AYAT-AYAT LIJI BERKAITAN LINGKUNGAN HIDUP


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Hari Lingkungan Hidup sedunia selalu diperingati pada tanggal 5 Juni. Hari ini dibuat untuk mengingatkan orang di seluruh dunia bahwa alam tidak boleh dianggap remeh dan harus dijaga. Kalau kita membaca Kitab Suci Agama Konghucu, kita akan mafhum bahwa ada keterkaitan dan saling mempengaruhi antara tiga entitas (San Cai): Tian Di Ren.

Alam, termasuk di dalamnya tanah, air, udara binatang, tumbuhan, dan segenap makhluk dan benda perlu dikelola dengan tepat dan tidak sembarangan. Ketepatan waktu (musim dan umur) dan cara yang benar akan sangat menentukan pemeliharaan alam dan terciptanya keseimbangan alam sehingga alam dapat terpelihara, tidak rusak dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Ketidaktepatan waktu (musim dan umur) dan cara yang tidak benar akan menimbulkan berbagai bencana.

Mari kita simak beberapa ayat dalam Kitab Catatan Kesusilaan (Liji) yang berkaitan dengan lingkungan hidup untuk kita hayati dan laksanakan dalam upaya kita menjaga lingkungan hidup.

Liji IVA Yue Ling I
17. Diperiksa dan dibina kembali buku panduan sembahyang dan diamanatkan melakukan sembahyang dan doa di gunung dan di hutan, di sungai dan di danau. Dipilih hewan korban dan tidak digunakan hewan betina.

18. Dikeluarkan larangan menebang pohon-pohonan.

19. Jangan melempar jatuh sarang-sarang. Jangan dibunuh serangga yang belum berbentuk. Demikian pula hewan yang masih di dalam kandungan; makhluk yang masih muda; burung-burung yang baru belajar terbang; juga anak-anak rusa dan telur-telur.


Liji IVA Yue Ling II
14. Pada bulan ini, (para nelayan) jangan membiarkan aliran sungai dan rawa mengalir sehingga kering atau membendung, dan jangan menguras seluruh air dari bendungan dan kolam (untuk menangkap seluruh ikan-ikannya) juga tidak boleh (para pemburu) membakar gunung dan hutan.


Liji IVA Yue Ling III
11. Jaring yang digunakan untuk berburu hewan dan burung, jaring tangan, pemanah-pemanah yang menyamar, dan umpan yang membahayakan, jangan digunakan (dalam bulan ini) ke sembilan pintu.

12. Pada bulan ini, diperintahkan para penjaga hutan di seluruh negeri, tidak diperkenankan memotong pohon besaran (Sang) dan pohon Zhe, yang juga untuk bersarang ulat sutera. Burung merpati mendengkur dan menggerak-gerakan sayapnya. Burung yang berjambul turun di pohon-pohon besaran. Nampan dan keranjang beserta kuda-kudanya disiapkan (untuk ulat dan kepompong sutera). Permaisuri setelah berjaga dan berpantang, datang sendiri ke kebun timur untuk bekerja di sekitar pohon besaran. Ia memerintahkan isteri dan perempuan muda agar tidak mengenakan pakaian yang diberi perhiasan. Menangguhkan pekerjaan yang biasa dikerjakan dan mendorong mereka mengurus ulat-ulat sutera. Setelah semuanya ini selesai dikerjakan, ia membagi kepompong, menimbang sutera untuk persiapan keperluan upacara sembahyang besar di altar Jiao (kepada Tian Yang Maha Esa) dan Miao (kepada leluhur) pada saat matahari melewati Khatulistiwa. Tidak seorangpun diperkenankan bermalas-malas.


Liji IVB Yue Ling I
13. Pada bulan ini apa yang panjang didorong berkembang panjang, dan apa yang tinggi didorong berkembang tinggi. Jangan sampai ada hal-hal yang merusak atau menjerumuskan; jangan mengadakan kerja atas tanah; jangan mengerahkan massa (untuk ekspedisi); jangan memotong pohon yang besar.

16. Pada bulan ini diusir hewan-hewan buas agar tidak membahayakan Wu Gu (kelima biji-bijian); tetapi juga dilarang melakukan perburuan di ladang.


Liji IVB Yue Ling II
10. Diperintahkan kepada rakyat, tidak boleh memotong pohon Lan untuk membirukan pakaian.

11. Atau membakar kayu untuk arang atau memudarkan warna pakaian di bawah sinar matahari.


Liji XXI Ji Yi II
13. Zengzi berkata, "Pohon wajib dipotong pada waktunya; burung-hewan wajib disembelih pada waktunya." Nabi bersabda, "Sekali memotong pohon, sekali menyembelih hewan tidak pada waktunya, itu melanggar laku bakti."


Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 adalah Restorasi Ekosistem (Ecosystem Restoration).

Restorasi ekosistem berarti mencegah, menghentikan, dan memperbaiki kerusakan alam. Dengan kata lain, restorasi ekosistem berarti membantu pemulihan ekosistem yang telah rusak atau rusak, serta melestarikan ekosistem yang masih utuh.

Cara memaknai restorasi ekosistem ini dapat dengan menanam pohon, menghindari pembakaran hutan, menghijaukan kota, memisahkan dan mendaur ulang sampah, membangun kembali kebun, mengubah pola makan, mengurangi pemakaian plastik, menghemat listrik, lebih banyak berjalan kaki atau bersepeda saat bepergian dekat, tidak memakan hewan muda, membersihkan sungai dan pantai, dan lain-lain.

Spirit ayat-ayat dalam Kitab Liji disamping ayat-ayat dalam Kitab Sishu Wujing yang lain dapat dijadikan acuan umat Konghucu untuk turut serta dalam menjaga lingkungan hidup dan merestorasi ekosistem. (US) 05062021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU