DUAN YANG: MENJEMPUT BERKAH BERKELIMPAHAN


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Beberapa hari yang lalu, tanggal 05-05-2572 Kongzili kita telah melaksanakan persembahyangan Yue kehadirat Tian di hari Duan Yang pada saat Duan Wu sesuai tuntunan Kitab Suci Shi Jing dan Li Ji. Pada saat bersamaan kita melaksanakan pula persembahyangan untuk memperingati Qu Yuan (340–278 SM) yang pada hari Duan Yang memilih mengakhiri hidup karena kecintaan pada negara dan tekad kuat menjunjung kebenaran.

Seiring berlalunya waktu, apalagi dalam masyarakat majemuk yang hidup pada zaman modern lebih mengenal Peh Cun ketimbang Duan Yang. Lebih mengutamakan festival daripada ibadah dan lebih miris lagi lebih familiar dengan bakcang sebagai nama makanan, bukan pada nilai dan simbol kebajikan pada bentuk bakcang, apalagi maksud dan makna persembahyangan dengan sajian bakcang yang tiap tahun dilaksanakan.

Begitulah peristiwa yang terjadi belakangan mengaburkan peribadahan yang telah dilaksanakan selama ribuan tahun sebelumnya. Ranting lebih nampak oleh mata daripada akar dalam tanah yang menyerap sari makanan dan memberi kehidupan pada pohon, tak terkecuali ranting.

Sembahyang Yue adalah sembahyang kehadirat Tian di hari Duan Yang. Sembahyang Peh Cun dengan sajian bakcang adalah persembahyangan untuk memperingati dan mengenang Qu Yuan. Festival perahu dan bakcang adalah peringatan pada peristiwa pencarian jenazah Qu Yuan menggunakan perahu oleh masyarakat di sungai Mi Luo sambil memberi makan ikan agar tidak memakan tubuh Qu Yuan.

Bagi umat Konghucu saat Duan Wu (Pkl. 11.00–13.00) di hari Duan Yang adalah saat penuh berkah melimpah. Pada saat inilah umat Konghucu bersembahyang, pada saat ini pula berkah kesehatan datang berlimpah. Di saat ini, matahari memancar dengan penuh ke bumi, umat Konghucu memandikan diri menjemput berkah, utamanya berkah kesehatan, rezeki dan keharmonisan sepanjang tahun, sambil membersihkan badan dan batin agar kembali pada fitrah.

Pada saat ini pula para ahli obat mencari dan memetik bahan ramuan obat, karena percaya ramuan obat yang dibuat akan lebih mujarab karena limpahan berkah Tian, melalui cahaya matahari dan suburnya bumi sedang membuncah.

Pada hakikatnya setiap saat berkah Tian selalu tersedia di bumi bukan hanya saat Duan Yang dan kita tinggal memungut dan menjemputnya dengan rasa syukur kita atas anugerah kehidupan. Sayangnya kita seringkali abai dan lengah sehingga berkah Tian berlalu begitu saja, hilang ditelan keluh gerutu dan ketidak puasan. Saat Duan Yang memberi kesadaran pada kita bahwa berkah itu nyata melimpah dan tak jauh dari kita.

Peristiwa alam penuh pancaran berkah diwujudnyatakan dalam simbolisasi berdirinya telur. Dengan simbolisasi ini yang diwujudnyatakan dengan aksi mendirikan telur membuat keyakinan kita semakin teguh, bahwa saat Duan Wu di hari Duan Yang bukanlah saat biasa, tapi saat Tian melalui alam menunjukkan ke Maha Besarannya, satu saat luar biasa yang penuh berkah. Ada getaran magis dalam batin kita saat mampu mendirikan telur setelah bersembahyang lalu membasahi diri dengan air penuh berkah.

Andai keyakinan turunnya berkah luar biasa ini terus ada dalam keseharian kita, bukan hanya saat Duan Yang dan diiringi kerja nyata dengan pancaran nilai spiritual dan kebajikan yang meraga, kehidupan di dunia ini tentu akan lebih baik dan lebih bermakna bagi kehidupan manusia.

Sayangnya kita acap gagal menangkap makna suatu peristiwa dan lebih memilih berpesta merayakan festival karena itu lebih memuaskan indra dan keinginan sesaat kita. (US) 18062021


Shu Jing II Xiao Ya I. Lu Ming VI: 4 (Tian Bao), Liji XXII Ji Tong: 24, Liji XXVII Fang Ji: 26

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN