PUJIAN DAN CELAAN: TAK USAH MASUKKAN DI HATI


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Mungkin selama ini Anda telah bekerja dengan sekuat tenaga di perusahaan Anda atau Anda telah melakukan pengabdian dalam organisasi sosial keagamaan namun yang Anda dapatkan tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, bahkan justru celaan yang Anda peroleh.

Di lain kesempatan, tiba-tiba Anda mendapat pujian atas apa yang Anda lakukan tanpa pernah Anda duga karena Anda merasa apa yang Anda lakukan suatu hal yang wajar dan biasa saja.

Banyak hal tak terduga kita alami dalam kehidupan yang kita jalani. Ada hal yang menggembirakan, ada hal yang mengecewakan.

Kita tahu kehidupan tak selalu lurus rata, tak selalu naik dan mencapai puncak, kadang turun ke lembah, kadang lancar, kadang tersendat. Seperti alam, matahari tak selalu bersinar kadang awan gelap datang. Angkasa tak selalu tenang, suara petir dan geledek tentu terdengar saat perubahan terjadi. Lautan kadang nampak tenang, lantas tsunami datang meluluh lantakkan apapun yang menghalang.

"Semuanya mengalir pergi seperti ini, siang malam tiada henti-hentinya," sabda Nabi tatkala berdiri di tepi sebuah sungai. 

Begitulah kehidupan dan alam semesta.

Bagi kita yang tahu dan sadar bahwa kehidupan terus berjalan dengan segala fenomena dan peristiwa, kita dapat belajar dari alam, mengapa harus terus dirundung kecewa, sesal, dan marah lalu terpuruk saat beroleh celaan yang datang biarpun telah berusaha sebaik-baiknya?

Apapun yang kita lakukan, akan selalu ada orang julid, iri, benci atau berbeda pandangan. Tak perlu terlalu dimasukkan ke hati apalagi mengganggu kehidupan. 

Ikutilah sifat air yang cuek, tak terpengaruh kondisi apapun, air terus mencari tempat yang lebih rendah tanpa peduli arah mata angin. Itulah sifat air.

Sebagai manusia, bila memeriksa diri tak bernoda mengapa terlalu pusing dengan orang-orang tersebut? Kalau kita terlalu memusingkannya, kita rugi sendiri. Jadi yang terpenting bagi kita adalah memeriksa diri. Keraslah kepada diri sendiri dan lebih lunaklah pada orang lain, bukan sebaliknya. Kita perlu banyak memaklumi, melapangkan hati dan memaafkan. Dengan demikian hidup akan terasa lapang. Kalau memang perlu berhenti, berhentilah, bila perlu melanjutkan lanjutkanlah. Nabi Kongzi memberikan keteladanan pada kita dalam hal ini.

Saat mendapat pujian yang datang tanpa diharapkan, tak perlu pula kita melambung terlalu tinggi merasa diri menjadi orang paling hebat—luar biasa. Anggaplah pujian merupakan bonus dan tak perlu pula banyak berharap. Terlalu berharap acapkali membawa kecewa. Pujian dan celaan datang silih berganti tanpa kita duga dan harapkan.

Sebagai manusia kita dikodratkan baik adanya, untuk itu teruslah memilih untuk berbuat kebaikan agar sesuai kodrat.

Bagaimanapun kebaikan yang kita tabur ada yang dengan cepat beroleh tetangga, ada yang lama beroleh tetangga.

Seringkali pohon kebaikan yang kita tanam tidak berada pada lahan yang tepat sehingga kita tak melihat buahnya mungkin sepanjang hidup kita.

Kadang kita perlu memilih 'tanah' subur yang tepat untuk menanam pohon kebaikan agar kita dapat melihat pohon kebaikan itu tumbuh lebat, berbunga dan berbuah.

Pilihan bijak ini akan tetap memelihara semangat kita untuk berbuat kebaikan, tak putus asa dan merasa upaya kita sia-sia.

Teruslah seperti air yang tahu satu arah untuk menuju (ke bawah), tak keluh gerutu tak pula sesal penyalahan.

Jadilah seperti air yang keluar dari sumbernya terus bergolak-golak tiada henti siang dan malam.

Air yang bersumber setelah memenuhi tempat-tempat yang lekuk lalu terus maju mengalir ke empat penjuru lautan.

Jangan seperti air yang tidak bersumber yang berasal dari hujan lebat meski dapat memenuhi saluran-saluran dan sawah-sawah sebentar saja sudah kering pula.

Seorang Junzi tak mudah terluka dengan celaan, tak pula mudah terlena oleh pujian. Seorang Junzi tak mau memperoleh kemasyhuran yang melebihi kenyataan.

Mengzi berkata, "Ada pujian yang datang tanpa diharapkan, ada pula celaan yang datang biarpun sudah berusaha sebaik-baiknya."

So What? Tergantung bagaimana Anda menyikapi, pilihan ada ditangan Anda!! (US) 03062021


Lunyu IX: 17, Mengzi VIA: 2, Mengzi VB: 1.4, Mengzi IV B: 28, Mengzi IVB: 18, Mengzi IVA: 21

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU