MEMELIHARA SEMANGAT


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Rangkaian peribadahan dan perayaan Tahun Baru Imlek baru saja kita lalui. Suasana Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan mungkin saja menjadi satu-satunya suasana Tahun Baru Imlek 'unik' yang akan kita alami selama hidup kita.

Bagi sebagian orang, peribadahan dan perayaan yang dilakukan hanya akan menjadi riak kecil dalam gelombang kehidupan yang akan segera berlalu. Tidak demikian adanya dengan sebagian kecil orang yang tercerahkan, lalu benar-benar mempunyai tekad kuat untuk membaharui diri, mengubah arah, atau memperteguh tekad dalam mengarungi kehidupan. 

Bagi mereka, Tahun Baru Imlek akan menjadi gelombang besar perubahan, bukan sekedar riak sekejap. Gelombang besar yang akan membuat mereka mampu fokus berselancar mencatat rekor-rekor baru. Tak mudah menyerah saat mencapai titik terendah, mengantarkan mereka mencapai tujuan.

Pada awal proses bisa saja mereka melihat papan skor lawan-lawan tandingnya, namun pada prosesnya mereka harus fokus pada perbaikan diri sendiri, bukan mengarahkan pandangan pada orang lain. Skor lawan tanding hanyalah satu upaya mengkalibrasi diri agar upaya perbaikan benar ke arah yang lebih baik, bukan menuju ke arah sebaliknya.

Yang penting untuk diingat, berselancar dalam kehidupan bukanlah mengalahkan orang lain tapi 'mengalahkan' diri sendiri melalui berdamai dengan inti diri sejati. Yasheng Mengzi mengingatkan pada kita untuk menjaga semangat dan terus memelihara cita. Cita itulah panglima semangat, semangat ini yang memenuhi jasmani. Maka cita itulah yang pertama. Semangat itulah yang kedua. Pegang teguhlah cita, jangan memperkosa semangat. 

Mengapa? 

Karena cita yang telah menyatu dapat menggerakkan semangat, dan semangat yang telah menyatu dapat menggerakkan cita. 

Orang meneruskan perjalanan berselancar meniti gelombang kehidupan atau terkapar jatuh karena semangat.

Kalau Anda ingin hidup dan berpulang dipenuhi kebahagiaan dan kepuasan, hidup dipenuhi iman dalam menempuh dao (Jalan Suci) adalah jalan satu-satunya. Iman diejawantahkan dalam ketulusan mengikuti inti diri sejati dalam watak sejati. Untuk itu Anda perlu memelihara semangat. Karena semangat adalah jodoh dan pembantu kebenaran dan Jalan Suci. Jangan sampai semangat rusak oleh nafsu dan keinginan berlebih.

Usahakanlah hal itu terus menerus tanpa lebih dahulu mengharap hasilnya. (US) 28022021


Mengzi IIA: 2, Mengzi VIIA: 4, Da Xue II: 1.

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN