SEMBAHYANG DAN PEMBINAAN DIRI


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Salah satu tantangan berat dalam menulis artikel keagamaan adalah mengenai gaya tulisan. Kecenderungan gaya tulisan keagamaan, khususnya Khonghucu adalah gaya tulisan yang serius dengan banyak kutipan ayat-ayat.

Saya berasumsi gaya penulisan seperti itu membuat orang-orang—terutama anak muda—kurang berminat atau malas membaca. Oleh karena itu saya berupaya menulis dalam gaya tulisan yang berbeda, yaitu sesedikit mungkin menampilkan kutipan-kutipan ayat secara letterlijk dan berupaya mengulas hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi saya berupaya menulis dalam gaya tulisan dengan bahasa yang lebih santai dengan harapan orang-orang, terutama anak muda—mau membaca.

Dari sekian banyak tulisan yang saya buat, ada beberapa tulisan yang cukup diminati hingga dibaca oleh ribuan orang. Selebihnya tidak cukup banyak peminat. Walau ada hiburan tersendiri karena ada juga pembaca setia yang selalu menantikan tulisan saya.

Mungkin asumsi saya mengenai gaya tulisan kurang tepat. Ada hal-hal lain yang menyebabkan mengapa tulisan keagamaan Khonghucu kurang diminati. Mungkin topik yang saya pilih kurang mengena atau bisa jadi minat baca memang rendah. Bisa jadi karena banyak media lain yang lebih disukai sekarang ini dibanding membaca artikel dalam blog. Mungkin juga karena tulisan saya kurang bermutu dan tidak mengena. Atau hal-hal lain yang saya belum tahu. Yang saya baca dari pemberitaan, koran-koran dan majalah edisi cetak satu persatu bertumbangan. Entah koran, majalah atau buku dalam bentuk digital banyak peminat atau tidak.

Mudah-mudahan umat Khonghucu, khususnya generasi muda memang kurang berminat membaca blog bukan berarti kehilangan gairah belajar agama untuk bekal hidupnya, akan tetapi belajar agama dari media lain dan dari penulis lain dengan gaya bahasa berbeda.

Setelah saya menulis blog selama dua tahun ini, saya merasa apa yang saya harapkan belum tercapai. Saya perlu terus belajar dan membenahi diri.

Berdasarkan data yang ada, tulisan yang paling diminati dalam blog ini adalah tulisan mengenai persembahyangan dan hari raya serta hal-hal yang berkaitan dengan persembahyangan dan hari raya tersebut.

Tulisan yang berkaitan dengan belajar dan upaya pembinaan diri adalah tulisan yang sepi peminat.

Mudah-mudahan hal tersebut karena tulisan saya mengenai belajar dan upaya pembinaan diri memang kurang mengena, bukan karena pembaca tidak berminat belajar dan melakukan pembinaan diri, sehingga saya dapat terus belajar untuk melakukan perbaikan dalam penulisan.

Jujur dalam hati kecil, saya sangat khawatir apabila semangat belajar dan upaya pembinaan diri sebagai ciri utama umat Ru yang terpelajar dan lembut hati telah digantikan oleh 'sekedar' melaksanakan persembahyangan akibat budaya instan yang telah merasuki.

Persembahyangan dan hari raya itu penting, tapi semangat belajar dan upaya pembinaan diri adalah kewajiban pokok yang utama dan tak boleh diabaikan oleh umat Ru-Khonghucu. (US) 18022021


Da Xue Bab Utama: 4-6, Lunyu I: 1.

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN