NABI AGUNG KONGZI


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Pada tanggal 18 bulan 2 tahun 72 Kongzili, Zhisheng 至聖 Kongzi wafat pada usia 72 tahun.

Tahun ini hari wafat nabi bertepatan dengan tanggal 30 Maret 2021 M. Umat Konghucu memperingati hari wafat Nabi yang ke-2500 tahun dengan serangkaian peribadatan yang berbeda karena pandemi belum berakhir.

Berbagai gelar kehormatan dari para raja muda dan kaisar berbagai dinasti dianugerahkan kepada Zhisheng Kongzi setelah Beliau wafat.

Bahkan di zaman modern para pemenang nobel menempatkan Kongzi dalam posisi sangat terhormat. Hal ini terbukti pada bulan Januari 1988, dalam pertemuan para pemenang hadiah Nobel di Paris, yang merupakan Konferensi Internasional Pertama, bersepakat mengeluarkan suatu daftar yang berisi 16 kesimpulan yang diberi tema "Facing the Twenty-First Century" (Menghadapi Abad Ke-21).

Ikhtisar penting dari kesimpulan tersebut adalah bahwa, 
"If mankind is to survive, it must go back 25 centuries in time to tap the wisdom of Confucius." 
Yang dapat diartikan, 
"Jika umat manusia tetap ingin bertahan hidup, haruslah kembali ke-25 abad yang lalu untuk menyentuh kebijaksanaan Confucius." 

Kesimpulan ini dirumuskan pada sesi terakhir Konferensi Internasional sesudah dipertimbangkan dengan seksama selama empat hari oleh 75 partisipan termasuk 52 ilmuwan.

Nampak jelas ajaran-ajaran Nabi Kongzi tidak hanya mempengaruhi orang-orang Tionghoa tapi mempengaruhi pikiran para sastrawan, cendekiawan, dan negarawan di negara-negara Eropa dan Amerika sampai saat ini.

Bagaimana kebesaran Zhisheng Kongzi digambarkan oleh murid-muridnya, orang-orang pada zamannya dan pengikutnya di dalam Kitab Sishu? Mari kita simak ayat-ayat di bawah ini.

Bila kita membaca dengan teliti kitab-kitab suci agama Ru-Konghucu, jelas terlihat, Kongzi disebut sebagai seorang Sheng聖.

Zi Gong 子貢, salah seorang murid Beliau berkata:
天縱之將聖
tiān zòng zhī jiàng shèng  

Memang Tian telah mengutusnya sebagai sheng. 
—Lunyu IX: 6

Di dalam Zhong Yong Bab XXX dan XXXI, Kongzi dinyatakan sebagai seorang Zhisheng 至聖 (Sheng Sempurna, Sheng Agung), Seorang yang telah mencapai Zhi Cheng 至誠 (Puncak Iman), seorang Da Sheng 大聖 (Sheng Besar/Sheng Agung)”

Mengzi yang hidup lebih kurang seratus tahun setelah Kong Fu Zi mengatakan,
孔子,聖之時者也 
kǒng zǐ shèng zhī shí zhě yě
Kongzi, Sheng Segala zaman

孔子之謂集大成
kǒng zǐ zhī wèi jí dà chéng
Kongzi Yang Lengkap, Besar, Sempurna

Murid yang lain, You Ruo 有若 berkata tentang Gurunya:
Bukankah Qilin itu yang terlebih di antara hewan, Feng Huang 鳳凰 di antara burung, Tai Shan 泰山 di antara gunung dan bukit, bengawan-bengawan, dan lautan diantara selokan-selokan? Nabi dan rakyat jelata ialah umat sejenis tetapi Dia mempunyai kelebihan di antara jenisnya. Dia yang terpilih dan terlebih mulia.

Yasheng Mengzi begitu hormat dan mengagumi Kongzi sebagai Nabi yang lengkap, besar dan sempurna, nabi segala zaman seperti dapat kita baca dalam Kitab Mengzi Bab Wanzhang VB: 1,
伯夷聖之凊者也 
bó yí shèng zhī qìng zhě yě
Bo Yi Nabi kesucian), 

伊尹聖之任者也
yī yǐn shèng zhī rèn zhě yě
Yi Yin Nabi Kewajiban

柳下惠聖之和者也
liǔ xià huì shèng zhī hé zhě yě
Liu Xia Hui Nabi keharmonisan

孔子聖之時者也
kǒng zǐ shèng zhī shí zhě yě
Kongzi Nabi Segala Zaman

之謂集大成
zhī wèi jí dà chéng
Yang Lengkap, Besar, Sempurna

Kitab Zhong Yong Bab XXX: 4 menggambarkan kebesaran Zhisheng Kongzi:
KebajikanNya tersebar luas, dalam, tenang dan mengalir tiada henti, ibarat air keluar dari sumbernya. KeluasanNya bagai langit, ketenanganNya dalam bagai tanpa batas. Maka rakyat yang melihatNya tiada yang tidak menghormat. Rakyat yang mendengar kata-kataNya tiada yang tidak menaruh percaya dan rakyat yang mengetahui perbuatanNya tiada yang tidak bergembira. Maka gema namanya meluas meliputi Negeri Tengah, terberita hingga ke tempat bangsa Man 蠻 dan Mo 貊, ke mana saja perahu dan kereta dapat mencapai, tenaga manusia dapat menempuhnya; yang dinaungi langit, yang didukung bumi, yang disinari matahari dan bulan, yang ditimpa salju dan embun. Semua makhluk yang berdarah dan bernafas, tiada yang tidak menjunjung tinggi dan mencintainya. Maka dikatakan, telah manunggal (bersatu) dengan Tuhan.

Penjaga tapal batas negeri Yi mohon bertemu dengan Nabi dan berkata, "Setiap ada seorang Junzi lewat di sini, aku tidak pernah tidak menemuinya." 
Oleh para murid ia disilakan menemuiNya. 
Setelah keluar, ia berkata, "Saudara-saudaraku, mengapa kalian nampak bermuram durja karena kehilangan kedudukan? Sudah lama dunia ingkar dari Jalan Suci, kini Tuhan YME menjadikan Guru selaku Mu Duo (Genta Rohani)."
—Lunyu III: 24
Zi Gong berkata, "Seumpama dinding istana, dinding istanaku hanya setinggi bahu sehingga tiap orang dapat melihat keindahan bangunan di dalamnya; sedangkan dinding istana Guru bertombak-tombak tingginya. Kalau seseorang tidak mendapatkan pintu untuk memasukinya, tidak akan dapat melihat betapa indah Miao leluhurnya dan betapa megah gedung-gedungnya. Sesungguhnya yang boleh mendapatkan pintu masuk itu tidaklah banyak."
—Lunyu XIX: 23
Shu Sun Wu Shu mencela ajaran Zhong Ni (nama kecil Kongzi-pen). Zi Gong berkata, "Sia-sia saja ia berbuat demikian. Ajaran Zhong Ni tidak akan tercela. Kebijaksanaan orang-orang lain boleh diumpamakan sebagai bukit yang dapat dijelajahi dan dilewati. Sedangkan ajaran Zhong Ni ialah laksana matahari dan bulan yang tak dapat diraih dan dijamah. Meskipun orang mencela, dapatkah ia merusakkan matahari dan bulan? Hal ini hanya menunjukan ia tidak mengenal kemampuan diri sendiri."
—Lunyu IX: 24
Seorang Sheng bukan sekedar xian (賢人, orang bijaksana) karena seorang Sheng tidak hanya mengajarkan kebijaksanaan tapi juga mengajarkan Tian Dao 天道.
—Mengzi VIIB: 24

Dikatakan dalam Kitab Mengzi VII B: 25 seorang Sheng sebagai yang besar sehingga dapat membawa pengaruh perubahan. Dan sifat Sheng yang sampai tidak dapat diperkirakan lagi, itulah mensifatkan Tuhan sendiri.

Tak heran sebagai seorang Dacheng Zhisheng Kongzi begitu dihormati dan dipuja oleh berbagai bangsa melintasi tempat dan waktu karena dampak perubahan yang ditimbulkan oleh Beliau. 
Beliau telah manunggal dengan Tian.

Mari kita peringati Zhi Sheng Ji Chen 至聖忌辰 dengan sepenuh iman dan ketulusan untuk meneladani kebajikan dan mengamalkan ajaran-ajaranNya. (US) 27032021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

CINTA TANPA SYARAT—UNCONDITIONAL LOVE