SEKALI LAGI MENGENAI TAHUN BARU IMLEK


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Penanggalan Yin Yang Li atau Im Yang Lek—dan sekarang lebih dikenal sebagai penanggalan imlek—telah ada sejak zaman Huang Di, salah seorang dari Wu Di  五帝 yaitu Fu Xi 伏羲, Shen Nong 神農, Huang Di 黃帝, Tang Yao 唐堯, Yu Shun 虞舜 seperti tertulis dalam Li Ji Bab Nei Ze II:2.3 dan Yue Ji I:1.27 lalu mulai digunakan pada saat Dinasti Xia. Pada zaman Dinasti Xia, awal tahun baru adalah pada awal musim semi, tepatnya saat lichun (4 Februari). Namun awal tahun baru ini oleh Dinasti Shang dimajukan 1 bulan, jadi pada saat akhir musim dingin. 

Saat zaman Dinasti Zhou awal tahun baru adalah di puncak musim dingin, saat dongzhi, matahari berada di 23 1/2 derajat Lintang Selatan (21/22 Desember). Dongzhi sebagai tahun baru era dinasti Zhou tertulis dalam Li Ji IX, Jiao Te Sheng II: 3. Saat Dinasti Qin tahun barunya berbeda pula. Saat tahun baru dinasti Qin dapat dibaca dalam Li Ji IVC, Yue Ling III 12. Hal perbedaan awal tahun baru Dinasti Xia, Shang, Zhou, dan Qin dapat kita baca dalam Kitab Shujing dan Liji.

Pertanyaannya mengapa sekarang Tahun Baru Imlek di awal musim semi, bukan saat lichun (± 4 Februari) tapi antara tanggal 20 Januari hingga 19 Februari?

Itu dimulai sejak tahun 104 S.M, saat Kaisar Han Wu Di mengubah awal tahun baru atau xin nian atau sincia menjadi antara saat dahan (20 Januari) hingga saat yushui (19 Februari).

Mesti diketahui Kaisar Han Wu Di adalah kaisar Dinasti Han yang menetapkan Khonghucu sebagai agama dan falsafah negara. Beliau mendengarkan nasihat Dong Zhong Shu—seorang cendekiawan Khonghucu—yang tentu saja sangat memperhatikan sabda Nabi Kongzi dalam Kitab Lunyu, agar menggunakan penanggalan Dinasti Xia seperti terdapat dalam Lunyu XV: 11. Tentunya dengan beberapa penyesuaian sesuai ilmu perbintangan yang lebih maju dan fenomena alam yang terjadi.

Penanggalan tersebut disempurnakan, awal tahun barunya bukan saat lichun tapi antara saat dahan dan yushui seperti yang telah dijelaskan di atas. Hal tersebut dilakukan agar musim tanam dapat dimulai tepat waktu, yaitu dimulai saat tanggal 15 ketika salju telah benar-benar mencair.

Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa tahun baru dalam penanggalan im yang lek atau yin yang li berubah dari dinasti ke dinasti.

Nah, sejak zaman Dinasti Han hingga sekarang, Tahun Baru Imlek atau sincia atau xin nian kita rayakan seperti sekarang ini.

Kalau orang mengatakan bahwa Tahun Baru Imlek yang kita rayakan sekarang adalah Huang Di Era, maka mereka seharusnya merayakan tahun baru tidak seperti xin nian atau sincia yang kita rayakan sekarang ini, tapi mereka merayakan tahun baru setiap lichun (± tanggal 4 Februari dalam penanggalan Masehi).

Dalam aspek politik dan hukum kenegaraan di Indonesia, keputusan resmi pemerintah mengenai hari libur dan cuti bersama nasional yang ditandatangani oleh 3 menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun baru imlek menggunakan angka tahun yang dihitung dari kelahiran Nabi Kongzi, sehingga tahun ini (2021 M) adalah tahun 2572 Kongzili. Ini menunjukkan tahun baru imlek di Indonesia adalah hari raya keagamaan Khonghucu.

Untuk membuat SKB Tiga Menteri ini, khusus untuk hari raya tahun baru imlek, setiap tahun, sejak era reformasi,  Kementerian Agama mengirim surat ke MATAKIN mengenai tanggal tahun baru imlek tahun berikut karena hari raya tahun baru imlek di Indonesia adalah hari raya keagamaan Khonghucu. 

Keluarnya SKB Tiga Menteri,  menunjukkan bahwa di Indonesia tak ada hari libur berdasar etnis, yang ada berdasar hari nasional atau hari keagamaan. 

Keunikan perayaan keagamaan di Indonesia sebagai hari libur nasional terlihat juga dengan adanya Hari Raya Nyepi yang dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia, padahal di India berbeda.

Saya kira itu penjelasan singkatnya. Kalau orang mau merayakan sebagai tradisi ya silakan saja. Sama seperti kita merayakan tahun baru 2021 atau orang Jawa merayakan 1 Muharam (tahun baru Hijriyah, tahun baru islam)  dalam perayaan tradisi 1 suro. Tak ada larangan untuk merayakan sebagai tradisi, tapi itu bukan berarti Tahun Baru Imlek bukan hari raya keagamaan Khonghucu, karena Tahun Baru Imlek sarat dengan sejarah suci, nilai-nilai spritual dan kebajikan serta kegiatan peribadahan yang tertulis dalam kitab suci Khonghucu. 

Yang tak kalah pentingnya, hal yang sering dilupakan oleh orang-orang yang masih mau merayakan Tahun Baru Imlek sebagai tradisi, adalah mengenai sistem penanggalan yang digunakan oleh orang-orang Tionghoa di Indonesia sejak zaman sebelum kemerdekaan. Bila kita perhatikan penanggalan sebelum era tahun 1967, tahun dikeluarkannya Inpres 14 tahun 1967 tertanggal 6 Desember 1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina, misalnya penanggalan tahun 1931 M dan tahun 1954 M dengan jelas tertulis penanggalan Kongzi Li 2482 dan Khong Tjoe 2505, tidak ada istilah Huang Di Era.

Sungguh aneh pada saat sekarang hak-hak sipil umat Khonghucu dipulihkan, orang-orang meributkan mengenai Tahun Baru Imlek sebagai bukan hari raya keagamaan dan penanggalan Imlek dianggap tidak berkaitan dengan agama Khonghucu.

Pandangan seperti itu mengindikasikan ada kepentingan tertentu yang disembunyikan. 

Ataukah nilai kejujuran memang telah memudar di negeri ini sehingga menghalalkan segala cara? (US) 29012021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN