KEBAIKAN DAN FIRMAN


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Dalam perjalanan hidup, tentu kita telah mendapatkan banyak kebaikan. Kebaikan pertama yang kita dapatkan adalah dari orang tua, walau mungkin bentuk dan caranya berbeda-beda bagi setiap orang. Kebaikan kita terima pula dari keluarga, orang tua angkat, tetangga, teman, guru, kolega, relasi, pemerintah, dan lain-lain. Bermacam bentuk kebaikan yang telah dan akan kita terima dalam kehidupan kita. Kebaikan tidak selalu berbentuk materi.

Pada dasarnya manusia suka akan kebaikan. 

Kok bisa? 

Ya karena manusia terlahir baik adanya. Itu bukan kata saya tapi kata Yasheng Mengzi. Manusia suka akan keelokan dan membenci bau busuk. Betul kan? Atau Anda lebih suka bau busuk? Saya yakin tidak.

Coba Anda jawab dalam hati pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apa sikap Anda saat orang lain memberi tahu kesalahan yang Anda lakukan? Apa sikap Anda saat melihat orang berbuat baik? Apa sikap Anda saat mendengar kata-kata yang baik? Apa sikap Anda saat orang memberi saran yang baik?

Reaksi Anda bisa saja berbeda-beda.

Bagaimana orang bijak dan para nabi zaman dahulu menyikapi empat pertanyaan itu?

Yuk kita baca ayat dalam Kitab Mengzi.
Mengzi berkata,

"Zilu bila diberitahu orang akan kesalahannya, ia senang sekali.

Raja Yu bila mendengar kata-kata yang baik segera memberi hormat dengan bai.

Raja Shun Agung itu lebih besar lagi. Kebaikan itu dari siapapun sama, suka menerima petunjuk seseorang. Ia gembira bila dapat belajar berbuat baik dari orang lain.

Sejak masih membajak, bercocok tanam, membuat periuk dan menangkap ikan sampai menjadi raja besar, ia tidak segan belajar dari orang lain.

Dengan mengambil contoh Kebaikan orang lain, berarti membantu orang lain itu berbuat baik. Maka laku seorang Junzi itu tiada yang lebih besar daripada membantu orang berbuat baik."

Apa akibat perbuatan baik dan membantu orang berbuat baik? Kalau Anda menginginkan balasan atau pahala, coba simak ayat berikut.
Di dalam Kang Gao tertulis, "Firman itu sesungguhnya tidak berlaku selamanya, maka dikatakan 'yang berbuat baik akan mendapatkan dan yang berbuat tidak baik akan kehilangan.'"

Tak mengherankan bila tercatat dalam Shujing dan Kitab Mengzi bahwa Raja Shun memperoleh Fiman menjadi raja besar karena sikap dan perilakunya.

Mari kita teladani! 

Lebih bagus tak usah pikirkan balasan atau pahala, lakukan dengan hati tulus dan terbuka. (US) 05012021


Mengzi IIA: 6, Da Xue VI: 1, Mengzi IIA: 8, DaXue X: 11.

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU