JANGAN MENYERAH


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Di dalam tiap perkara,  bila ada rencana yang pasti, niscaya dapat berhasil; bila tanpa rencana yang pasti, niscaya akan gagal. Di dalam berbicara, bila lebih dahulu mempunyai ketetapan, niscaya tidak akan gagap. Di dalam pekerjaan, bila lebih dahulu mempunyai ketetapan, niscaya tidak akan berbuat terlanjur. Di dalam menjalankan sesuatu, bila lebih dahulu mempunyai ketetapan, niscaya tidak akan menemui jalan buntu. Di dalam berusaha hidup sesuai dengan Jalan Suci, bila lebih dahulu mempunyai ketetapan, niscaya tidak akan mengalami keputusasaan.

"Maaf besok akhir bulan saya tidak bisa ikut."

"Pameran akan dilaksanakan dua hari lagi."

"Besok tenggat waktunya."

"Maaf, besok ujian. Saya belum belajar."

Kita sering mendengar kalimat-kalimat tersebut terlontar saat seseorang mengerjakan sesuatu, entah mengejar target penjualan, persiapan pameran, meminta tolong, meminjam uang, dan lain-lain.

Dalam bidang penjualan adalah jamak bila 60-80% penjualan terjadi 1-2 hari sebelum tutup buku di akhir bulan.

Waktu saya sekolah dulu, seringkali belajar semalam sebelum ujian, SKS, sistem kebut semalam, padahal materi yang mesti dipelajari membuat bulu kuduk berdiri.

Para mahasiswa kedokteran terkenal suka begadang karena harus membaca buku tebal, padahal konon begadang tidak baik untuk kesehatan. Puteri kedua saya seperti para mahasiswa desain interior dan arsitektur melakukan hal yang sama.

Dalam perjuangan mencapai target sesuai tenggat waktu, banyak godaan dan tantangan datang.

Di akhir bulan, outlet pareto (pelanggan besar) tidak membeli karena stok masih banyak padahal sales masih jeblog.

Beberapa hari sebelum pameran tiba-tiba kesehatan drop.

Kawan yang menawarkan bantuan tiba-tiba mengirim pesan tak bisa membantu.

Kawan mengajak menonton film bagus yang sedang tayang di bioskop.

Dan berbagai persoalan lain muncul.

'Aneh bin ajaib!' Pekerjaan dapat diselesaikan. Target tercapai. Tugas selesai. Ujian lulus. Utang terbayar. Pameran terlaksana.

Manusia mempunyai kekuatan ekstra saat terdesak. Rasa takut mendorong manusia mengerahkan segenap daya upaya dan menghasilkan kekuatan 'super'.

Seringkali potensi yang kita miliki tetap terpendam karena kurangnya motivasi. Rasa takut atau impian yang besar biasanya mendorong motivasi seseorang membuncah hingga fokus terkonsentrasi mendorong kekuatan 'super' muncul tepat pada waktunya hingga mencapai hasil 'gemilang'.

Maka dari itu jangan pernah menyerah dan putus harapan walaupun cahaya di ujung sana belum tampak. Berjuang sampai 'titik darah penghabisan.' Terus fokus bekerja keras dan bekerja pintar. Walau seandainya tidak berhasil sempurna, sekurangnya kita puas karena telah memperjuangkannya. 

Ada pepatah populer mengatakan tidak ada makan siang gratis. 

Berusahalah, bekerjalah namun jangan melanggar dao. Mengenai hasilnya, berserah diri lah pada Firman, begitu kata Mengzi.

Sebetulnya perasaan mendesak ini bisa dikelola, misalnya dengan menggeser tenggat waktu menjadi lebih awal. Dengan begitu sisa waktu yang tersisa dapat digunakan untuk mengantisipasi kejadian diluar dugaan, memperbaiki kekurangan, atau untuk bersantai merayakan keberhasilan.

Ayat dalam Kitab Zhongyong XIX: 16 yang dikutip di awal tulisan ini dapat kita jadikan pedoman agar kita tak perlu membangkitkan kekuatan 'super' berulang-ulang yang sebetulnya bikin jantung berdebar keras karena stress.

Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain. (US) 31072021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN