PENOLAKAN ITU WAJAR DAN MANUSIAWI


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

"Maaf saya belum boleh pacaran, kita berteman saja," jawaban yang Anda terima ketika Anda 'menembak' orang yang Anda sukai.

"Maaf kali ini saya tidak bisa membantu," jawaban teman Anda saat Anda memerlukan bantuan.

"Kebetulan baru saja saya membeli asuransi," begitu jawaban calon klien saat Anda tawari asuransi.

Bagaimana perasaan Anda saat memperoleh jawaban seperti di atas?

Bagaimana bila Anda ditolak dengan tanpa kata maaf, bahkan kasar? Orang yang Anda hubungi menghindar. HP dimatikan. HP tidak diangkat. WA tidak dijawab. Atau Anda malah dinasihati panjang lebar. Ditinggalkan saat Anda belum selesai berbicara. Diusir.

Khawatir? Kesal? Marah? Sebal? Sedih? Benci?

Apakah Anda lalu memutuskan hubungan? Berhenti berusaha? Menyerah? Putus asa?

Sebetulnya 'penolakan' adalah hal yang wajar dan manusiawi.

Anda dan saya sering dengan refleks menolak saat ditawari produk tertentu oleh pedagang asongan atau diminta uang oleh pengumpul uang. Anda dan saya mungkin pernah menolak orang yang menyukai kita tapi kita tidak menyukainya. Atau Anda dan saya kebetulan sedang betul-betul tidak bisa membantu orang yang meminta tolong pada kita.

Betul kan penolakan itu wajar dan manusiawi? 

Kita sebagai manusia sadar atau tidak sadar pernah dan akan terus melakukannya. Hanya kebetulan penolakan bisa saja disampaikan dengan cara berbeda-beda karena alasan berbeda-beda yang kadang kita tak berhasil mengetahui alasan sebenarnya.

Jadi, kalau kita tahu bahwa penolakan adalah hal yang wajar dan manusiawi, mengapa kita harus berlama-lama khawatir, kesal, marah, sebal, sedih, atau benci.

Lupakan penolakan, jalani terus kehidupan tanpa perlu dikuasai oleh pikiran negatif, segera move on lalu moving forward. Kalau terjatuh, terjatuhlah ke depan untuk berjalan maju melanjutkan upaya dan kehidupan.

Sayang bila karena penolakan hubungan pertemanan menjadi renggang, hubungan bisnis menjadi hancur, hubungan percintaan menjadi terhambat, hubungan persaudaraan menjadi rusak, hubungan kemanusiaan menjadi ternodai.

Kisah-kisah orang sukses dipenuhi dengan penolakan dalam perjalanannya meraih kesuksesan. Para pebisnis sukses mengalami berbagai penolakan tapi tidak putus asa dan meneruskan upaya dan kerjanya. Mereka terus fokus pada tujuan dan impian mereka.


"Mohon maaf saya tidak bisa membantu," pesan WA yang masuk dari kawan.

Di lain waktu, orang yang menjanjikan akan memberi kabar tidak memberi kabar sesuai janjinya. Tak usah jadi persoalan, mungkin kebetulan dia memang sedang tidak dapat membantu.

Tak ada keharusan mereka membantu. Bantuan bukanlah iuran wajib. Bantuan adalah kerelaan dan kesanggupan. Cari alternatif lain. Kapan-kapan Anda bisa mencoba meminta bantuan lagi atau bukan hal yang tidak mungkin Anda yang akan diminta bantuan oleh orang yang pernah Anda minta bantuan.


"Maaf saya belum boleh pacaran," jawab gadis yang Anda sukai.

Tak masalah Anda bisa menunggu dia sampai dia boleh berpacaran. Tak usah Anda memarahinya atau memutuskan kontak. Kalau tetap memberi penolakan, cari yang lain. Ada lebih kurang 3,5 miliar perempuan lain di dunia ini.


"Kebetulan baru saja saya membeli produk sejenis."

Tak masalah, Anda tawarkan produk yang lain. Kalau tetap tidak mau membeli, ada banyak orang lain yang berpotensi membeli produk yang Anda pasarkan. Lain kali bisa Anda tawari lagi.


Orang-orang bijaksana, filsuf, para suci dan nabi-nabi mengalami berbagai penolakan. Bahkan kisah penolakan begitu mendominasi kisah nabi-nabi. Ajaran mereka seringkali diikuti oleh berjuta-juta umatnya di berbagai penjuru dunia setelah mereka wafat.

Mereka meyakini bahwa apa yang mereka lakukan merupakan mandat Tuhan sehingga penolakan hanyalah riak-riak kecil di tengah gelombang kehidupan yang perlu dikembalikan dalam dao.

Kehidupan dan hubungan jangan ditentukan oleh satu atau dua penolakan. Kehidupan dan hubungan menawarkan berbagai momen dan kesempatan yang tak perlu menjadi rusak karena satu dua penolakan.

Di lain kesempatan, saat Anda dimintai bantuan, walau tak ada keharusan membantu, bantulah sekuat tenaga dan semampu Anda. Jangan lupa kabari orang yang meminta bantuan kalau Anda berjanji mengabari apapun keputusan Anda, agar orang tidak menunggu tanpa kepastian. Jangan sampai orang yang meminta bantuan salah paham karena tidak dikabari, sayang bila sampai timbul keretakan hubungan.

Walau kadang sulit memberi jawaban dengan kata 'tidak' saat Anda 'ditembak' dan hal yang lazim bila perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan tidak mengirim surat saat Anda ditolak.

Kadang 'kode' dari Anda tidak diterima persis sama seperti Anda maksudkan.

Mereka belum tentu punya kebesaran hati dan rasa maklum sebesar Anda, loh ... (US) 07072021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU