MENGATASI MUDAH KECEWA


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Apakah Anda pernah mengalami kekecewaan? Dapat dipastikan jawaban Anda adalah "Ya". Saya juga sama dengan Anda, banyak kekecewaan saya alami dalam kehidupan saya. Kadang Anda telah berupaya sekuat tenaga dan sebaik mungkin dengan setulus hati tapi kenyataannya orang-orang tidak menghargai upaya Anda, bahkan menuduh dan mencela Anda berdasarkan informasi orang lain tanpa mencoba mencari informasi langsung darI Anda.

Kadang Anda menginginkan sesuatu tapi Anda belum atau tidak mendapatkannya: Anda gagal tes masuk perguruan tinggi idaman Anda, gagal masuk ke perusahaan impian Anda, gagal membeli rumah idaman Anda, setelah bertahun-tahun menikah belum juga memperoleh anak, dan banyak lagi kegagalan yang Anda alami.

Kadang cinta Anda bertepuk sebelah tangan. Mungkin Anda merasa telah berbuat baik tapi kehidupan Anda tetap saja berjalan di tempat.

Saat Anda mengalami kegagalan, rasa kecewa terbersit dalam hati Anda bahkan kadang kegagalan tersebut memberi pukulan telak pada Anda. Bisa jadi Anda begitu marah pada diri Anda dan orang lain. Bisa jadi kebencian dan atau kesedihan menguasai Anda.

Dalam situasi seperti itu, sulit bagi Anda untuk berpikir apalagi dengan tenang dan jernih. Setidaknya mungkin Anda perlu waktu untuk menerima kegagalan dan kekecewaan agar dapat bangkit, tidak terus terkapar.

Menjaga hati agar tetap pada tempatnya bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam sekejap. Membuat hati mampu kembali pada tempatnya setelah mengalami kegagalan dan kekecewaan memerlukan proses persiapan berkesinambungan, bukan dilakukan dalam semalam.

Upaya xiu shen (pembinaan diri) hari ke hari adalah hal yang perlu dilakukan oleh seorang umat Konghucu untuk secara bertahap mampu menjaga hati tetap pada tempatnya, hingga akhirnya mampu mengatasi kegagalan dan kekecewaan dengan cepat, dan tidak menyebabkan timbulnya persoalan serius dalam hubungan pribadi serta bidang-bidang lain.

Pembinaan diri akan memampukan umat Konghucu menempatkan kegagalan dan kekecewaan dalam perspektif yang semestinya. Bukan menjadi batu sandungan tapi batu loncatan menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna. 

Bagaimana proses pembinaan diri dilaksanakan langkah demi langkah dapat Anda baca dalam Kitab Daxue. Damai di dunia dimulai dari membina diri (menata hati, pikiran dan prilaku), membina keharmonisan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Namun demikian, yang tak kalah pentingnya dalam proses menata dan meluruskan hati adalah melakukan pembaharuan diri dengan berusaha mengubah cara pandang terhadap kehidupan. Mulailah dengan mempunyai semangat baru dalam menjalankan kehidupan.
  1. Mulailah hari dengan bersembahyang dan berdoa ke hadirat Tian dan leluhur untuk mengucap syukur atas apa yang telah dijalani pada hari kemarin dan akan dijalani pada hari tersebut.
  2. Lakukan proses mawas diri dan introspeksi atas apa yang telah dilakukan, ucapkan syukur atas semua yang telah dilalui dan bulatkan tekad untuk menjalani kehidupan penuh syukur dengan sikap mental dan berpikir positif.
  3. Ucapkan syukur dan terima kasih atas segala yang telah dilalui dan akan dilakukan pada hari tersebut. Alangkah baik bila dituliskan.
  4. Jalankan kegiatan dan pekerjaan dengan pandangan positif dan hati lapang.
  5. Jingzuo 5–10 menit. Ucapkan syukur atas kesehatan semakin detail syukurnya lbh baik.
  6. Luangkan waktu 20-30 menit untuk membaca Kitab Suci, buku, atau artikel mengenai kehidupan, pengembangan diri dan mental positif.
  7. Bersembahyang dan berdoa menjelang tidur. Ucapkan syukur dan tekad besok lebih baik.

Pembaharuan diri dengan meluruskan hati akan membuat Anda mampu menata hati. Pembinaan diri akan menata perilaku Anda menjadi manusia mulia.

Disabdakan dalam Daxue VII: 1
Adapun yang dinamai 'untuk membina diri harus lebih dahulu meluruskan hati itu ialah: Diri yang diliputi geram dan marah, tidak dapat berbuat lurus; yang diliputi takut dan khawatir tidak dapat berbuat lurus; yang diliputi suka dan gemar, tidak dapat berbuat lurus; dan yang diliputi sedih dan sesal, tidak dapat berbuat lurus.

Dengan melakukan pembaharuan dan pembinaan diri, secara bertahap Anda akan semakin tegar dan kuat dalam menerima kegagalan. Kegagalan tidak lagi menimbulkan kekecewaan yang dalam. Anda akan mampu move on (berpindah) dan moving forward (bergerak maju), bangkit dari kegagalan. Kekecewaan takkan lagi menjadi penguasa atas diri Anda. Anda akan mempunyai sifat seorang Junzi.

Zhong Yong XXXII: 2 memberi cermin pada Anda dan saya.

Di dalam Shijing tertulis: 
"Biar tenggelam sedalam-dalamnya, tetap tegas terlihat." Maka seorang Junzi senantiasa memeriksa diri sehingga tiada bercacat. Dengan demikian baharulah ia tidak merasa kecewa. Adapun sebabnya seorang Junzi itu tidak dapat ditandingi ialah: ia mempunyai sifat-sifat khusus yang tidak dapat dilihat orang lain.

Terlalu mudah kecewa tidak mengenakkan dan tidak menyehatkan. 

Tentu Anda tak ingin mudah kecewa. 

Apa salahnya kiat-kiat ini coba Anda lakukan? 

Resikonya Anda akan menjadi lebih baik. (US) 23062021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU