BANYAK BELAJAR BANYAK LUPA


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Di lemari kamar saya waktu kuliah dulu, ada sebuah 'pepatah' berbentuk stiker yang berbunyi

Banyak belajar banyak lupa.
Sedikit belajar sedikit lupa.
Tidak belajar tidak lupa.


Setiap menghadapi ujian atau mengerjakan tugas, hati saya seringkali jahil mengajak untuk tidak belajar agar 'tidak lupa' seperti pepatah di atas. Ajakan 'hati' tersebut sebetulnya karena rasa malas yang timbul. Tentu saja dengan tidak belajar kita tidak lupa karena kita tidak memasukkan pengetahuan dalam otak.

Belajar dan selalu dilatih tidakkah itu menyenangkan? Begitu ayat dalam Kitab Lunyu.

Waktu saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata di sebuah desa di daerah Tanjungsari-Sumedang memperoleh 'pencerahan' dari seorang kawan. Saya melihat junior saya seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi bernama Amar rajin membaca buku-buku ekonomi yang bukan bidangnya. Dia mau belajar ilmu pengetahuan di luar bidangnya. Dari kejadian itu saya tertantang untuk melakukan hal yang sama: membaca buku. Kalau dia mau dan bisa saya pun pasti bisa asal saya mau.

Dari situ saya mulai lebih rajin membaca, berbeda dengan saat saya kuliah.

Beberapa tahun kemudian saya masuk dalam sebuah komunitas yang memberi pendidikan bisnis, pengembangan diri dan kepemimpinan. Mempunyai kebiasaan membaca buku 15–30 menit per hari adalah salah satu yang dianjurkan. Karena saya ingin menjadi seorang pebisnis yang andal sekaligus mengembangkan diri dan kepemimpinan saya, saya ikuti anjuran tersebut.

Walau kadang ada hari-hari tertentu yang terlewat untuk membaca, secara umum dua peristiwa tersebut menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan yang saya jalani.

Buku-buku yang saya baca ternyata membawa manfaat besar dalam membentuk pola pikir dan kepercayaan diri. Beberapa buku secara sengaja saya praktikkan, banyak buku yang lain membangun fondasi saya dalam bersikap dan bekal yang berharga saat saya terjun dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dan keagamaan baik sebagai pembicara, pengajar, penulis, atau menjadi peserta diskusi. Baik pula sebagai bekal untuk berkarya dalam perusahaan dan bisnis. 

Banyak belajar banyak lupa. Itulah yang saya rasakan setelah mempunyai kebiasaan membaca buku. Banyak sekali hal yang tidak saya ketahui. Saat membaca buku seringkali saya mendapat kejutan dari apa yang saya baca karena saya tidak tahu sebelumnya atau apa yang saya baca ternyata sangat berbeda dengan apa yang saya tahu. Setelah membaca buku, banyak hal yang tidak saya ingat dengan mendetail atau segera lupa apa yang saya baca. Hanya saat membaca buku lain saya merasa terhubung dengan buku yang pernah saya baca dalam ingatan yang samar.

Saya selalu merasa kagum pada para penulis buku yang saya pikir telah membaca banyak buku sehingga mereka mampu menulis buku sebaik buku hasil karya mereka yang akhirnya saya baca.

Saat bertemu dengan para cerdik pandai di negeri ini dan manca negara dalam berbagai forum, saya acap merasa kagum dengan cara mereka berpikir, menganalisis dan mengungkapkan pikiran mereka terlebih dengan sikap mereka yang kritis, tegas dan bijak penuh integritas serta rendah hati. Saya yakin mereka menjadi seperti itu karena mereka banyak belajar dan berlatih bukan karena bakat. Mereka bak berlian yang telah digosok hingga memancarkan cahaya magis. 

Saya pikir tentu saja mereka awalnya berusaha keras memaksa diri mengalahkan rasa jemu dan malas. Mereka tentu telah banyak membaca dan menempa diri dari hari kehari. Mereka layak dikagumi dan diteladani. Mereka mau dan bisa, saya pun mestinya bisa asal saya mau. Kendati misalnya saya tidak dapat menyamai, minimal tidak jauh ketinggalan.

Pada usia saya ke-56 tahun hari ini, saya perlu lebih giat belajar karena banyak sekali hal yang belum saya ketahui. Saya perlu banyak berlatih karena banyak hal dalam diri saya yang perlu saya perbaiki. Saya perlu melakukan itu agar dapat menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama, minimal bagi keluarga.

Mudah-mudahan Tian masih memberi waktu yang cukup.

Ngomong-ngomong, dari buku 'Sapiens' karya Yuval Noah Harari saya baru tahu bahwa dengan perkembangan teknologi dalam ilmu kedokteran, manusia akan dimungkinkan menjadi ammortal tapi tidak immortal. Mungkin keturunan kita akan mengalami berusia 1000 tahun lebih. 

Entahlah. (US) 05082021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN