MENGZI SANG PENEGAK


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Ya Sheng Mengzi 孟子 dilahirkan pada tahun 372 SM dan wafat pada tahun 289 SM. Jadi Beliau hidup lebih kurang 100 tahun setelah Zhi Sheng Kongzi 孔子 wafat pada tahun 479 SM.

Ya Sheng Mengzi dikenal sebagai orang Bijaksana kedua di Tiongkok setelah Zhi Sheng Kongzi.

Orang-orang sering mengatakan bahwa Kongzi dan Mengzi adalah filsuf, tapi mengacu pada kamus, etimologi dan ayat dalam kitab suci Konghucu, Sheng 聖 tidak tepat diartikan sebagai filsuf (Zhe Ren 哲人). Sheng lebih tepat diterjemahkan sebagai orang suci atau nabi.

Seorang Sheng bukan sekedar xian (賢人, orang bijaksana) karena seorang Sheng tidak hanya mengajarkan kebijaksanaan tapi juga mengajarkan Tian Dao (Jalan Suci Tian) coba Anda baca Kitab Mengzi VIIB: 24.

Apa dan bagaimana Ya Sheng Mengzi menegakkan ajaran Agama Ru-Khonghucu dapat kita simak dari percakapan di bawah ini yang diambil dari Kitab Mengzi IIIB: 9.
Gong Dou-zi bertanya, “Orang luar menyebut guru orang yang suka berdebat. Memberanikan bertanya, apakah alasannya?” 

Mengzi menjawab, “Masakan aku suka berdebat? Sesungguhnya aku sangat terpaksa.

Sudah lama dunia ini ada kehidupan. Adakalanya teratur beres dan adakalanya kacau balau.

Pada jaman Raja Yao, karena jalan air tertutup, terjadilah banjir besar melanda seluruh negeri. Ular dan naga bersarang dimana-mana. Rakyat tidak mempunyai tempat kediaman untuk menetap. Yang di dataran rendah membuat sarang di pohon-pohon dan yang di dataran tinggi berdiam di gua-gua. Di dalam Shi Jing tertulis, ‘Tercurahnya air sungguh mengejutkan!’ Curahan air inilah yang menimbulkan banjir besar itu.

Maka Yu disuruhnya mengatasi bencana alam itu. Yu lalu menggali saluran-saluran untuk mengalirkan air ke laut. Ular dan naga di usir ke tempat yang berawa-rawa. Demikianlah air dapat mengalir dengan baiknya, sehingga aliran sungai Jiang, Huai, He, dan Han dapat teratur. Maka setelah bencana alam ini dapat diatasi, burung dan hewan liar yang membahayakan manusia dibersihkan; orang mendapatkan tanah-tanah datar untuk tempat kediamannya.

Setelah Yao dan Shun mangkat. Jalan Suci para Nabi itu makin melemah. Raja-raja yang sewenang-wenang bermunculan. Rumah-rumah, gedung-gedung diubah menjadi kolam-kolam, sehingga rakyat tidak mempunyai kesempatan beristirahat dan hidup tenteram. Sawah dan ladang diubah menjadi kebun bunga dan kebun binatang, sehingga rakyat tidak beroleh sandang-pangan. Kata-kata yang jahat dan perbuatan yang sewenang-wenang terjadi dimana-mana. Kebun bunga, kebun binatang dan kolam-kolam itu, karena amat rimbunnya akhirnya mendatangkan banyak burung-burung dan hewan-hewan liar. Demikianlah setelah sampai zaman Raja Zhou.

Maka Pangeran Zhou lalu membantu Raja Wu menghukum Zhou dan menyerbu Yan. Setelah tiga tahun baru dapat mengalahkannya. Begitupun Fei Lian dikejar sampai ke tepi laut, lalu ditangkap dan dihukum. Ada 50 negeri semuanya dihancurkan. Harimau, badak, dan gajah dihalau jauh-jauh, maka seluruh dunia gembira sekali. Di dalam Shu Jing tertulis, ‘Betapa gemilang karya-karya yang dirintis Raja Wen. Betapa besar warisan yang diperjuangkan Raja Wu. Semuanya itu mendorong aku sebagai orang kemudian, memegang teguh kelurusan dan tidak menyeleweng.

Setelah turun temurun, Jalan Suci itu menjadi lemah pula. Kata-kata jahat, laku sewenang-wenang, menteri membunuh raja dan anak membunuh ayah terjadi dimana-mana.

Kongzi merasa khawatir kejadian itu menjadi berlarut-larut, lalu beliau menyusun Kitab Chun Qiu. Menulis Kitab Chun Qiu itu seharusnya pekerjaan seorang kaisar. Maka Kongzi berkata, 'Kalau orang dapat memahami diriKu, tentu karena Kitab Chun Qiu dan kalau orang menyalahkan diriku, tentu karena Kitab Chun Qiu pula.'

Sejak saat itu tidak ada lagi raja yang bersifat Nabi, sehingga banyak di antara para rajamuda yang berbuat sewenang-wenang. Orang-orang terpelajar banyak pula yang mengungkap-ungkap perkara yang bersifat mengacaukan. Ajaran Yangzi dan Mo Di memenuhi dunia sehingga kata-kata yang memenuhi dunia saat ini, kalau tidak berdasar ajaran Yangzi tentu berdasar ajaran Mo Di. Ajaran Yangzi hanya mengutamakan diri sendiri; tidak mau mengakui adanya pemimpin. Mo Di mengajarkan cinta yang menyeluruh sama; tidak mau mengakui adanya orang tua sendiri. Yang tidak mengakui adanya orang tua sendiri, yang tidak mengakui adanya pemimpin, sesungguhnya hanya burung atau hewan saja. 

Gong Ming-yi berkata, ‘Lemari dapur istana penuh daging gemuk, kandang-kandang didiami kuda tambun, tetapi wajah rakyat menampakkan kelaparan, di hutan dan ladang bergelimpangan mayat-mayat yang mati kelaparan. Ini berarti menuntun binatang memakan manusia.’ 

Kalau ajaran Yangzi dan Mozi tidak dipadamkan, Jalan Suci Kongzi tidak akan dapat bersemi; kata-kata jahat itu akan membodohkan rakyat, menimbuni Cinta Kasih dan Kebenaran. Bila Cinta Kasih dan Kebenaran tertimbun, ini seperti menuntun binatang memakan manusia, bahkan mungkin manusia memakan manusia.

Aku merasa khawatir akan hal ini, maka berusaha melindungi Jalan Suci para Nabi, melawan ajaran Yang dan Mo serta menyingkirkan perbuatan yang tidak bermoral; agar kata-kata jahat tidak dapat berkembang. Kalau itu berkembang dan mengenai hati, niscaya akan dapat merusak urusan, niscaya akan merusak pemerintahan. Meskipun kelak hidup pula seorang Nabi, niscaya tidak akan dapat mengubah kata-kataku ini.

Pada jaman dahulu, Yu setelah mengatasi bahaya banjir lalu dunia menjadi damai. Pangeran Zhou menundukkan orang-orang Yi dan Di serta menghalau hewan-hewan buas, lalu rakyat sejahtera. Kongzi menyelesaikan Kitab Chun Qiu, lalu para menteri jahat dan anak-anak durhaka menjadi ketakutan.

Di dalam Kitab Shi Jing tertulis : 'Usir kembali orang-orang Di, dan hukumlah Negeri-negeri Jing dan Shu; dengan demikian, siapa berani menyesalkan?' Ajaran yang tidak mengakui adanya orangtua dan tidak mengakui adanya pemimpin, berasal dari daerah yang dihukum Pangeran Zhou itu.

Aku hanya ingin meluruskan hati orang-orang, memadamkan kata-kata jahat, melawan perbuatan yang pincang, dan menyingkirkan perbuatan yang tidak bermoral. 

Aku hanya melanjutkan pekerjaan ketiga Nabi itu. 

Bagaimana boleh dikatakan aku suka berdebat? 

Aku hanya sangat terpaksa.

Yang dapat mengenyahkan ajaran Yang dan Mo, dialah penganut Nabi.” (US) 13032021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE