XS. ONG TENTANG TIAN 天 DAN SHU 恕


Salam Kebajikan, 
惟德動天,
"Kumaha, Ung? Cageur?"
"Cageur, Pak Ong"
"Pak Ong bagaimana? Sehat?"
"Xie Tian Zhi En, sehat."

Itulah sekelumit percakapan saya dan Xs. Ong berkomunikasi melalui WA Video Call.
Pak Ong—begitu biasa saya memanggil beliau—dan saya sama-sama terlahir di tanah Sunda sehingga percakapan saya dengan Pak Ong bercampur aduk antara Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia.

Banyak hal yang kami bicarakan saat berkomunikasi, tapi biasanya seputar keluarga dan agama. Kami telah lama saling mengenal satu dengan lain.

Beberapa hari yang lalu Pak Ong menghubungi saya melalui video call, dan setelah seperti biasa menanyakan kabar, kami pun lebih dari satu jam mengobrol dan berdiskusi.

Kali ini pembicaraan kami bukan mengenai organisasi tapi mengenai pengetahuan agama. Pak Ong mengirimkan goresan tangan beberapa huruf kitab di kertas yang dikirimkan melalui WA ke saya, lalu dengan suaranya yang khas Pak Ong menjelaskan.

Mari kita simak penjelasan Pak Ong mengenai dua huruf, yaitu huruf Tian 天 (Tuhan Yang Maha Esa) dan huruf shu 恕 (tenggang rasa/tepasalira).

Tian 天

Menurut hasil pembelajaran Pak Ong, huruf Tian 天 terdiri dari tiga karakter dan empat goresan 二 atau 一 大 dan 人. Dalam kertasnya Pak Ong menuliskan huruf 二 di atas 人. Lebih lanjut Pak Ong memberi penjelasan sebagai berikut:
  1. 二人   : Tuhan menciptakan 2 orang,
  2. 人二   : Tuhan memberikan roh; bumi memberikan jasmani,
  3. 仁       :Tuhan memberikan Cinta Kasih/ kemanusiaan
  4. 大 一  :Tian menjadi Da'i,一 Yi (satu) Yang Maha Besar
  5. 一 dan 一 berada di atas dan di bawah 人: Tian menciptakan Langit , Bumi dan Manusia, masing masing memiliki Dao yang serasi seimbang.

Shu 恕

Huruf shu 恕 terdiri dari huruf ru 如 (seperti) dan xin 心 (hati). Jadi shu 恕 berarti seperti hati.

Dalam huruf ru 如 terdapat huruf kou 口 (mulut). Dengan demikian pesan yang terkandung dalam huruf shu 恕 adalah mulut kamu harus berbicara dengan hati tempat bersemayam xing 性 (watak sejati/benih-benih kebajikan/firman Tian).

Dengan kata lain ucapan yang keluar dari mulut kamu harus didasari cinta kasih, kebenaran, kesusilaan dan kebijaksanaan. Hal itulah yang dapat dijadikan pedoman hidup sepanjang masa. Dengan penafsiran ini, Pak Ong ingin menegaskan apa yang disabdakan dalam Kitab Lunyu XV: 24.
Zigong bertanya, "Adakah suatu kata yang boleh menjadi pedoman sepanjang hidup?"
Nabi bersabda, "Itulah Tepasalira! Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain."
Apa yang dijelaskan oleh Pak Ong menarik disimak dan dijadikan bahan pembelajaran untuk memperluas wawasan. 

Pak Ong adalah aktivis kelembagaan Konghucu. Dalam bahasa Pak Ong, 'Kalau tubuh Bapak dipotong, yang mengalir adalah darah Konghucu/MATAKIN'

Saking lamanya Pak Ong berkecimpung dalam kelembagaan Konghucu baik di daerah maupun tingkat nasional, Pak Ong begitu menyatu dengan MAKIN/MATAKIN dan Konghucu. Pak Ong adalah salah seorang pejuang pemulihan hak-hak sipil umat Konghucu. Nama Pak Ong begitu dikenal oleh aktivis lintas agama dari berbagai agama. Pak Ong sangat supel dalam bergaul sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan bukan hanya kalangan moderat, tapi juga kalangan garis keras.

Di balik aktivitas organisasi, Pak Ong sebetulnya seorang pembelajar. Dulu di tahun 1950-an Pak Ong telah berkecimpung dalam dunia pendidikan dengan mengikuti pendidikan dan tes sebagai seorang guru. Pak Ong lulusan SGA. Sejak tahun 2000, pada saat berusia 67 tahun hingga saat ini di usia 88 tahun, Pak Ong secara otodidak belajar wen yan wen

Tak heran Pak Ong dipercaya oleh almarhum Da Xueshi Tjhie Tjai Ing sebagai Wakil Ketua Dewan Rohaniwan dan menjalankan roda organisasi Dewan Rohaniwan MATAKIN saat kesehatan Da Xueshi tidak lagi menunjang untuk menjalankan roda organisasi hingga Da Xueshi berpulang.

Hingga saat ini Pak Ong adalah salah seorang anggota Dewan Rohaniwan Matakin. (US) 12042021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN