HAID BOLEHKAH BERSEMBAHYANG?


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Entah apa yang ada dalam pikiran Anda saat membaca judul tulisan ini. Bisa jadi ada beragam tanya mencuat, bisa juga ada beragam jawaban terkuak. Faktanya para perempuan yang mengalami haid seringkali diliputi pertanyaan dan keragu-raguan apakah saat mengalami haid boleh bersembahyang atau tidak.

Dalam menjawab pertanyaan dan keragu-raguan ini ternyata jawaban yang diberikan oleh para rohaniwan Khonghucu beragam dengan alasan beragam. Keyakinan yang dimiliki oleh perempuan Khonghucu pun menjadi beragam tergantung apa yang pernah dia dengar dan mungkin dia baca mengenai topik ini.

Tulisan ini bisa saja berlainan dengan keyakinan Anda selama ini. Tak masalah. Tujuan tulisan ini bukan untuk meyakinkan apalagi memaksa Anda untuk setuju dan mengikuti tapi mengajak Anda untuk berpikir.

Di dalam alam semesta ini berlaku Tian Li (Hukum Tian) yang mewujud dalam hukum alam.

Air tidak dapat membedakan Barat dan Timur, tapi dia dapat membedakan atas dan bawah. Maka air mengalir dari atas ke bawah tidak peduli bawah dan atas ada di arah mana. Bumi berputar mengelilingi matahari pada orbitnya karena diikat oleh hukum Tian. Makhluk hidup berevolusi dan beradaptasi agar dapat bertahan hidup karena hukum perubahan dan peleburan yang merupakan hukum Tian. Hukum Tian atau Hukum Alam Semesta atau Hukum Yin Yang adalah hukum keseimbangan yang akan menurunkan hukum sebab akibat.

Dikatakan dalam Kitab Mengzi siapa yang mematuhi (hukum) Tian akan terpelihara, yang melawan (hukum) Tian akan binasa.

Lalu bagaimana dengan haid? 

Apakah seorang perempuan yang sedang haid tidak boleh bersembahyang atau masuk ke rumah ibadat karena melawan Hukum Tian atau Hukum Alam Semesta?

Beberapa agama melarang seorang yang sedang haid memasuki rumah ibadat atau melaksanakan ibadat dengan alasan kotor. Begitu pula sebagian rohaniwan Khonghucu melarang seorang perempuan yang sedang haid untuk beribadat dengan alasan yang sama.

Saya pernah bertanya kepada Da Xueshi Tjhie Tjay Ing mengenai hal ini. Beliau mengatakan bahwa seorang perempuan yang sedang haid tidak dilarang untuk beribadat karena haid adalah kodrat seorang perempuan.

Saya pernah membaca buku yang ditulis oleh seorang pelaku spiritual. Penulisnya mengatakan bahwa haid adalah hal yang alamiah dan karena alamiah tidak tepat dilarang untuk beribadat.

Sesuai dengan Hukum Alam Semesta atau Hukum Tian, saya setuju dengan pendapat ini, adalah kurang tepat bila dikatakan seorang perempuan yang mengalami haid adalah kotor. Haid adalah kodrat seorang perempuan normal. Haid merupakan hal yang alamiah, sesuai hukum alam semesta. Kalau haid adalah kodrat manusia mengapa dilarang beribadat atau memasuki rumah ibadat dan dikatakan kotor? Bukankah haid tidak melanggar dan sesuai dengan hukum alam semesta?

Alasan mengapa zaman dulu di sebagian agama perempuan haid tidak boleh beribadat atau memasuki rumah ibadat karena zaman dulu belum ditemukan pembalut yang sudah bagus seperti sekarang ini, hal tersebut memungkinkan darah haid tersebut berceceran dan mengotori rumah ibadat atau mengganggu kenyamanan perempuan dalam beribadat. Tak heran zaman dahulu seorang perempuan haid dilarang untuk masuk ke rumah ibadat dan beribadat.

Jadi, seorang perempuan dilarang masuk rumah ibadat dan beribadat saat haid bukan karena kondisi haid perempuan tersebut yang merupakan kodrat seorang perempuan, tapi penanganan terhadap siklus alamiah tersebut yang beresiko mengotori rumah ibadat.

Bagi perempuan Khonghucu yang sedang haid, pastikan Anda merawat haid Anda sebaik-baiknya dan tak usah ragu untuk beribadat sambil jangan lupa menjaga hati dan batin Anda agar tulus, putih dan bersih sehingga sembahyang dan doa Anda diterima. 

Tian tidak akan menghukum orang yang tidak melanggar hukum Tian

Tian melindungi kebajikan.

Haid adalah kodrat Anda sebagai perempuan dan merupakan hal yang sesuai dengan hukum alam semesta mengapa juga menghalangi Anda untuk beribadat. 

Kendati demikian, bila Anda berkunjung ke rumah ibadat agama lain dan ada larangan bagi yang sedang haid, Anda sebaiknya menghormati larangan tersebut. 

Anda setuju? (US) 18012021


Zhongyong XV: 3, Mengzi IVA: 7, Mengzi I A: 6, Yi Jing.

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN