tipu-tipu.

Entah tulisan ini ada manfaatnya tidak bagi Anda. Bagi saya tentu saja bermanfaat untuk mengisi waktu dengan hal positif (menulis, agar otak terus berlatih). Sambil tertawa dan terus memupuk keyakinan bahwa saya sungguh beruntung dilahirkan dari mama papa yang luar biasa, dan menjalani kehidupan dengan beraneka macam pengalaman luar biasa yang kadang di luar nalar. Menuliskan ini membuat saya terus merasa bersyukur kendati seberat apapun tantangan yang ada dalam perjalanan hidup.

Sekarang tanggal 27-12-2020, tulisan ini diterbitkan pukul 7 pagi. Saatnya untuk bersyukur, berkontemplasi, merencanakan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru, lalu capai dengan kerja keras, kerja pintar, dan kerja benar. 

Berapa angka keberuntungan Anda? (US) 27122020

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU